You are here
Home > Berita Nasional >

Motor Tiba-Tiba Mogok Saat Hujan? Penyebabnya Bikin Kaget

hujan bikers mogok
Bagikan Artikel Ini

JakartaMusim hujan kembali menjadi momok bagi para pengendara motor di berbagai daerah. Banyaknya laporan motor mogok akibat terendam air atau gangguan pada sistem pengapian membuat bengkel dan layanan derek mengalami peningkatan permintaan layanan. Para mekanik mengingatkan bahwa motor yang sering digunakan saat hujan memerlukan perhatian ekstra agar tidak mengalami kerusakan mendadak di jalan.

Beberapa wilayah di Jakarta, Bogor, dan Bekasi melaporkan lonjakan kasus motor mogok terutama saat jalanan tergenang. Air yang masuk ke ruang mesin atau sistem kelistrikan menjadi penyebab utama motor mati mendadak. Masyarakat diminta memahami penyebab dan cara mengatasi motor mogok agar tidak panik dan dapat bertindak cepat.

Penyebab Motor Mogok Saat Musim Hujan

Menurut mekanik senior dari salah satu bengkel resmi di Jakarta Selatan, ada tiga penyebab utama motor mogok saat hujan, yaitu:

  1. Sistem pengapian basah, terutama pada motor dengan busi terbuka atau karet pelindung tidak rapat.

  2. Filter udara kemasukan air, menyebabkan aliran udara terhambat dan mesin tidak dapat bekerja optimal.

  3. Kelistrikan korslet, akibat komponen yang tidak tahan air atau sudah mengalami kerusakan sebelumnya.

“Motor yang tidak dirawat secara berkala sangat rentan mati saat hujan, terutama ketika menerobos genangan air,” ujar mekanik tersebut.

Gejala Motor Akan Mogok

Beberapa tanda motor sudah tidak dalam kondisi fit dan berpotensi mogok antara lain:

  • Tarikan gas terasa berat

  • Suara mesin tidak stabil

  • Motor brebet saat digas

  • Lampu tiba-tiba meredup

  • Motor mati saat berhenti

Jika tanda-tanda ini muncul, pengendara diimbau tidak memaksa motor berjalan menerobos genangan.


Cara Atasi Motor Mogok Saat Musim Hujan

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan pengendara saat motor mogok di tengah hujan:

1. Matikan Mesin Segera

Jika motor mulai brebet atau terasa tidak bertenaga setelah melewati genangan, segera matikan mesin. Menghidupkan mesin dalam kondisi basah hanya akan memperparah kerusakan.

2. Periksa Busi

Busi merupakan komponen paling rentan terkena air. Lepas dan keringkan busi dengan kain kering. Pastikan karet pelindung busi terpasang rapat agar air tidak mudah masuk.

3. Bersihkan Filter Udara

Filter udara yang basah menyebabkan mesin gagal mendapatkan suplai oksigen. Jika filter terkena air, jemur atau ganti dengan yang kering agar motor bisa hidup kembali.

4. Cek Kelistrikan

Pastikan soket kelistrikan seperti CDI, koil, dan kabel pengapian tidak terkena air. Jika basah, keringkan dengan tisu atau lap bersih. Jangan menyiram komponen listrik dengan air sama sekali.

5. Posisikan Motor di Tempat Lebih Tinggi

Jika mogok akibat banjir ringan, dorong motor ke tempat yang lebih kering. Memperbaiki motor di lokasi yang tergenang hanya akan menambah risiko kerusakan.

6. Jangan Memaksakan Starter Listrik

Menggunakan starter elektrik saat motor basah dapat menyebabkan korsleting. Gunakan kick starter (jika tersedia) setelah memastikan busi dan saluran udara kering.

7. Tunggu Beberapa Menit

Kadang motor hanya butuh waktu untuk mengeringkan komponen internal. Setelah menunggu, coba hidupkan kembali mesin secara perlahan.

8. Bawa ke Bengkel Terdekat Jika Tidak Bisa Menyala

Jika motor tetap tidak mau menyala, segera bawa ke bengkel. Kerusakan bisa terjadi pada injektor, karburator, atau komponen kelistrikan lainnya.


Tips Mencegah Motor Mogok di Musim Hujan

Agar motor tetap prima, mekanik menyarankan:

  • Rutin servis berkala

  • Pastikan karet busi dan soket kelistrikan tidak longgar

  • Jangan menerobos genangan tinggi

  • Gunakan penutup atau pelindung mesin

  • Periksa kondisi CVT dan karburator secara rutin

  • Simpan jas hujan untuk pengendara dan motor

Leave a Reply

Top