You are here
Home > Berita Nasional >

Marak Rokok Ilegal, Pemerintah Tidak Tinggal Diam

Rokok Ilegal 1
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Maraknya rokok ilegal membuat pemerintah geram. Berbagai langkah-langkah strategis dilakukan demi memberantas rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Namun, hal ini bukan perkara yang mudah. Sebab masyarakat juga tampaknya tidak terlalu peduli dengan hal tersebut.

Masyarakat hanya butuh menghisapnya, terlebih masalah kelas bawah yang hanya peduli masalah harganya. Sehingga, bisa dikatakan pemerintah kesulitan memberantas produksi rokok ilegal yang tidak memiliki cukai pada produksinya.

Jenis rokok yang satu ini sudah pasti akan menjadi musuh pemerintah. Sebab tidak ada yang pungkiri, rokok adalah salah satu penyumbang bea cukai yang menjadi sumber pemasukan dari pajak pada pemerintah dan negara.

Sosialisasi Gencar Dilakukan Pada Masyarakat

Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan berbagai tindakan untuk memberantas rokok tidak resmi ini. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat agar lebih terbuka pandangannya terhadap rokok yang diproduksi secara ilegal tersebut.

Sosialisasi ini gencar dilakukan dengan tajuk, “Basmi Rokok Ilegal” atau sejenisnya. Pemerintah tentu tidak akan capek melakukan sosialisasi ini demi memahamkan masyarakat bahaya jenis rokok ini. Bukan pada aspek kesehatan, akan tetapi aspek hukum dan produksi yang bisa merugikan negara.

Rokok adalah salah satu komoditas yang memiliki pajak besar pada proses produksi dan edarnya. Namun karena pajak tersebut makin hari makin tinggi, maka banyak produsen kecil-kecilan yang membuat rokok tidak resmi. Mereka menjual produk rokok yang mereka buat dengan harga yang lebih murah. Meskipun rasa dan aromanya mungkin saja hampir sama.

Persaingan harga tersebut bisa dilakukan oleh rokok tidak resmi karena masalah pajak. Rokok yang legal lebih mahal karena ada cukai-nya. Sedangkan rokok non-legal tidak memiliki aspek cukai. Sehingga harganya bisa jauh lebih murah dari rokok-rokok biasanya. Satu hal yang jelas, rokok ilegal dari aspek hukum dan pemerintahan sangat merugikan. Terlebih rokok sudah menyuplai lebih dari 30% pendapatan negara.

Rokok Ilegal Sulit Dikendalikan

Pada dasarnya, masyarakat Indonesia merokok bukan untuk membantu pendapatan negara. Mereka merokok untuk kepuasan sendiri. Sehingga tidak salah jika mereka membeli rokok ilegal. Sebab kebutuhan mereka adalah menikmati sensasi rokok tersebut.

Hal tersebut adalah menjadi salah satu alasan kenapa rokok tidak resmi ini sangat sulit dikendalikan. Peredarannya tidak terkontrol sebab produsen dan distributor memiliki pasar tersendiri untuk menjual belikannya.

Meskipun memang, pelaku rokok non-legal akan terkena sanksi penjara dan denda, hal tersebut tidak akan menyurutkan niat para produsen dan distributor. Sebab rokok tersebut bisa dikatakan jauh lebih menguntungkan dijual daripada rokok yang bercukai.

Selain itu, dari aspek pembeli, rokok tidak resmi memiliki pasar tersendiri. Ketika para perokok berat tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli rokok bercukai, maka alternatif solusi terbaiknya adalah rokok ilegal.

Leave a Reply

Top