You are here
Home > Berita Nasional >

Heboh Dana Haji 2021, Apakah Ada Sesuatu di Belakangnya?

Heboh Dana Haji 2021 Apakah Ada Sesuatu di Belakangnya
Bagikan Artikel Ini

Pojojakarta.com – Setelah Menteri Agama menyatakan pembatalan pemberangkatan haji 2021, banyak isu berkembang di masyarakat. salah satunya adalah perihal dana haji 2021 yang katanya ada sesuatu di belakangnya.

Ada banyak pihak yang takut jika danya yang lebih dari 150 triliyun itu masuk ke pembangunanan infrastruktur. Suatu ketakutan yang sangat berkemungkinan terjadi, apalagi dana yang ada tidak terliat diaudit.

Malah timbul spekulasi, apakah jangan-jangan dana haji 2021 memang digunakan untuk keperluan lain, sehingga Haji tahun ini dibatalkan. Spekulasi tersebut tentu bergaung di tengah masyarakat, karena memang dana haji ini belum jelas bagaimana kabarnya.

Masyarakat Merasa Kecewa atas Keputusan ini

Alasan yang dikemukakan oleh Yaqut selaku menteri Agama adalah karena memang Indonesia belum mendapatkan kuota haji tahun ini. Selain itu, peningkatan kasus positif Covid-19 masih belum bisa terkontrol, sehingga ditakutkan akan terjadi apa-apa ketika proses haji berlangsung.

Namun masyarakat resah dan merasa alasanya tidak hanya itu. Mungkin alasan tersebut bisa menjadi sebuah alibi yang diungkapkan oleh pemerintah, namun masyrakat dalam kondisi yang seperti ini merasa ada sesuatu yang janggal.

Malah ada ungkapan dari politisi senior yang mengatakan bahwa baru pertama kali ini, Indonesia tidak menadpatkan kuota haji dari awal kemerdekaan. Maksudnya, keputusan menteri agama dirasakan janggal dan mengandung suatu hal tertentu.

Warganet: Dana Haji Kemana?

Hingga saat ini, netizen terus bertanya, “Kemanakah dana haji 2021?” Pertanyaan ini terbersit tentu saja bukan tanpa alasan. Salah satu sebabnya adalah ada usak-usik jika dana ini dipakai di kepentingan lain, terlebih infrastruktur.

Netizen hari-hari ini tampaknya dibuat geram. Pasalnya selain problem tersebut, Indonesia juga mengalami kerugian di sektor BUMN yakni KAI rugi, Garuda Indonesi rugu juga. Sebuah hal yang patut disayangkan jika perusahaan sebesar itu bisa rugi.

Karena geramnya masyarakat, maka tidak heran jika banyak yang bertanya kemana dana haji 2021. Apakah pembatalan ini murni gara-gara tidak adanya kuota dari Arab Saudi? Ataukah memang dibuat untuk kepentingan lain.

Hanya pemerintah tentunya yang bisa menjawab hal tersebut. Namun beberapa pihak sudah melakukan crosscheck. Dimana ternyata dana haji 2021 masih aman dana dan akan digunakan untuk pendanaan haji tahun 2022.

BPKH Pastikan Dana Haji Aman

Dari perkembangan berita yang ada, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia memastikan jika dana haji akan aman terkenali. Dana sebesar 150 Triliyun tersebut tidaklah digunakan untuk pembangunan insfrastruktur.

Sehingga masyarakat tidaklah perlu khawatir atau risau. Semua dana itu aman dan tidak akan digunakan selain untuk kepentingan haji umat islam di Indonesia. Menko PMK sempat mendatangi kantor BPKH untuk memastikan hal tersebut.

Muhajir Efendy sempat mengatakan jika dana tersebut akan aman kadan dikola dengan sangat profesional, prudent, dan penuh kehati-hatian. Semua dipastikan tidak menyalahi aturan yang ada, sehingga dana haji masyarakat Indonesia tidak akan kemana-mana.

Celetukan Minta Audit dari Masyarakat

Banyaknya perdebatan yang terjadi di media sosial, membuat beberapa netizen merasa perlu dilakukan audit dana haji. Apakah bener-benar dana sebanyak itu masih aman ataukah sudah digunakan untuk kepentingan lain.

Namun, hal ini tentu saja akan sulit sekali dilakukan. Mengingat mau tidak mau pemerintah adalah penangungjawab uang tersebut. Sehingga tidak perlu dilakukan audit, sebab masalah pembatalan terletak pada kuota haji dari Arab Saudi.

Dengan begitu, masyarakat hanya bisa menerima dan tidak bingung masalah haji ini. Cukup berpikir positif jika dana tersebut benar-benar akan dialokasikan untuk haji tahun selanjtunya. Sehingga masyarakat perlu berdoa agar Pandemi ini segera hilang.

Banyak yang Menarik Dana Haji

Di beberapa daerah, karena berkembangnya isu ini banyak masyarakat yang ketakutan jika dana mereka tertelan di kepentingan lain. Sehingga mereka rela mengurus segala hal agar dana haji yang sudah distor dikembalikan.

Ketakuan tersebut memang logis terjadi, apalagi di situasi cepatnya informasi ini. Masyarakat yang terlalu khawatir dananya akan hilang, mereka akan bersegera melakukan penarikan dana haji.

Harusnya hal semacam itu tidak perlu terjadi. Karena pemerintah adalah pemegang kuasa dan memiliki tanggungjawab penuh. Kalaupun memang digunakan untuk kepentingan lain, maka mau tidak mau harus diganti dan proses haji adalah tanggungjawab penuh pemerintah.

Sehingga, harusnya masyarakat tidaklah perlu khawatir berlebihan. Berharap saja kepada pemerintah lewat kelembagaannya benar-benar bisa profesional memanajemen dana haji. Karena hal tersebut adalah tanggungjawab dunia akhirat.

Sudah Menjadi Tanggungjawab BPKH

Masyarakat tidak perlu panik terkait hal ini. Semua sudah diatur dengan baik oleh BPKH. Tanggugjawab BPKH untuk mengelola dana haji sebaik mungkin. Sehingga dana tersebut tidak hilang ataupun digunakan untuk kepentingn lain yang tidak relevan.

Jika calon haji malah menarik setorannya, maka otomatis ia akan kembali mendaftar dan antri bertahun-tahun. Hal tersebut tentu akan menyulitkan diri sendiri dan memperlama durasi tunggu haji.

Kepanikan masyarakat ada memang bukan karena sebab. Semua elemen diharapkan untuk terus berpikir positif dan tidak menyebarkan berita-berita yang tidak pantas. Apalagi terkait pengelolaan dana haji oleh BPKH.

Bagaimanapun respon masyarakat terkiat hal in, pemberangkatan haji adalah urusan teknis oleh pemerintah. Sehingga mau tidak mau memang harus diurus oleh pemerintah lewat menteri agama dan kelembagannya.

Semoga masyarakat semakin terbuka terkait isu dana haji 2021 Indonesia ini. Jangan sampai termakan berita-berita tidak benar yang seringkali menyesatkan. Kita berharap semua pihak tidak menyebarkan berita hoax dan mencemari informasi terkiat pembatalan haji 2021 ini.

 

Leave a Reply

Top