You are here

Israel Dapat Tekanan dari Partai Arab Israel dan Iran Pasca Penyerangan di Masjid Al Aqsa

Israel dapat tekanan dari Partai Arab Israel dan Iran
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta, Internasional – Kawasan kota suci Al Quds mendapatkan serangan yang diduga sebagai tindakan terorganisir atau terencana. Setelah penyerangan tersebut, Israel dapat tekanan dari Partai Arab Israel dan Iran serta berbagai kalangan lainnya.

Termasuk warga Paletina yang melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar Arab Saudi memberikan dukungan pada Palestina dan menghentikan Israel melakukan tindakan kejinya.

Tekanan dari Partai Arab Israel

Parta Arab Israel merupakan salah satu parta koalisi penguasa yang memiliki 4 kursi dalam kepemimpinan PM Naftali Bennett. Partai Arab Israel atau United Arab List (UAL) memberikan ultimatum dan menegaskan posisinya.

Bahwa dukungan dari partai UAL tidak akan berlanjut jika Tel Aviv terus melakukan kekerasan terhadap rakyat Palestina, khususnya yang berada di kawasan Masjid Al Aqsa.

Sebelumnya pada Juli tahun 2021, UAL juga sempat menegaskan bahwa Masjid Al Aqsa adalah milik umat Islam.

“Masjid Al Aqsa adalah milik umat Islam, tidak ada orang lain yang berhak atasnya,” ungkap UAL, dikutip dari Press Tv.

UAL juga menegaskan akan segera mengundurkan diri dari koalisi penguasa Israel sebagai sebuah blok dan tidak akan memberikan dukungan terhadap kepemerintahan Israel saat ini.

Kekerangan yang dilakukan Israel sebelumnya telah mengakibatkan lebih dari 152 jemaah terluka. Tindakan kekerasan ini semakin intens terjadi selama memasuki bulan suci Ramadhan.

Tekanan dari Presiden Iran

Atas penyerangan tersebut, Israel mendapatkan kecaman dari berbagai negara termasuk Suriah dan Maroko. Presiden Iran juga memberikan peringatan terhadap Israel, disampaikan langsung oleh Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Sebelumnya diketahui Iran tidak ingin mengakui Israel sebagai negara yang berdaulat. Iran juga diduka memberikan dukungan terhadap kelompok anti Israel seperti Hizbullah dan Hamas.

“Jika Anda (Israel) membuat langkah terkecil melawan bangsa Iran, pusat rezim Zionis akan menjadi target angkatan bersenjata kami,” Ujar Raisi, dikutip dari Times of Israel.

Raisi juga menyebutkan bahwa Iraqn terus mengawasi langkah Israel termasuk aktivitas kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

“Komponen kekuatan terbesar dalam sistem kami adalah rakyat dan angkatan bersenjata revolusioner,” lanjutnya.

Raisi juga menekankan kesiapan angkatan bersenjata yang dimiliki Iran akan membawa harapan untuk para pecinta revolusi Islam.

Semenjak menetapkan kedulatan, Israel memang sudah meningkatkan pergerakan diplomatik kepada beberapa negara di Uni Emirat Arab. Diantaranya seperti Sudan, Bahrain dan Maroko.

Termasuk Yordania dan Mesir yang sudah sejak lama menjalin hubungan erat dengan Israel. Sejauh ini sudah ada 6 negara di Arab yang mempunyai hubungan diplomatik bersama Israel.

Sementara Israel dapat tekanan dari Partai Arab Israel dan Iran serta berbagai lapisan lainnya. Rusia juga turut ambil suara atas penyerangan tersebut dan mengancam akan memberikan serangan jika Israel tidak segera menghentikan perbuatannya.

Leave a Reply

Top