You are here
Home > Berita Nasional >

PPKM Diperpanjang Hingga 16 Agustus, Netizen: Tak Peduli!

PPKM diperpanjang hingga 16 Agustus
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya keputusan PPKM diumumkan. Ternyata, PPKM diperpanjang hingga 16 Agustus. Sebuah kabar yang sudah ditebak oleh banyak orang sebelumnya.

Pemerintah yang kewalahan mengatasi Pandemi Covid-19, akhirnya terus memperpanjang PPKM level 4 ini. Tentu saja dengan alasan Pandemi masih belum bisa dikendalikan secara sepenuhnya.

Sehingga aturan-aturan mobilitasi masyarakat harus terus ditekan. Sehingga, grafik positif Covid-19 bisa menurun dari waktu ke waktu. Namun, keputusan perpanjangan ini malah dinilai negatif oleh kebanyakan masalah.

“Sampai Akhir Tahun Sekalian”

Beberapa netizen mengatakan jika keputusan pemerintah ini dinilai tidak efektif. Memperpanjang PPKM artinya terus memberikan harapan palsu kepada masyarakat yang merasakan dampaknya.

Terutama masyarakat yang bekerja di lapangan yang membutuhkan interaksi penuh dengan pembeli. PPKM adalah sebuah kebijakan yang agaknya terasa menekan masyarakat, namun pemerintah malah terus memperpanjangnya.

“Kenapa nggak sekalian diumumkan hingga akhir tahun, biar masyarakat lebih siap-siap.”

Ada opini masyarakat yang mengatakan hal demikian. Tentu hal semacam itu dikatakan dengan emosional. Sebab keputusan perpanjangan PPKM malah membuat masyarakat tertipu lagi dan lagi.

Seolah-olah, ketika PPKM hendak berakhir, masyarakat akan merasa lebih bebas melakukan aktivitas. Ternyata setelah akan berakhir, keputusan pemerintah tetap yakni, PPKM Diperpanjang hingga 16 Agustus.

Masyarakat Semakin Tidak Peduli

Sejak awal pemberlakukan PPKM darurat, para pengamat mengatakan jika keputusan tersebut tidak efektif untuk diberlkaukan. Sebab masyarakat Indonesia memiliki strata ekonomi yang berbeda-beda.

Tetap akan ada masyarakat yang melanggar aturan PPKM karena mereka memang merasa harus melakukan hal tersebut untuk hidup dan mencari nafkah. Maka dari itu, beberapa pengamat mengatakan jika PPKM tidaklah efektif dilakukan.

Hingga saat ini, masyarakat sudah merasa bosan terhadap keputusan pemerintah tersebut. Apalagi yang menyampaikan adalah Pak Luhut. Hal semacam ini, membuat masyarakat semakin tidak percaya pada pemerintah.

Akhirnya, PPKM hanya menjadi sebuah narasi yang berlaku di beberapa tempat saja. Namun tujuan utama dari PPKM tidak lagi dilakukan dengan semestinya. Jika masyarakat sudah tidak peduli, citra pemerintah akan redup.

Dengan himpitan ekonomi yang terus ada, masyarakat tentu tidak akan dengan mudah melakukan instruksi yang diberikan oleh pemerintah. Sebab, secara logis masyarakat sudah bosan dengan perpanjangan-perpanjangan PPKM ini.

Pemerintah Penuh dengan Hujatan

Kebijakan demi kebijakan mengatasi Pandemi yang dilakukan oleh pemerintah, selain terlihat tidak efektif juga terlihat sangat tidak meyakinkan. Apapun hal yang dipertimbangkan oleh pemerintah, setiap hari pasti ada kasus penolakan PPKM.

Hal tersebut membuktikan jika masyarakat butuh bantuan dari pemerintah agar penanganan Covid-19 ini semakin dimatangkan lagi. Kebijakan PPKM yang tidak efektif dan menekan masyarakat kelas bawah, harus kembali dipertimbangkan.

Keputusan PPKM diperpanjang hingga 16 Agustus tetap akan menjadi sebuah bahan hujatan masyarakat. Pemerintah tentu harus berbenah kembali agar kepercayaan masyarakat (terutama kelas menengah dan bawah) kembali ada.

Leave a Reply

Top