Reaksi Netanyahu Saat Trump Ingin Hentikan Perang dengan IranBerita InternasionalPolitik by Maman Soleman - March 27, 2026March 27, 20260 Dunia menahan napas menyaksikan ketegangan di Timur Tengah yang terus meningkat. Di tengah konflik yang berkecamuk, reaksi Netanyahu saat Trump ingin hentikan perang dengan Iran menjadi sorotan internasional. Pernyataan Netanyahu mengungkap dinamika rumit di balik hubungan dua sekutu dekat itu. Dua pemimpin yang sebelumnya tampak satu suara kini mulai memperlihatkan perbedaan arah. Hubungan antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan setelah serangan terhadap ladang gas Iran memicu eskalasi besar di kawasan Teluk. Ini bukan sekadar perbedaan taktik. Ini adalah pertanda dua negara sekutu mulai berjalan di jalur yang berbeda. Latar Belakang: Bagaimana Perang Ini Dimulai Perang ini tidak terjadi tiba-tiba. Kurang dari 48 jam sebelum serangan terjadi, Netanyahu menelepon Trump. Netanyahu menyampaikan perlunya melancarkan perang yang kompleks ke Iran,
Dukung Iran, China Nasihati Trump untuk Tak Cawe-cawe Negara LainBerita Internasional by Maman Soleman - January 16, 2026January 17, 20260 Beijing kembali menyuarakan penentangan keras terhadap kebijakan Amerika Serikat. China nasihati Trump untuk tak cawe-cawe negara lain, khususnya Iran. Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump mengancam tarif 25 persen bagi negara yang berbisnis dengan Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan sikap tegas Beijing. China menolak campur tangan pihak luar dalam urusan internal negara lain. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers rutin di Beijing. China Tolak Sanksi Sepihak Amerika China menegaskan penolakannya terhadap sanksi sepihak yang melanggar hukum internasional. Kedutaan Besar China di Washington menyebut kebijakan Trump sebagai langkah ilegal. Beijing menilai perang tarif tidak memiliki pemenang sama sekali. Pemerintah China berjanji melindungi kepentingan nasionalnya dengan tegas. Mao Ning menyatakan bahwa pendekatan koersif tidak bisa menyelesaikan masalah. China akan mengambil
Trump dan Greenland: Apa Strategi Amerika Sebenarnya?Berita Internasional by Algi Zaki - January 14, 2026January 19, 20260 Prediksi Kebijakan Trump terhadap Greenland: Strategi Lama dengan Pendekatan Baru? Greenland kembali menjadi sorotan geopolitik seiring menguatnya spekulasi mengenai arah kebijakan Amerika Serikat jika Donald Trump kembali berperan dominan dalam politik nasional. Ketertarikan Trump terhadap Greenland bukan hal baru. Namun, dinamika global yang berubah—terutama di kawasan Arktik—membuat pendekatan terhadap wilayah ini berpotensi mengalami penyesuaian signifikan. Dalam konteks geopolitik, Greenland memiliki nilai strategis yang besar. Letaknya di Arktik menjadikannya kunci pengawasan jalur laut baru, pertahanan udara, serta akses terhadap sumber daya alam. Oleh karena itu, kebijakan Trump terhadap Greenland kemungkinan akan berfokus pada kepentingan strategis jangka panjang Amerika Serikat. Pendekatan “America First” di Kawasan Arktik Jika merujuk pada gaya kebijakan Trump sebelumnya, prinsip “America First” diprediksi tetap menjadi fondasi utama. Greenland kemungkinan tidak akan dilihat
Deja vu: Mengapa media berbalik melawan Trump dan Biden untuk 2024Berita Internasional by Algi Zaki - July 17, 20220 Tiba-tiba tampaknya pendirian media mendorong balik keras terhadap pertandingan ulang Biden-Trump. Presiden saat ini dan mantan presiden memenangkan jabatan tersebut secara berturut-turut terlepas dari ejekan media, skeptisisme dan, dalam kasus Donald Trump, permusuhan langsung. Anda mungkin berpikir sedikit kerendahan hati diperlukan. Joe Biden mengatakan dia mencalonkan diri, tetapi sebagian besar media tidak membelinya. Trump telah memberikan setiap indikasi bahwa dia ingin mencalonkan diri, termasuk memberi tahu rekanan, yang kemudian membocorkannya kepada pers, bahwa dia mungkin mengumumkan kapan saja sekarang untuk mengosongkan bidang GOP. Namun jalinan dan gelombang udara dipenuhi dengan cerita dan pujian bahwa tak satu pun dari septuagenarian ini dapat memenangkan nominasi partai mereka, dan bahkan tidak boleh mencoba. Tidak heran kebencian Biden terhadap media tumbuh, sementara Trump telah keluar dari grafik selama setengah