You are here
Home > Berita Nasional >

Heboh Agama Baha’i! Berikut Faktanya

agama bahai
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Setelah viral pertanyaan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas yang mengucapkan selamat Hari Raya Nairuz 178 EB, Agama Baha’i menjadi sorotan di berbagai media. Pasalnya, agama tersebut jarang dikenal dan tiba-tiba diucapkan oleh menteri Agama Indonesia.

Sehingga, menjadi satu hal yang sangat menarik untuk dibahas, apakah benar Baha’i merupakan agama atau aliran dalam islam. Sehingga, timbul perdebatan di kalangan masyarakat akan hal tersebut.

Keluar dari permasalah tersebut, Hari Raya Nairuz adalah perayaan agama Baha’i yang jauh pada tanggal 21 Maret. Inisiatif Menteri Agama yang memberikan ucapan selamat, malah menjadi masalah dan perdebatan baru di masyarakat.

Mengenal Agama Baha’i

Sebuah aliran yang lahir pada tanggal 23 Mei 1844 di Iran. Dulu negara tersebut dikenal sebagai Persia. Agama ini memiliki sebuah kepercayaan jika nantinya ada seorang utusan Tuhan yang bernama Bab untuk mempersiapkan utusan Tuhan lain.

Bahaullah adalah seseorang yang berperan sebagai utusan dengan nama asli mirza husayn Ali. Agama Baha’i datang di Indonesia dibawa oleh seseorang yang bernama Jamal dan Musthofa sekitar tahun 1878.

Hingga saat ini, penganut agama tersebut di dunia sudah berada pada angka 6 juta orang. Tersebar di 191 negara. Sedangkan di Indonesia, ada kira-kira 5 ribu orang yang menjadi penganut agama tersebut tersebar di 29 provinsi di Indonesia.

Apakah Agama Baha’i Sesat

Pada dasarnya, tidak ada orang yang berhak menyesatkan sebuah agama. Beda kasus jika ia adalah sebuah sekte atau aliran tertentu. Maka dari itu, tidak heran terkait dalam masalah Baha’i ini, banyak orang yang berbeda pendapat.

Ada yang mengatakan jika Baha’i adalah sekte islam yang sesat. Selain itu juga ada yang mengatakan jika Baha’i merupakan sebuah agama yang berdiri sendiri. Jika memang seperti itu, maka tidak ada seseorang pun yang bisa menyesatkan.

Sehingga, perspektif yang diambil harus sesuai. Jika memang Baha’i sebagai agama, maka tidak bisa disesatkan. Namun jika diambil dari perspektif sekte islam, maka Baha’i tentu akan dikatakan sebagai sekte yang sesat.

Seperti yang diungkapkan oleh Buya Hamka, jika aliran islam di Indonesia yang sesat ada dua, yakni Ahmadiyah dan Baha’iyah.

Maka dari itu, jika Baha’i dikatakan sebagai sekte dalam agama islam, yang terjadi adalah bentuk penyimpangan. Sebab ideologi yang dimiliki islam tidak sama seperti Baha’i. Apalagi dalam hal ibadah dan beberapa aspek keagamaan lainnya.

Urgensi Mengucapkan Selamat pada Agama Baha’i

Pemerintah dalam hal ini menteri Agama, memberikan selamat ketika ibadah umat Baha’i tentu harusnya memiliki urgensi. Mengingat agama ini belum benar-benar dikenal dan diperhatikan oleh masyarakat, maka harusnya menteri agama harus memiliki sikap yang jelas.

Banyak sekali masyarakat yang masih menganggap jika Baha’i merupakan sekte dalam islam. Sehingga, menteri agama yang beragama islam mendukung sekte sesat. Maka dari itu, dalam hal ini Pemerintah kurang mempertimbangkan pengetahuan masyarakat.

Tentu saja, jika Baha’i dikenal masyarakat sebagai agama yang berdiri sendiri, maka dijamin masyarakat akan terlalu peduli. Hebohnya masyarakat dan netizen disebabkan karena agama tersebut masih dikenal sebagai Sekte sesat dari agama islam.

Bentuk Ibadah Agama Baha’i

Adapun bentuk ibadah dari agama yang satu ini adalah doa dan meditasi. Sehingga, tetap ada perkumpulan ibadah dan memiliki struktur organisasi keagamaan yang hampir sama seperti agama lain.

Sehingga ada ritual doa yang seperti agama islam. Satu hal yang menarik adalah, dalam Agama ini ada ibadah sholat wajib. Artinya, salah satu bentuk ibadah dalam agama tersebut adalah shalat.

Meskipun memang shalat yang terlihat oleh agama tersebut sangat berbeda dengan agama islam. Selain itu, Baha’u’llah juga mengklaim memiliki ratusan doa. Dimana, doa-doa tersebut memiliki penggunaan yang berbeda-beda.

Karena kemiripan ibadah yang dimiliki agama Baha’i inilah, agama ini dikenal sebagai sekte sesat dalam islam.  Sebab memang dari masalah kepercayaan dan peribadatan sangatlah berbeda dari agama islam.

Tidak salah jika agama tersebut viral di media sosial dan diberitakan oleh banyak media. Karena memang secara eksistensi, agama ini tidak begitu dikenal. Bahkan beberapa masyarakat masih mengenal baha’i sebagai agama islam, namun termasuk sekte yang sesat.

Secara Regulasi dan UU tidak Masalah

Apa yang disampaikan oleh Menteri Agama dikatakan oleh pengamat tidak masalah. Tentunya dengan perspektif jika Baha’i adalah merupakan sebuah agama.

Sebab jika perspektif ini tidak diluruskan, maka ungkapan tersebut malah bisa menimbulkan isu baru yang bisa menciptakan perpecahan umat. Apalagi menteri agama adalah Orang yang memiliki agama islam.

Meskipun dalam Undang-undang dan Regulasi keagamaan mengucapkan selamat pada agama lain tidak adalah masalah, namun ada sebuah ketimpangan sudut pandang. Menteri agama yang beragama islam mungkin akan jauh lebih baik, jika tidak mengucapkan secara langsung.

Sebab seolah-oleh, menteri agama yang beragama islam tersebut terasa mendukung sekte sesat. Memang hal semacam ini merupakan permasalahan dilematis di negara yang sangat plural ini.

Selain itu, Indonesia adalah negara yang sangat sensitif terhadap isu agama. Maka dari itu, sebagai menteri agama harusnya lebih mempertimbangkan hal tersebut ketika hendak melakukan hal-hal yang tidak begitu lumrah.

Dengan kata lain, agama Baha’i merupakan agama yang belum begitu dikenal. Ketimpangan pendapat dan perspektif dari agama tersebut, bisa menciptakan konflik jika tidak diposisikan secara benar. 

 

Leave a Reply

Top