You are here
Home > Berita Nasional >

Diksar Pecinta Alam Sulsel Tewaskan Satu Peserta

Diksar Pecinta Alam Sulsel Tewaskan Satu Peserta
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Kembali terjadi kasus kekerasan dalam organisasi. Kali ini diksar pecinta alam sulsel tewaskan satu peserta. Setelah diselidiki, ternyata ada bekas kekerasan di tubuh korban. hal tersebut, membuktikan jika proses pendidikan dasar (diksar) tersebut memang dipenuhi dengan proses kekerasan oleh panitia acara.

Korban yang meninggal ini bernama  Muhammad Rifaldi yang masih berumur 17 tahun. Ia adalah salah satu dari beberapa peserta diksar pecinta alam sulsel yang meninggal dunia. Benar-benar ada bekas memar di tubuh korban, sehingga membuktikan memang ada sebuah kekerasan yang dilakukan oleh panitia.

Kekerasan di Setiap Pos Kegiatan

Kegiatan semacam ini memang sering kali dilakukan. Dalihnya adalah menguatkan mental peserta. Namun banyak unsur kekerasan di dalamnya. sehingga ketika daya tahan tubuh peserta tidak kuat, tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa terjadi.

Sehingga MR tidak mustahil tewas karena mungkin saja, kala itu tubuhnya tidak kuat menahan beban mental dan fisik yang dilakukan oleh panitia. Apalagi ada indikasi kekerasan tersebut dilakukan di setiap pos kegiatan.

Ketika di setiap pos kegiatan adalh kekerasan, maka tidak mustahil bila jika tubuh peserta tidak kuat. Maka mental mereka down dan akhirnya bisa meregang nyawa. MR ini salah satu dari 13 peserta yang tidak beruntung dalam acara tersebut.

Pada dasarnya, tidak hanya pecinta alam, banyak kegiatan lain yang memiliki unsur kekerasan seperti ini. Sehingga, perlu sekali ada bagian kesehatan yang profesional ketika mengadakan acara yang seperti ini. Karena tidak main-main.

Jika hendak menguatkan mental dan fisik, maka jaminan keselamatan harus benar-benar dipikirkan. Karena setiap orang tentu ingin berkembang dan belajar di dalam organisasi, salah satunya adalah pecinta alam. Tidak semua fisik manusia kuat menjalani latihan fisik, apalagi ada unsur kekerasan yang membuat tubuh memar.

Setelah 5 Hari Proses Diksar Berlangsung

Kematian MR ini tidaklah langsung terjadi. Melainkan, ia meninggal setelah diksar dilaksanakan selama 5 hari. Tentu dalam rentang waktu tersebut, MR mendapatkan sebuah tekanan mental dan fisik yang cukup berat.

Karena tidak mungkin seseorang bisa sampai meninggal dunia ketika tidak mendapatkan tekanan yang berat. Panitia juga dapat dipastikan tidak memiliki standar pelaksanaan pelatihan mental yang begitu jelas.

Bila punya, tentu kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Karena memang sudah memiliki SOP atau Standar Operasional Pelaksanaan yang benar. Sehingga jika ada satu kelompok yang terindikasi mengalami tekanan mental, segera diatasi dan tidak sampai merenggut korban.

Telinga Mengeluarkan Darah

Korban juga mengalami luka hingga berdarah pada bagian kuping. Tentu hal tersebut bisa terjadi karena kekerasan yang dilakukan oleh panitia di setiap pos diksar. Selain itu, juga ada memar di beberapa bagian. Sehingga benar-benar ada kekerasan yang terjadi.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Pihak polisi akan terus meninjau kasus ini sehingga tidak terjadi lagi kedepannya. Karena sangat merugikan peserta diksar. Apalagi peserta diksar pecinta alam ini ada yang dari siswa, mahasiswa, dan umum.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap para panitia dan perannya. Tentu rangkaian peristiwa kekerasan tersebut akan terus diusut dan diteliti. Semua pihak pada dasarnya tidak menginginkan kejadian tersebut.

Kedepannya, diharapkan organisasi serupa lebih paham SOP pelaksanaan sehingga tidak terjadi insiden Diksar Pecinta Alam Sulsel Tewaskan Satu Peserta ini lagi. Maksud diksar ini tentu saja baik, namun bila tidak dikemas dengan baik pula, maka tidak mutahil memakan korban.

Leave a Reply

Top