You are here
Home > Berita Nasional >

Pemerintah Akan Hilangkan Premium dan Pertalite, Tidak Ramah Lingkungan

Pemerintah Akan Hilangkan Premium dan Pertalite
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah akan hilangkan premium dan pertalite dalam beberapa skenario. Sebelumnya, rencana ini sudah pernah disinggung oleh pemerintah. Saat ini, rencana tersebut kembali dimatangkan dengan berbagai alasan.

Alasan terbesar dari penghilangan premium dan pertalite ini adalah tidak ramah lingkungan. Premium yang memiliki nilai oktan (RON) 88 dan Pertalite dengan nilai oktan 90 akan dihilangkan. Dua jenis bahan bakar ini dinilai tidak baik untuk lingkungan karena polusi yang ditimbulkan oleh keduanya.

Premium Akan Dihilangkan Lebih Dahulu

Pada dasarnya, bahan bakar jenis RON 88 dengan nama lain premium saat ini sudah jarang ditemukan, terlebih di kota-kota. Saat ini, bahan bakar yang paling murah dan dipilih oleh masyarakat adalah pertalite yang memiliki bilangan oktan lebih tinggi, yakni 90.

Pada masa transisi atau pergantian dan penyesuaian, langkah awal yang dilakukan adalah menghilangkan bahan bakar Premium. Sehingga pertalite akan terus digunakan hingga masa transisi ini selesai.

Setelah selesai, maka pemerintah akan menghilangkan pertalite juga. Hingga saat ini, diketahui jika pemakai bahan bakar premium RON 88 hanya dilakukan oleh 7 negara saja, termasuk Indonesia. Karena alasan lingkungan, bahan bakar ini akan tergeser oleh pertalite dan pertamax yang memiliki RON lebih tinggi.

Peta transisi ini diperkirakan bisa menurunkan kadar emisi udara hingga 14 persen. Sehingga udara di jalan raya dan lingkungan jauh lebih bersih untuk pengendara dan masyarakat sekitar.

Pihak Pertamina sebagai BUMN yang bersangkutan memiliki langkah-langkah tersendiri untuk menyesuaikan aturan ini. Langkah awal tentunya adalah melakukan pengurangan bensin premium dan pertalite di SPBU.

Selain itu, Pertamina juga akan melakukan pendekatan yang lebih edukatif agar masyarakat juga bergerak untuk memilih Pertamax untuk meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekitar. Setelah itu, Pertamina akan mem-simplifikasi produk yang dijual menjadi dua varian saja, antara pertamax dan Pertamax turbo saja.

Namun, langkah ini tidak akan diambil secara langsung. Ada masa transisi panjang sehingga masyarakat bisa menyesuaikan diri dan tidak perlu panik. Bahan bakar jenis Pertalite masih akan disediakan di SPBU terdekat.

Melihat Respon Masyarakat Terhadap Kebijakan Ini

Sebagian besar masyarakat tentu tidak mempermasalahkan hal tersebut, terlebih masyarakat kelas atas yang sudah biasa menggunakan Pertamax. Namun bagi masyarakat kelas bawah, tentu hal ini adalah sebuah masalah.

Boleh dikatakan, bahan bakar merupakan sebuah kebutuhan signifikan untuk berbagai mobilitas masyarakat. Maka dari itu, jika pemerintah melakukan pola tersebut secara langsung, tentu akan banyak pertentangan. Sebab bahan bakar sangat berkaitan dengan urusan ekonomi.

Rencana pemerintah akan hilangkan premium dan pertalite ini tidak perlu dikhawatirkan terlalu berlebihan bagi masyarakat. Pemerintah tentu memiliki mekanisme tersendiri agar masyarakat tidak kaget menghadapi kebijakan yang diambil.

 

Leave a Reply

Top