You are here
Home > Berita Nasional >

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Masyarakat Sedikit Risau

Harga Kebutuhan Pokok Naik Masyarakat Sedikit Risau
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Diperkirakan oleh dampak inflasi, harga kebutuhan pokok naik. Salah satunya adalah harga cabai yang terus naik akhir-akhir ini. Kenyataan tersebut tentu membuat sebagian masyarakat risau.

Dari tahun ke tahun, kenaikan harga kebutuhan pokok memang sering kali terjadi. Hal ini tentu disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak stabil.

Dipicu oleh Inflasi Skala Kecil

Survei yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia, mengatakan jika inflasi pada bulan Desember 2021 mencapai 0,25%. Hal tersebut dipicu oleh naiknya beberapa komoditas kebutuhan pokok, terutama cabai rawit dan minyak goreng.

Selain dua komoditas tersebut, ada telur, sawi, kangkung, hingga sabun yang memicu inflasi di komoditas kebutuhan pokok. Dari pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS), harga capai per 6 Desember 2021 mencapai Rp. 45,6 ribu per kilogram.

Setelah itu, harga melejit hingga 53,3% dalam kurun waktu satu bulan. Tentu pertumbuhan harga ini sangat cepat. Maka dari itu, tidak heran jika disebut dengan inflasi kecil-kecilan.

Pada dasarnya, bukan cabai saja yang menjadi komoditas pokok yang menjadi penyebab dari adanya inflasi. Saat ini, penyebab inflasi yang sangat potensial juga selain cabai adalah minyak goreng yang dari hari ke hari harganya terus meningkat.

Bukan Hanya di Indonesia

Masalah terjadinya inflasi pada sektor kebutuhan pokok ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Di Amerika Serikat ternyata juga mengalami inflasi dengan persentase 6,2%. Sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah AS sejak 1990.

Selain itu, Inggris juga mengalami hal serupa. Hal tersebut kemungkinan besar juga disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang memicu tingkat permintaan yang lebih tinggi. Karena itulah, tekanan inflasi semakin besar.

Pandemi ini benar-benar memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor. Salah satunya adalah komoditas makanan pokok yang sangat riskan. Ketika anggaran negara tidak ekspansif, dampaknya adalah peredaran uang yang berkurang.

Sehingga, inflasi kemungkinan besar bisa terjadi dengan mudah. Terlebih jika anggaran berbagai sektor mengalami defisit. Selain itu, banyak negara yang merasakan jika kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Sebab makanan pokok ini menyangkut kebutuhan semua masyarakat.

Berdampak di Seluruh Sektor

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jika kenaikan harga komoditas pokok di Indonesia ini berdampak pada berbagai sektor. Bahkan merambah ke produsen dan eksportir di komoditas mulai dari batu baru, karet, hingga minyak sawit.

Kenaikan harga barang ini harus disikapi dengan sangat hati-hati. Keputusan yang salah dari pemerintah bisa menyebabkan dampak yang buruk bagi stabilitas ekonomi di negara ini.

Terjadinya harga kebutuhan pokok naik ini pada dasarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan oleh masyarakat. Pemerintah melalui berbagai kementrian akan terus berusaha memberikan kebijakan terbaik agar masyarakat tetap bisa menikmati harga kebutuhan pokok yang murah.

Leave a Reply

Top