You are here
Home > Berita Nasional >

4 Cara Mengetahui Phobia dalam Diri Kita Sendiri

4 Cara Mengetahui Phobia dalam Diri Kita Sendiri
Bagikan Artikel Ini

Apakah Anda mempunyai ketakutan yang berlebihan atau phobia pada suatu hal? Kadang kadang Anda barangkali merasa bingung saat sedang mengalami cemas terhadap sesuatu. Apakah cuma takut saja ataukah bisa disebut phobia. Hal ini perlu diketahui karena sebagian orang mengalami kesulitan untuk membedakan antara ketakutan biasa dan phobia. Bagaimanakah cara mengetahui phobia dalam diri kita?

Nah, untuk mengenali apakah yang Anda alami itu phobia atau bukan, simaklah cara mengetahui phobia dalam diri kita berikut ini.

Gejala gejala Fisik

Umumnya pada orang orang yang terkena phobia, gejala fisik yang diderita ialah sebagai berikut:

  • Tekanan darah naik
  • Muka memerah sedangkan tubuh lebih dingin
  • Detak jantung kencang
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Rasa seperti tercekik
  • Sesak napas
  • Pusing dan Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Mulut kering
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Mual

Gejala gejala Psikis

Selain dari gejala gejala fisik tersebut di atas, bila ada phobia dapat diketahui dengan gejala psikis atau kejiwaan seperti tercantum di bawah ini.

  • Menangis atau menjerit tanpa sebab
  • Sadar kalau rasa takut itu tak masuk akal dan berlebihan, tetapi diri Anda tidak dapat berbuat apapun
  • Takut berlebihan
  • Merasa kalau ketakutan yang tengah dihadapi mesti dihindari bagaimanapun caranya.
  • Rasa cemas dan takut yang tidak terkontrol

Gejala gejala Kompleks

Ada juga phobia dengan gejala kompleks yang tidak cuma sekadar takut pada objek khusus, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupannya. Misalnya saja agoraphobia dan phobia sosial sampai memerlukan perawatan khusus.

Cara Merespon Rasa Takut

Bila hal yang dialami merupakan suatu phobia, maka ia akan cenderung memberi respons yang berlebihan, malah sampai pingsan.

Di samping beberapa info di atas, Anda bisa mengetahui bahwa hal itu phobia bila mengalami keadaan seperti berikut ini.

  • Badan gemetar dan terjadi disorientasi.
  • Pada anak cirinya bisa kelihatan dari sikap gampang marah, menangis, dan tidak mau ditinggal orang tua.
  • Mual, pusing, muntah, malah pingsan bila ada atau melihat pada sumber phobia.
  • Kesulitan melakukan kegiatan secara wajar sebab diselimuti cemas dan takut yang amat sangat.
  • Pengidap condong akan menjauhi asal phobia atau bila tidak dapat menghindarinya ia akan bertahan dengan menyembunyikan kecemasan secara kuat.
  • Merasa bertambah cemas ketika sumber phobia kian mendekat secara jarak.
  • Khawatir, cemas, dan panik berlebih ketika terkena sumber phobia, bahkan membayangkannya juga telah amat takut.

Perbedaan Phobia dengan Ketakutan Biasa

Lain halnya dengan bila Anda cuma merasa takut. Pada rasa takut yang wajar, hal itu biasanya timbul lantaran ada pengalaman buruk pada sesuatu atau situasi khusus ataupun melihat respons orang lain pada suatu hal. Seperti misalnya takut pada anjing sebab ia pernah dikejar, takut terhadap kecoa sebab melihat orang orang di sekitarnya juga histeris dan lain sebagainya.

Sementaar itu sesuatu bisa disebut phobia bila rasa takut itu muncul berlebihan dan terjadi  secara berkelanjutan, malah Anda akan merasa amat sulit mengontrolnya. Misalnya saja pada seseorang yang phobia dengan gelap, keramaian maupun ketinggian, umumnya ia akan condong berusaha sekuat tenaga untuk mencegahnya atau menjauhinya.

Demikianlah informasi tentang cara mengetahui phobia dalam diri kita menurut ciri dan perbedaannya dengan rasa takut biasa yang penting Anda ketahui. Dengan mengerti hal ini, Anda diharapkan lebih dapat menggolongkan perasaan yang tengah Anda rasakan itu sebagai rasa takut normal atau telah masuk dalam tingkat fobia. Bila mengalami salah satu diantara hal yang menyebabkan Anda phobia dan telah tidak dapat diatasi lagi, hendaknya secepatnya berkonsultasi pada psikiater atau psikolog untuk penanganan yang baik dan benar.

Leave a Reply

Top