You are here

Ciri-Ciri Psikosis Lengkap Dengan Penyebab Awalnya

Kenali Ciri Ciri Psikosis Beserta Penyebab Awalnya
Bagikan Artikel Ini

Ciri-ciri psikosis sebagai salah satu gangguan kesehatan mental. Psikosis secara medis merujuk pada kondisi mental yang terganggu oleh adanya delusi atau halusinasi. Kondisi seperti ini bisa termasuk dalam masalah mental yang dianggap serius.

Gejala yang dialami oleh penderita psikosis seperti halnya mengalami delusi. Seseorang akan meyakini akan suatu hal atau kejadian yang dianggap kuat. Namun sebenarnya hal itu tidak sesuai dengan faktanya.

Sehingga akan terbukti salah. Sedangkan halusinasi merupakan persepsi kuat akan suatu peristiwa yang dilihat, didengar, atau dirasakan. Namun pada faktanya hal itu tidak ada.

Inilah Ciri-Ciri Psikosis yang Terjadi pada Penderitanya

Kondisi psikosis tidak secara langsung menimbulkan tanda dan gejala. Namun kondisi ini bisa semakin parah seiring berjalannya waktu. Dengan segera mengetahuinya untuk mendapatkan penanganan khusus.

Sebelum Psikosis Muncul

Sebelum menderita psikosis, penderita akan merasakan beberapa perubahan. Hal itu mengenai cara berpikir dan memahami tentang dunia. Tentunya anda bisa melihat dari perubahan yang terjadi. Seperti halnya mengalami penurunan performa kerja saat di kantor atau nilai di sekolahnya. Mengalami kesulitan dalam konsentrasi atau berpikir dengan jernih.

Lebih mudah merasa curiga dan cemas dengan lingkungan sekitar. Menjadi kurang dalam menjaga kebersihan diri. Menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya untuk menyendiri. Lebih merasakan emosi yang terlalu sering dan  intens. Selain itu, juga tidak dapat merasakan emosi apapun.

Gejala Awal Psikosis

Apabila penderita psikosis sudah mulai memasuki fase awalnya. Tentu ada ciri-ciri dan gejala psikosis yang akan terjadi. Seperti halnya mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu. Namun tidak dirasakan oleh orang lain. Akan meyakini atau berpikir mengenai sesuatu dan mulai tidak peduli dengan yang dikatakan orang lain.

Mulai untuk menarik diri dari keluarga dan teman-temannya. Kehilangan kemampuan dalam berpikir jernih dan fokus pada sesuatu. Selain itu, juga tidak dapat menjaga atau memperhatikan diri sendiri lagi.

Gejala Episodik Psikosis

Saat kondisi ini sudah semakin parah, sehingga akan terus berulang secara berkala. Penderita akan merasakan beberapa gejalanya. Seperti halnya dengan halusinasi.

Secara umum penderita akan mengalami halusinasi auditor. Halusinasi tersebut hanya mendengar mengenai suara-suara yang seharusnya tidak ada.

Ada juga jenis halusinasi sentuhan atau taktil. Jenis halusinasi tersebut dapat  merasakan sensasi atau sentuhan aneh, namun sulit dijelaskan. Selain itu, halusinasi visual, yaitu saat penderitanya melihat sesuatu atau seseorang, namun sebenarnya tidak ada.

Gejala lainnya seperti delusi, yaitu  memiliki keyakinan atau kepercayaan kuat, namun hal itu tidak masuk akal. Sehingga tidak dapat dibuktikan secara fakta.

Penyebab Psikosis

Pada kondisi ini, dapat mengubah persepsi sensorik dan kemampuan mengelola. Selain itu, juga mengekspresikan informasi yang didapat dan dimilikinya. Tentunya ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab psikosis tersebut.

Salah satunya adalah obat-obatan. Seperti halnya obat untuk penyakit Parkinson, kejang-kejang, steroid, dan kemoterapi. Selain itu, jenis obat-obatan terlarang, LSD, kokain, alkohol, amfetamin, ganja, dan PCD. Jenis obat-obatan tersebut bisa menyebabkan gangguan mental. Tentunya yang akan memunculkan ciri-ciri psikosis.

Adanya kejadian traumatik yang pernah dialami. Seperti kehilangan orang yang dicintai dan pelecehan seksual. Sehingga hal itu dapat memicu terjadinya psikosis. Jenis trauma dan umur saat mengalami trauma tersebut, tentunya juga berpengaruh.

Psikosis juga dapat muncul apabila penderitanya pernah mengalami cedera otak. Seperti pernah mengalami kecelakaan. Selain itu, psikosis juga dapat muncul dari salah satu gejala penyakit tertentu. Seperti pada penderita HIV, penyakit Parkinson, Alzheimer, penyakit Huntington, tumor otak, dan penyakit kejang.

Kenali segera ciri-ciri psikosis seperti di atas. Dengan mengetahuinya, anda bisa langsung melakukan penanganan. Sehingga gangguan mental tersebut tidak lanjut menjadi masalah serius.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top