Program Literasi Digital oleh Kemenkominfo dan ModulnyaBerita Nasional by Liana Sandev - April 17, 2021April 17, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Kementrian Komunikasi dan Informatika mengadakan sebuah program literasi digital. Dalam program ini, Kemenkominfo sudah meluncurkan empat modul literasi digital. Tentu hal ini adalah sebuah program yang patut di apresiasi.Johnny G Plate mengatakan jika akan menggunakan pendekatan yang luas pada tiga tingkatan kecakapan digital. Sehingga, hal tersebut bisa memenuhi kebutuhan talenta digital masyarakat Indonesia yang dikira masih kurang.Empat Modul Literasi DigitalSedikit akan kami jelaskan empat modul yang diluncurkan oleh Kemenkominfo tersebut. Diantara empat modul tersebut adalah empat pilar literasi. Mulai dari digital culture, digital safety, digital ethics, dan digital skill.Keempat pilar tersebut tentu harus dicanangkan oleh pemerintah. Sehingga, masyarakat Indonesia semakin maju karena bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju ini.1. Digital CulturePilar pertama dari literasi digital adalah digital culture. Sebuah hal yang mengacu pada budaya yang dibentuk oleh kemunculan dan penggunaan teknologi digital. Hal ini harus diperhatikan dan ditekankan.Karena jika tidak, budaya dalam di dalam digitalisasi dunia ini akan sangat berdampak pada kehidupan manusia. Jika manusia semakan dimanjakan oleh penggunaan teknologi, maka budaya-budaya baik bisa saja akan lenyap pula.Maka dari itu, pilar yang pertama ini sangat penting untuk diperhatikan dan ditanamkan dalam hati dan kehidupan masyarakat Indonesia. Karena jika tidak, masyarakat hanya akan menjadi korban digitalisasi dunia.2. Digital SafetyPilar kedua adalah digital safety. Dalam proses menggunakan teknologi digital, semua orang dituntut untuk menerapkan prinsip keamanan. Digital safety ini bisa disamakan artinya dengan internet safety.Keamanan dalam mengakses teknologi digital ini adalah sebuah hal yang sangat penting. Karena jika tidak, data seseorang bisa dalam masalah. Karena itulah, dalam masalah ini, masyarakat harus paham berbagai prinsip digital safety.Fakta mengatakan jika banyak sekali hal buruk di internet. Mulai dari cyber bullying, transaksi gelap, pornografi, dan lain-lain. Hal tersebut tentu saja harus diperhatikan. Karena banyak sekali bahaya dari internet jika tidak digunakan dengan baik dan benar.Banyak orang yang tidak mau memperhatikan hal ini sama sekali. Padahal, dampaknya sangatlah buruk. Seharusnya, setiap pengguna internet dan teknologi digital harus paham apa itu term of service dan sejenisnya.3. Digital EthicsPilar ketiga adalah pilar yang tidak kalah penting. etika digital adalah segala sesuatu yang mengatur seseorang ketika menggunakan teknologi digital. Mulai dari sopan santun di dalam dunia maya, hingga penggunakan teknologi ditigal yang ramah lingkungan.Kerapkali, seseorang akan menjadi sosok berbeda ketika sudah terjun ke dalam dunia internet. Karena mereka bisa melakukan apapun tanpa nama. Sehingga, banyak terjadi transaksi gelap dan pembelian secara maya.Hal itu membuktikan jika tidak ada etika dalam digitalisasi abad ini. Setiap orang yang menggunakan teknologi, harus paham dan tahu apa itu etika. Sehingga, mereka merasa tidak egois dan mengakui keberadaan orang lain di dalam dunia maya.Penting sekali dipahami jika manusia tidak diperkenankan untuk menyakiti sesama manusia lainnya. Entah secara fisik maupun verbal. Di dalam dunia maya, semua orang bisa berkomentar baik dan buruk tanpa diketahui wajah dan keberadaannya.Jika etika dilupakan dalam akses teknologi yang masif tersebut, maka seseorang bisa saja sangat liar dalam menggunakan teknologi digital. Maka dari itu, literasi ini sangatlah penting untuk dijalankan programnya.4. Digital SkillPilar yang terakhir adalah digital skill. Dalam era industri 4.0 yang sangat canggih ini, skill digital sangatlah penting sekali. Tidak generasi tua dan tidak generasi muda, semua butuh skill digital.Semua itu demi kelangsungan hidup masing-masing. Mau tidak mau, seseorang harus memiliki skill ini sehingga bisa tetap survive dalam menjalankan kehidupan. Jika seseorang tidak ingin memiliki skill ini, otomatis ia akan kalah dengan orang lain.Maka dari itu, memiliki digital skill sangatlah penting di abad ini. Jika tidak, semua orang akan tertinggal oleh zaman. Memang menjadi satu tantangan sendiri untuk memberikan literasi digital ini kepada masyarakat umum, khususnya pada kelas masyarakat yang sudah tua.Mereka akan kesulitan menangkap canggihnya teknologi. Sehingga, akan sulit untuk memberikan edukasi literasi digital bagi mereka. Berbeda dengan generasi Z atau generasi Alpha yang sudah terbiasa menggunakan teknologi digital.Sehingga, mereka akan sangat mudah menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Meski demikian, skill ini harus diimbangan dengan manajemen dan pola kepemimpinan. Sehingga, skill tersebut bisa menjadi sebuah produk yang bermanfaat.Tertarget 2024Program dari Kemenkominfo ini ditargetkan bisa menjangkau semua wilayah di Indonesia. Sehingga semua masyarakat Indonesia akan merasakan literasi digital ini. Karena program ini memang benar-benar dibutuhkan di negara berkembang seperti Indonesia ini.JIka Indonesia dibiarkan tanpa literasi digital, maka generasi tua akan acuh dan generasi muda akan sembarangan dalam menggunakan teknologi digital. Diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat benar-benar lebih pintar dan bijak dalam menggunakan teknologi.Kedepannya, literasi digital ini diharapkan bisa meluaskan pengetahuan masyarakat. sehingga mereka tidak hanya suka menikmati tayangan atau konten dari teknologi digital. Akan tetapi, tetap memiliki pilar-pilar penting dalam digitalisasi dunia ini.Program literasi digital oleh kemenkominfo ini patutnya memang didukung sepenuhnya. Mengingat netizen Indonesia juga dikenal sebagai netizen yang paling tidak memiliki sopan santun. Padahal, secara kehidupan langsung, Indonesia sangat berbudaya dan memiliki respek pada orang lain dan memiliki rasa menghargai yang tinggi.