Dunia sedang menyaksikan pergeseran fundamental dalam tatanan ekonomi global. Kebijakan ekonomi yang selama puluhan tahun bertumpu pada sistem Bretton Woods dan dominasi dolar AS mulai tergoyahkan. Pergantian Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada September 2025 menandai berakhirnya era ortodoksi ekonomi neoliberal di Indonesia. Jejak Karir yang Terikat IMF Sri Mulyani membangun reputasinya sebagai teknokrat handal yang setia pada resep-resep Washington Consensus. Kariernya yang gemilang di Bank Dunia dan kemudian sebagai Menteri Keuangan Indonesia selalu diwarnai pendekatan yang sangat pro-pasar dan kedisiplinan fiskal ketat. Setiap kebijakan yang diambilnya selalu mengacu pada standar-standar yang ditetapkan lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank. Namun, pendekatan ini mulai menunjukkan keterbatasannya ketika Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya menghadapi tekanan ekonomi yang semakin
Tag: sri mulyani
Prabowo Guncang Istana! Sri Mulyani Dicopot, Investor Panik!
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan reshuffle kabinet, termasuk mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan, seiring tekanan publik yang meningkat akibat protes hajatan elit parlemen. Protes Memicu Momentum Reshuffle Gelombang kemarahan publik muncul setelah terungkap informasi bahwa anggota DPR menerima tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan, hampir sepuluh kali UMP Jakarta. Protes yang berlangsung selama lima hari menelan korban jiwa dan lebih memicu kecaman atas kebijakan elit. Dictate Sistem: Sri Mulyani Dicopot Sri Mulyani, dikenal sebagai ekonom kredibel dan figur unggulan, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Langkah ini penting karena memicu keraguan investor terhadap kredibilitas fiskal pemerintah. Reaksi Investor dan Pasar Pasar merespons negatif reshuffle ini: IHSG turun sekitar
Profil Purbaya Yudhi Sadewa: Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani
Dinamika politik Indonesia kembali mengalami perubahan signifikan dengan pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya sebagai Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 September 2025. Latar Belakang dan Pendidikan Purbaya Yudhi Sadewa lahir pada 7 Juli 1964 di Bogor. Perjalanan pendidikannya dimulai dari meraih gelar Sarjana dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB). Kualitas pendidikannya semakin terasah ketika melanjutkan studi ke luar negeri. Ia memperoleh gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Kombinasi latar belakang teknik dan ekonomi ini menjadikan Purbaya sebagai sosok yang memiliki perspektif unik dalam memahami kompleksitas perekonomian
Benarkah Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara?
Beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan oleh pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dikaitkan dengan isu guru sebagai “beban negara”. Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, hingga menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya tenaga pendidik. Namun, apakah benar Sri Mulyani menyebut guru beban negara? Klarifikasi Pernyataan Sri Mulyani Dalam berbagai kesempatan, Sri Mulyani menegaskan bahwa guru bukanlah beban negara. Yang ia sampaikan adalah mengenai besarnya anggaran pendidikan yang setiap tahunnya dialokasikan pemerintah, yaitu minimal 20% dari APBN, sebagaimana diamanatkan UUD 1945. Sebagian besar anggaran ini memang digunakan untuk gaji, tunjangan, serta kebutuhan kesejahteraan guru. Namun, maksud Sri Mulyani adalah menekankan pentingnya transparansi, efektivitas, serta hasil nyata dari alokasi anggaran tersebut. Dengan kata lain, bukan guru yang menjadi beban, melainkan pemerintah ingin
Pembatasan Sosial Diperketat kembali, Demi Pulihnya Perekonomian
Sudah sejak triwulan ketiga virus Corona bertamu dan menetap di Indonesia, pemerintah pun sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi perkara ini. Seperti menetapkan kebijakan work from home, daring, dan juga pembatasan sosial diperketat. Sampai saat ini pun bukannya berkurang korban akibat virus ini, akan tetapi malah semakin banyak. Mengapa Pembatasan Sosial Diperketat? Tanggal 11-25 Januari mendatang pemerintah akan kembali menetapkan dan mengetatkan pembatasan sosial di seluruh Jawa dan Bali. Pembatasan sosial tersebut antara lain membatasi tempat kerja, mengutamakan bekerja dari rumah sistem online dengan jumlah karyawan 75%, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, pembatasan jam operasional pusat tempat perbelanjaan, sampai jam operasi transportasi kendaraan umum. Menurut Menkeu (Sri Mulyani), mengambil keputusan untuk memperketat PSBB ini merupakan hal yang baik, karena pada dasarnya virus Covid-19