You are here
Home > Berita Nasional >

Mengenal Gejala dan Penyebab Utama Disleksia

Mengenal Gejala dan Penyebab Utama Disleksia
Bagikan Artikel Ini

Beragam gangguan kesehatan memang bisa saja timbul pada anggota keluarga. Salah satu diantaranya adalah disleksia. Pernahkah Anda mendengar sebutan ini? Secara ringkas, disleksia merupakan gangguan belajar yang menjadi bagian dari gangguan saraf di otak yang bisa ditemui pada anak-anak ataupun orang dewasa. Lantas seperti apa gejala dan penyebab utama disleksia?

Yuk kita ulas lebih lanjut mengenai gejala dan penyebab utama disleksia pada uraian di bawah ini.

Apakah Disleksia dan Bagaimanakah Gejalanya?

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, bahwa disleksia adalah gangguan belajar yang kemudian dicirikan dengan terjadinya kesulitan dalam hal membaca, menulis ataupun mengeja. Penderitanya umumnya kesulitan dalam masalah mengolah, mencerna dan mengenali kata-kata yang diucapkan serta mengubahnya jadi suatu kalimat. Tetapi, perlu diingat, walau hal ini adalah gangguan belajar dan berlangsung pada saraf di bagian otak, namun tak memengaruhi taraf kecerdasan seseorang.

Kebanyakan keadaan ini bisa nampak pada umur 1-2 tahun maupun saat dewasa. Gejalanya termasuk variatif, tergantung pada keadaan atau taraf keparahannya. Pada balita memang lebih susah mengetahui gejalanya, tetapi akan lebih jelas saat menginjak usia sekolah. Di bawah ini gejala-gejala yang muncul dan nampak pada penderita disleksia, umumnya:

  • Kemampuan atau perkembangan bicaranya lebih lambat di antara orang seusianya.
  • Mengalami kesulitan dalam memahami dan memproses segala apa yang ia dengar.
  • Kesulitan memperoleh atau mengucapkan kata yang tepat guna membalas pembicaraan.
  • Mengalami kesulitan membaca kata yang tak umum.
  • Kesulitan dalam mempelajari bahasa asing.
  • Sulit mengingat pada sesuatu hal.
  • Kesulitan dalam hal membaca, mengeja, menulis, serta menghitung.
  • Lamban ketika menyelesaikan tugas membaca juga menulis.
  • Lambat dalam mempelajari nama-nama dan bunyi alfabet.
  • Condong menjauhi aktivitas menulis dan membaca.
  • Kesulitan dalam mengingat warna, angka, dan huruf.
  • Sulit dalam hal memahami tata bahasa dan memberi imbuhan pada kata.
  • Salah dalam pengucapan kata maupun nama.
  • Kerap menulis dengan posisi terbalik.
  • Sulit membedakan antara huruf dengan bentuk yang nyaris mirip.

Penyebab Utama Disleksia dan Faktor Risikonya

Sejauh ini penyebab utama disleksia belum diketahui dengan pasti. Tetapi dapat karena timbulnya kelainan gen juga faktor-faktor penyulut lainnya, antara lain:

  • Terjadi infeksi atau adanya paparan alkohol maupun NAPZA saat di dalam kandungan.
  • Kelahiran yang prematur atau BBLR.
  • Catatan timbulnya disleksia dalam keluarga.

Diagnosis Disleksia dan Pengobatannya

Hal-hal yang akan jadi pertimbangan dan analisa dokter antara lain:

  • Tes akademik.
  • Pengisian kuisioner.
  • Tes psikologi.
  • Pemeriksaan saraf.
  • Situasi dan kondisi di rumah.
  • Catatan perkembangan kesehatan dan pendidikan penderita.

Disleksia adalah penyakit yang termasuk tidak bisa disembuhkan. Tetapi, deteksi dan penanganan sejak awal dapat membawa perubahan dan menambah kemampuan belajar penderita. Teknik yang banyak dipakai dan tergolong ampuh yakni fonik yang fokusnya terhadap penambahan kemampuan dalam mengenali suara dengan menekuni beberapa hal di bawah ini:

  • Menyusun kalimat dan pemahaman mengenai kosakata baru.
  • Membaca secara tepat dan mengerti makna atau artinya.
  • Mengetahui huruf dan susunanya yang membangun sebuah kata.
  • Menulis dan mengeja mulai dari kata yang mudah sampai kata yang sulit.
  • Mengetahui bunyi yang terdengar mirip.

Guna mendukung prosesnya, orang tua bisa melakukan hal-hal di bawah ini pada anak:

  • Bergabung dengan beragam grup dukungan untuk saling bertukar informasi dan saling mendukung satu dengan lainnya.
  • Batasi menonton televisi atau pemakaian gadget.
  • Memberi pemahaman pada anak mengenai kondisinya.
  • Menjalin kerja sama yang baik dengan lingkungan serta guru di sekolah.
  • Memberi motivasi dan dorongan supaya anak mau membaca.
  • Membaca dengan suara yang keras.

Demikianlah informasi tentang penyebab utama disleksia dan gejalanya serta kondisii yang mesti dipahami. Bila dalam sebuah keluarga yang salah satu anggotanya mempunyai gejala mirip dengan yang disebutkan di atas, hendaknya lekas berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui langkah penanganan yang efektif.

Leave a Reply

Top