You are here
Home > Berita Nasional >

Mengenal Penyebab Eating Disorder dan Gejalanya

Mengenal Penyebab Eating Disorder dan Gejalanya
Bagikan Artikel Ini

Eating disorder atau gangguan makan adalah gangguan mental yang diderita oleh seseorang saat  mengkonsumsi makanan. Penderita gangguan makan dapat mengkonsumsi terlalu banyak maupun terlalu sedikit makanan dan merasa terobsesi pada berat badan ataupun bentuk tubuh. Gangguan makan dibedakan menjadi beberapa jenis dan 3 diantaranya yang paling kerap diderita seseorang yakni gangguan makan berlebihan, anoreksia nervosa, dan bulimia nervosa.

Gangguan makan itu bisa dirasakan seseorang dari segala usia. Tetapi yang paling kerap mengalaminya adalah remaja berumur kira-kira 13-17 tahun. Pengidap yang menderita gangguan makan umumnya mempunyai tubuh yang terlampau kurus dan terlampau gemuk. Oleh sebab itu mesti segera diatasi agar tidak timbul komplikasi yang kian parah. Berikut ini 3 penyebab eating disorder secara umum.

Faktor Genetik

Sampai sekarang hubungan antara gangguan makan dengan kondisi genetik masih dilakukan riset lebih jauh. Namun para ahli mempercayai seseorang yang menderita eating disorder mungkin mempunyai keadaan genetik yang sedikit berlainan dengan orang yang normal yang tidak menderita gangguan makan itu.

Pada berbagai riset memperlihatkan bahwa gangguan makan itu mungkin diturunkan dari keluarganya. Seseorang yang mempunyai anggota keluarga yang menderita gangguan makan akan memiliki risiko lebih besar menderita hal serupa.

Faktor Biologi

Kondisi di dalam tubuh pun bisa menyulut timbulnya eating disorder pada seseorang. Neurotransmitter pada otak, kekurangan nutrisi, dan keadaan hormon bisa jadi penyebab seseorang menderita gangguan makan. Pada suatu riset memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan jumlah serotonin pada otak seseorang yang menderita anoreksia (sejenis eating disorder) dengan orang yang normal.

Perbedaan jumlah serotonin itu dikira bisa menjadikan seseorang yang menderita anoreksia dapat menekan selera makannya dengan cara berlebihan. Disamping itu stabilitas hormon pada tubuh seseorang pun bisa menyulut gangguan makan. Misalnya pada seorang wanita yang mempunyai hormon progesteron dan estrogen berisiko lebih tinggi menderita eating disorder. Oleh karena itu kadar hormon itu mesti terjaga supaya tidak menyulut timbulnya eating disorder.

Faktor Psikologi

Penyebab timbulnya gangguan makan pada seseorang pun dikarenakan dari keadaan psikologis dari orang itu. Kondisi psikologis amat berhubungan dengan rasa puas yang dirasakan seseorang pada bentuk tubuhnya. Oleh sebab itu seseorang pun bisa menderita gangguan makan lantaran faktor psikologisnya.

Gejala Eating Disorder

Tiap-tiap jenis gangguan makan mempunyai gejala yang berlainan, berikut ini ulasannya.

Bulimia Nervosa

Gangguan makan jenis ini menyebabkan pengidapnya merasa ingin mengeluarkan makanan yang telah dimakan secara yang tak baik. Misalnya dengan memuntahkan kembali makanannya dan memakai obat-obatan yang bisa menghilangkan cairan pada tubuh.

Tindakan seperti ini sengaja dilaksanakan karena merasa terlalu banyak mengkonsumsi makanan sehingga dirinya takut semakin gemuk. Keadaan itu menyebabkan pengidap bulimia menderita beberapa gejala berikut:

  • Mengalami gangguan elektrolit.
  • Terjadi kerusakan gigi dan gigi sensitif.
  • Mengalami gangguan pencernaan.
  • Timbul dehidrasi lantaran kekurangan cairan.
  • Pembengkakan kelenjar ludah di area rahang dan leher.
  • Radang di bagian tenggorokan.

Anoreksia Nervosa

Gangguan makan ini menyebabkan pengidapnya amat membatasi makanan yang dimakan  lantaran merasa tubuhnya terlampau gemuk. Walaupun sebetulnya keadaan tubuhnya telah ideal atau malahan terlampau kurus. Pengidap anoreksia akan berulang kali menimbang berat badannya sebab merasa kurang pede (percaya diri) dengan keadaan tubuhnya. Minimnya asupan nutrisi pada penderita anoreksia akan menyebabkannya menderita gejala berikut.

  • Beberapa organ tubuh tak berfungsi.
  • Otot menjadi lebih lemah.
  • Mengalami tekanan darah rendah.
  • Suhu tubuhnya rendah sehingga menyebabkannya merasa kedinginan.
  • Mengalami anemia
  • Siklus menstruasi tak teratur sampai tak mengalami haid.
  • Mengalami tulang keropos.
  • Kulit terasa kering.
  • Tumbuh bulu halus di seluruh tubuh.

Gangguan Makan Berlebihan

Umumnya seseorang yang menderita gangguan makan berlebihan akan tetap makan walaupun tak merasa lapar. Berikut ini beberapa gejala yang dialaminya.

  • Merasa malu ketika makan.
  • Makan terlalu cepat.
  • Tetap merasa ingin makan walaupun telah kenyang.
  • Makan terlalu banyak.

Demikian tadi ulasan mengenai penyebab eating disorder dan gejalanya yang dapat dialami seseorang. Saat Anda merasa mengalami salah satu dari beberapa gangguan makan di atas hendaknya secepatnya berkonsultasi dengan ahlinya. Dengan demikian gangguan ini dapat segera teratasi dengan baik.

 

Leave a Reply

Top