You are here

Helo Indonesia untuk kaum Milenial, Pengalaman Baru Berbagi Konten

Helo Indonesia
Bagikan Artikel Ini

Media sosial tanah air semakin ramai dengan masuknya aplikasi baru. Helo Indonesia resmi diluncurkan dan siap menjadi alternatif jejaring di dunia maya. Layanan ini dibesut oleh perusahaan yang sama dengan TikTok, Helo diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini.

Sama seperti media sosial yang lain, Halo juga bisa digunakan untuk berbagi konten baik itu video pendek, jokes, foto, quote, serta ekspresi. Pengguna dibebaskan untuk mengunggah apapun ke status mereka asalkan tetap pada koridor yang aman. Lalu, seperti apa sebenarnya aplikasi ini dan bagaimana sepak terjangnya?

Helo Indonesia, Apa Saja Fiturnya?

Pada Desember tahun lalu, aplikasi ini diluncurkan secara global dan sekarang resmi masuk ke tanah air. Dikabarkan, Helo memiliki sederet fitur menarik yang disesuaikan dengan kultur orang Indonesia. Country Head of Operation, Indira Melik,  mengatakan platform ini menampung konten lokal dari para creator dan user.

Diklaim akan ada banyak keragaman budaya pada aplikasi ini. Konten-konten yang diunggah di Halo juga bisa dengan mudah dibagikan di media sosial lainnya. Helo sangat unik karena terintegrasi dan bukan hanya sebagai platform berbagi foto atau video tapi juga berfungsi sebagai portal berita.

Fitur Helo Trends menampilkan segala sesuatu yang sedang viral atau trending. Sumbernya bisa dari media online dan terbagi dalam empat segmen. Aplikasi ini selalu memperbarui berita agar bisa menampilkan hal-hal aktual dan real time. Pengguna dapat dengan mudah mengecek topik yang sedang panas di laman ini.

Untuk yang suka menonton video pendek, aplikasi ini memiliki fitur Helo For You. Disini, pengguna bisa melihat, mengirim komentar, menyukai, mengunduh, dan juga membagikan lagi konten kepada teman. Interface pada fitur ini mirip dengan FYP pada TikTok.

Helo For You ini juga didukung oleh algoritma yang bisa membaca kegemaran pengguna. Sehingga, apapun yang ditampilkan pada page ini akan sesuai dengan hobi, minat, dan juga kebutuhan user. Ada banyak sekali konten menarik dari para creator maupun pengguna sendiri di laman ini yang bisa diunduh dan dibagikan. Aplikasi ini juga dikabarkan didukung dengan fitur security dan privacy.

Masuk Daftar Banned App di India

Meski terdengar begitu menarik, nyatanya media sosial ini pernah di banned di India. Seperti yang dikabarkan beberapa waktu lalu bahwa ada sekitar 59 aplikasi besutan China yang diblokir di negara Bollywood itu.

Menurut otoritas India, Helo ditutup dan dilarang beroperasi terkait isu security dan privacy pengguna. Pejabat tinggi yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa selama aplikasi ini beroperasi, terdapat masalah keamanan dan resiko data-data penting keluar dari negara India.

Kementerian Elektronik dan IT India juga membenarkan adanya laporan terkait penyalahgunaan data pengguna oleh sejumlah aplikasi. Beberapa mobile apps nyatanya mencuri dan mentransmisikan pengguna secara diam-diam dan ini dianggap berbahaya. Oleh karena itu, Helo berbarengan dengan TikTok dan medsos dari China lainnya akhirnya ditutup.

Helo’s India Head, Rohan Mishra bahkan dikabarkan berhenti dari jabatannya pasca penutupan aplikasi ini oleh pemerintah. Ia mengatakan ini adalah pekerjaannya yang paling pendek dari karir profesionalnya namun juga yang menantang. Awalnya, Hello hadir di India untuk mendukung content creation dalam bahasa lokal, sama seperti di Indonesia.

Perusahaan sendiri mengklaim telah mengantongi 2,5 crore pada tahun 2018 dan menargetkan peningkatan sampai 10 crore pada akhir 2019. Namun seperti pendahulunya, TikTok, Hello harus rela ditutup di India. Pengguna yang terlanjur menyukai aplikasi ini tampaknya harus bersabar atau beralih sejenak ke platform sejenis.

Terkait tudingan masalah keamanan dan data transmisi, Hello mengatakan bakal mematuhi aturan banned di India. Spokesperson untuk Helo menuturkan kepada IANS bahwa terus berusaha memenuhi standar pemerintah terutama yang berkaitan dengan data privacy dan security di bawah hukum negara India.

Di Indonesia sendiri, Helo berkomitmen untuk menjaga keamanan data pengguna dan tidak menyalahgunakannya. Adanya fitur privasi Hello diklaim juga dapat melindungi konten supaya tetap aman. Sebagai platform jejaring sosial terintegrasi, aplikasi diharapkan bisa mempergunakan data pelanggan sebagaimana mestinya serta tidak membagikannya ke pihak lain secara diam-diam.

Cetak Uang dari Helo Indonesia

Seperti halnya TikTok, aplikasi yang satu ini juga memiliki fitur coin. Koin nantinya dapat diuangkan dan ditarik ke wallet pengguna. Pengumpulan bisa didapatkan dari jumlah interaksi di platform melalui invite teman, posting, serta berselancar dalam waktu yang lama serta tepat.

Setelah pengguna mengunduh aplikasi Hello Indonesia di smartphone, maka segeralah berinteraksi dengan membuat postingan. Konten yang diposting bisa bermacam-macam, misalnya video lucu, tutorial, podcast, song cover, dan yang lainnya. Selain itu, bisa juga mengunggah quote atau meme, foto, GIF, serta kutipan lucu.

Selain posting konten, jangan lupa untuk melakukan invite teman. Semakin banyak teman yang mengunduh aplikasi Hello Indonesia hasil undangan, maka koin bisa terus dikumpulkan. Menonton atau melihat video di aplikasi juga bisa jadi cara mengumpulkan “uang”. Apalagi jika dilakukan pada waktu yang tepat atau pada saat peak time.

Pertanyaanya, apakah aplikasi ini benar-benar bisa menghasilkan uang? Beberapa waktu lalu ramai diberitakan penipuan dengan skema Ponzi yaitu top up sejumlah dana untuk kemudian dijanjikan keuntungan. Beberapa platform media sosial juga ada yang berskema seperti ini.

Sejauh ini, belum ada laporan terkait penipuan dari Helo. Namun, pengguna disarankan tetap waspada dan tidak tergiur. Apalagi jika tujuannya menumpuk koin yang nantinya dikonversikan ke uang nyata. Review Halo juga belum menyatakan ada pengguna yang tertipu seperti misalnya jumlah koin yang sudah terkumpul hilang atau sebagainya.

Sebaiknya, pengguna menggunakan aplikasi ini sesuai tujuan utamanya yaitu jejaring sosial. Dari tampilannya, platform ini cukup menarik dan menawarkan sesuatu yang segar. Melihat konten lokal dan juga berita yang sedang trending merupakan daya tarik tersendiri. Apalagi dengan tampilan dan penggunaannya yang mudah.

Hello Indonesia siap meramaikan kancah media sosial tanah air. Tidak ada salahnya mengunduh dan berselancar dulu di dalamnya untuk mengetahui seberapa menarik aplikasi ini. Siapa tahu, konten yang diposting bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pengguna lain. Selamat mencoba!

Sumber:

https://tekno.kompas.com/read/2021/04/15/13210087/jejaring-sosial-helo-resmi-meluncur-di-indonesia?page=all#:~:text=Helo%20merupakan%20platform%20digital%20berbasis,global%20pada%20Desember%202020%20lalu.

https://www.business-standard.com/article/companies/helo-india-head-rohan-mishra-quits-following-india-s-ban-on-chinese-apps-120081401886_1.html

https://www.businessinsider.in/tech/news/tiktok-helo-say-will-comply-with-india-ban-not-sending-data-to-china-ld/articleshow/76705611.cms

https://www.androidponsel.com/20225/aplikasi-helo-penghasil-uang-terbukti-membayar-atau-sekedar-scam/

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210416144341-37-238483/ditutup-di-india-aplikasi-helo-app-meluncur-di-indonesia

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top