You are here
Home > Berita Nasional >

Viral Santri Tutup Telinga Saat Dengarkan Musik, Netizen Berdebat

Viral Santri Tutup Telinga Saat Dengarkan Musik Netizen Berdebat
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Beredarnya video yang menunjukkan santri tutup telinga saat dengarkan musik, membuat jagat netizen berdebat. Video dan gambar tersebut viral diperbincangkan tanpa henti di internet. Ada yang mengkritik dan ada yang membela.

Menanggapi respon masyarakat yang begitu plural, Kemenag memberikan respon. Lewat Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, pihak Kementerian Agama mengatakan, “Itu bukan tanda-tanda ekstremisme.”

“Itu butuh konsentrasi, makanya kiai melarang santrinya mendengarkan musik. Boleh dan tak boleh ini tergantung pada mazhab kiai,” lanjut dirut Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

Sempat Diolok-olok Politikus dan Influencer

Viralnya video tersebut juga terjadi setelah ada beberapa politikus dan influencer yang mengkritik. Mereka melayangkan sebuah penolakan terhadap video tersebut dengan cation yang sinis.

Bahkan influencer ternama seperti Deddy Corbuzier menjadikan hal tersebut sebagai bahan bercandaan. Sehingga, hal tersebut membuat netizen semakin geram. Terlebih netizen yang membela para santri tersebut.

Secara kaidah hukum, memang ada ustadz yang membolehkan musik. Selain itu, tidak sedikit pula ustadz yang melarang musik. Maka jika ada ustadz atau kiai melarang santrinya mendengarkan musik, hal tersebut tidaklah sebuah masalah.

Keyakinan setiap pendidik itu berbeda-beda. Dalam hal ini, sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang para penghafal Al-Quran. Dimana, menghafal kitab suci itu bukan perkara yang main-main. Butuh konsentrasi yang tinggi agar bisa menghafal Al-Quran dengan baik. Maka tidak ada salahnya jika kiai tersebut melarang santrinya mendengarkan musik.

Semua para petinggi agama islam di Indonesia sepakat jika video viral santri tutup telinga saat dengarkan musik bukanlah sebuah indikator radikal. Sehingga, netizen perlu tahu akan hal tersebut. Radikal tidaknya seseorang tidak bisa dilihat dari sikap menutup telinga saat mendengarkan musik.

Jangan Buru-Buru Menghakimi, Itu Hak Mereka

Setelah viral dan menjadi bahan perbincangan publik. Pada petinggi negara pun angkat bicara. Mulai dari komisi VII hingga BPIP. Mereka mengatakan jika menutup telinga saat mendengarkan musik adalah hak para santri.

Dengan kata lain, jika tindakan tersebut mendukung aktivitas menghafal Al-Quran yang mereka lakukan, apa yang jadi masalah?

Selain itu, santri tersebut juga tidak pernah berbicara melarang musik dimanapun. Banyak sekali warganet yang sangat terburu-buru menghakimi. Alur berpikir yang dipakai, “Kalau tidak mau mendengarkan musik artinya radikal!”

Hak para santri untuk menutup telinga. Tidak ada yang melarang tindakan tersebut. Sama seperti tidak ada larangan untuk mendengarkan musik di Indonesia. Sehingga, seharusnya masalah ini menjadi clear dan tidak perlu diperdebatkan.

Ada banyak kiai yang mewajibkan santri tutup telinga saat dengarkan musik. Hal tersebut semata-mata sebuah keyakinan jika musik bisa mengganggu konsentrasi para penghafal Al-Quran. Sehingga, warganet tidak bisa menghakimi tanpa dasar yang kuat.

Leave a Reply

Top