Tips Travelling bagi Penyandang Disabilitas yang Aman dan NyamanTraveling by adriana - April 7, 2021April 7, 20210 Travelling bagi penyandang disabilitas perlu perencanaan yang baik. Memilih dengan bepergian ke suatu tempat atau negara lain sebagai cara untuk refreshing. Memang perlu untuk sekedar bersantai dari segala rutinitas. Namun, bagi penyandang disabilitas bisa menjadikan hal yang cukup menegangkan. Hal itu karena dapat menguji emosi, bahkan fisik. Meskipun begitu, pasti ada cara agar bisa melakukan travelling aman dan menyenangkan. Tips Travelling bagi Penyandang Disabilitas Apabila anda atau anggota keluarga penyandang disabilitas ingin melakukan travelling, maka perlu memperhatikan beberapa tips berikut ini. Sehingga dapat melakukan travelling dengan nyaman. Selain itu, bagi penyandang disabilitas mendapatkan akomodasi yang sesuai. Membuat Perencanaan yang Baik Sebelum melakukan travelling perlu untuk membuat perencanaan yang baik. Hal itu sangat penting agar perjalanan anda lebih menyenangkan. Banyak orang melakukan travelling tanpa melakukan perencanaan
Mensos Dukung Pemenuhan Hak Penyandang DisabilitasBerita Nasional by Maman Soleman - December 28, 20200 Pada pidato Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2020 Presiden Jokowi mengamanatkan kalau kini berbagai peraturan dan regulasi sudah dibuat dan dikeluarkan untuk menjamin hak-hak penyandang disabilitas. Beliau menegaskan kalau seluruh regulasi yang ada akan percuma saat tidak bisa dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2019, jumlah penyandang disabilitas sebanyak 28,62 juta jiwa (10,65% dari jumlah penduduk Indonesia). Searah dengan amanat itu, Kemensos kian merapatkan barisan, menjalankan amanat Presiden untuk menerapkan beragam regulasi untuk menjangkau seluruh penyandang disabilitas. Salah satu diantaranya lewat program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Dukung Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas ATENSI adalah perwujudan layanan langsung yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan dijalankan lewat pendekatan berdasar keluarga, komunitas, dan atau residensial. Program ATENSI terdiri atas 7