Reaksi Netanyahu Saat Trump Ingin Hentikan Perang dengan IranBerita InternasionalPolitik by Maman Soleman - March 27, 2026March 27, 20260 Bagikan Artikel IniDunia menahan napas menyaksikan ketegangan di Timur Tengah yang terus meningkat. Di tengah konflik yang berkecamuk, reaksi Netanyahu saat Trump ingin hentikan perang dengan Iran menjadi sorotan internasional. Pernyataan Netanyahu mengungkap dinamika rumit di balik hubungan dua sekutu dekat itu. Dua pemimpin yang sebelumnya tampak satu suara kini mulai memperlihatkan perbedaan arah.Hubungan antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan setelah serangan terhadap ladang gas Iran memicu eskalasi besar di kawasan Teluk. Ini bukan sekadar perbedaan taktik. Ini adalah pertanda dua negara sekutu mulai berjalan di jalur yang berbeda.Latar Belakang: Bagaimana Perang Ini DimulaiPerang ini tidak terjadi tiba-tiba. Kurang dari 48 jam sebelum serangan terjadi, Netanyahu menelepon Trump. Netanyahu menyampaikan perlunya melancarkan perang yang kompleks ke Iran, dengan tujuan utama membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.Penekanan Netanyahu bahwa kesempatan untuk mengeliminasi Khamenei semakin sempit menjadi faktor yang mendorong Trump untuk memutuskan melancarkan operasi militer. Serangan ini pun digelar justru ketika negosiasi AS-Iran tentang program nuklir Teheran sedang berlangsung.Trump Mulai Membuka Pintu NegosiasiSetelah lebih dari tiga pekan bertempur, Trump mulai mengubah nada bicaranya. Komentar Netanyahu muncul tak lama setelah Trump mengumumkan pembicaraan yang dinilainya sangat produktif dengan seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.Selama lawatannya ke kawasan Teluk, Trump menyatakan masih memilih negosiasi serius dengan Iran untuk perdamaian jangka panjang. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa Washington dan Teheran telah hampir menyepakati persyaratan sebuah perjanjian nuklir.Reaksi Netanyahu: Tetap Dukung Kesepakatan, tapi Serangan Jalan TerusInilah inti dari reaksi Netanyahu. Ia tidak menolak mentah-mentah gagasan Trump. Namun ia juga tidak menghentikan serangan. Netanyahu menyatakan bahwa Trump meyakini ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian militer yang sudah diraih demi mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan yang melindungi kepentingan vital Israel. Ia menegaskan, Israel akan terus melindungi kepentingan vitalnya dalam kondisi apapun, sambil tetap melancarkan serangan di Iran maupun Lebanon.Netanyahu juga tidak melupakan agenda utamanya. Ia menegaskan bahwa serangan yang sedang berlangsung telah menghancurkan program rudal dan program nuklir Iran, sekaligus menimbulkan kerugian besar pada Hizbullah.Tujuan AS dan Israel Ternyata BerbedaDi balik koordinasi erat yang selalu diklaim dua negara ini, realitanya berbeda. Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard menyatakan bahwa tujuan Israel berfokus pada melumpuhkan kepemimpinan Iran, sementara Trump lebih berfokus pada penghancuran program rudal balistik dan angkatan laut Iran.Jika perang ini berakhir dalam waktu dekat, Netanyahu diprediksi akan keluar sebagai pihak yang paling diuntungkan. Sementara Trump justru harus berhadapan dengan guncangan pasar global dan keretakan hubungan dengan sekutu Amerika di kawasan Teluk.Dinamika yang Belum UsaiSituasi ini masih jauh dari selesai. Netanyahu secara pribadi mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Trump bisa saja memutuskan untuk mengakhiri perang kapan saja. Ia juga menyesalkan bahwa operasi Mossad untuk memicu pemberontakan di dalam Iran belum membuahkan hasil.AS dan Iran sedang berada di tengah putaran kedua perundingan nuklir ketika serangan pertama kali terjadi. Menteri Luar Negeri Oman yang menjadi mediator bahkan sempat mengklaim bahwa perdamaian sudah sangat dekat, namun hal itu tidak cukup menghentikan langkah Trump dan Netanyahu.Antara Kesepakatan dan Ambisi yang Belum TuntasReaksi Netanyahu saat Trump ingin hentikan perang dengan Iran mencerminkan kalkulasi politik yang sangat kompleks. Netanyahu mendukung kesepakatan, asalkan kepentingan vital Israel tidak dikorbankan. Namun di sisi lain, serangan tetap berjalan dan ambisi belum sepenuhnya tercapai.Perang ini berhasil mengubah peta politik Israel sesuai agenda Netanyahu, sesuatu yang sulit didapat tanpa konflik berskala besar ini. Dunia kini hanya bisa menunggu, apakah suara Trump yang menginginkan perdamaian akan cukup kuat untuk menghentikan mesin perang yang sudah bergerak penuh.