Pojokjakarta.com – Pada 19 Januari 2022, pemerintah meluncurkan sebuah program ekonomi, yakni minyak disubsidi jadi 14 ribu. Tentu, masyarakat berharap hal tersebut dan menyambutnya dengan baik.
Beberapa waktu sebelum minyak disubsidi jadi 14 ribu, masyarakat merasa resah dengan banyaknya bahan pokok yang naik harganya. Mulai dari cabe rawit, beras, hingga minyak goreng. Sehingga hampir terjadi punic buying.
Kebijakan pemerintah ini diberlakukan untuk mengatasi masalah naiknya harga minyak di tengah masyarakat yang semakin tidak terkontrol. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan minyak subsidi tersebut, bisa membeli di ritel modern yang masuk sebagai ritel asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo).
Beberapa toko yang bisa dikunjungi antara lain: TipTop, Lotte Mart, Superindo, Transmart, Asia Toserba, dan lain-lain. Hingga masyarakat bertanya-tanya, kapan minyak goreng subsidi ini hadir di pasar tradisional? Mengingat mereka melakukan transaksi kebutuhan pokok di pasar tradisional.
Kapan Minyak Subsidi di Pasar Tradisional?
Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan memberikan kepastian jika minyak goreng subsidi yang berharga 14 ribu tersebut akan diedarkan di pasar tradisional. Namun, masih membutuhkan waktu sekitar satu minggu setelah keputusan diterbitkan.
Sehingga, perkiraan penyesuaian harga yang bisa dilakukan oleh pemerintah yakni sekitar tanggal 26 Januari 2022.
“Pada pasar tradisional, diberikan waktu hingga satu minggu untuk melakukan penyesuaian kebijakan pemerintah ini,” ungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Diketahui, kebijakan minyak subsidi jadi 14 ribu akan berlaku hingga enam bulan. Sehingga, masyarakat tidak perlu terlalu risau. Selain itu, pemerintah juga mencanangkan jika subsidi tersebut akan diperpanjang setelah Juli 2022.
Keputusan tersebut diambil semata-mata untuk memberikan stabilitas ekonomi di tingkat masyarakat. Sebab, minyak goreng termasuk salah satu kebutuhan yang vital dalam rumah tangga. Jika harganya mahal, tentu akan banyak masyarakat yang merasa resah.
Tidak heran jika sudah banyak beberapa oknum yang mulai punic buying dan membeli banyak minyak goreng untuk suplai. Hal tersebut tentu dilakukan karena melihat situasi dan kondisi harga minyak goreng yang tidak begitu clear.
Tidak Perlu Punic Buying
Adanya keputusan pemerintah tersebut seharusnya membuat masyarakat sedikit tenang. Meskipun memang untuk sampai di pasar tradisional, butuh waktu hingga satu minggu lamanya.
Pemerintah akan menjamin kebutuhan minyak goreng di masyarakat tercukupi. Sehingga Lutfi meminta masyarakat agar tidak punic buying. Sebab, saat ini pemerintah sudah siapkan 250 juta liter selama enam bulan ke depan.
Selain itu, Lutfi juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan kecurangan ataupun melawan hukum dalam memenuhi kebutuhan. Sebab, pemerintah sudah berkomitmen akan menjamin subsidi tersebut.
Akhirnya, dengan adanya minyak disubsidi jadi 14 ribu, masyarakat tentu akan jauh lebih tenang. Bagi masyarakat kecil tentu malah berharap jika subsidi tersebut bisa diberlakukan di sektor kebutuhan pokok lainnya.