You are here
Home > Berita Nasional >

Regenerasi Kepemimpinan Politik, Akankah Terjadi di Pemilu 2024?

Regenerasi Kepemimpinan Politik
Bagikan Artikel Ini

Keadaan generasi saat ini bahkan yang sedang menjabat di kursi DPR didominasi umur baby boomers. Usia generasi Y masing jarang meskipun masih ada anggota DPR dengan usia 23 tahun. Dimana sebenarnya regenerasi kepemimpinan poltik ini penting serta menjadi bagian strategi politik.

Sebut saja salah satu partai besar di Indonesia, PDIP, dimana kepemimpinan ketua umum tetap abadi dijabat oleh Mega. Bahkan kini mencuat isu presiden Jokowi 3 periode.

Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan Politik

Menjelang pilpres 2024 mendatang, sudah ada prediksi dua kekuatan besar antara Prabowo-Puan dan Anies-AHY. Akankah hal tersebut akan terjadi? Tentu untuk menjawab hal ini perlu adanya telaah lebih dalam serta situasi politik yang mempengaruhi.

Dalam dunia politik saat ini justru dominasi para baby boomers ini yang masih menduduki jabatan-jabatan tinggi sebagai pemimpin. Sudah saatnya melakukan regenerasi bagi kaum muda yang memiliki ide serta kecintaan kepada bangsa untuk memberikan yang terbaik.

Namun, pada kenyataannya generasi muda di kancah politik tetap berada dibawah bayang-bayang para tetuanya yang berkuasa. Dimana kepemimpinan masing dianggap tabu dan harus dipegang oleh yang tua. Hal ini mengaburkan nilai guna membuka jalan bagi regenerasi kepemimpinan di suatu negara.

Seperti adanya isu presiden 3 periode yang menurut sang analis politik, Arif Susanto dari Exposit Strategic mengatakan bahwa hal itu sangat buruk. Tidak pantas terjadi adanya amandemen yang dilakukan pada Undang-Undang Dasar 1945 dikarenakan mengubah keputusan tentang lama waktu jabatan presiden.

Menurut pengamat politik dari Univ.Al Azhar, Ujang Komarudin meminta pembuat kebijakan dan semuanya guna menolak isu presiden 3 periode. Ujang menambahkan bangsa justru akan masuk ke korupsi yang panjang atau absolute power corrupts. Juga kekuasaan yang mutlak justru akan merusak bangsa.

Alasan Regenerasi Kepemimpinan Politik

Dalam menghadapi urusan bangsa tentang kepemimpinan maka regenerasi pimpinan politik memang seharusnya sudah dilakukan. Beberapa alasan kenapa hal tersebut perlu dilakukan dalam kancah kepemimpinan politik .

1. Menjaga Hakikat Konstitusi

Konstitusi bangsa yang sudah termaklumat di UUD 1945 tentang aturan kekuasaan dan kepemimpinan tidak bisa diganggu gugat. Jangan sampai bangsa Indonesia mengulang cerita sejarah mengenai Soekarno dan Soeharto dimana menjadi pemimpin Indonesia lebih dari 2 tahun lamanya. Bahkan Soeharto hingga 32 tahun menjadi presiden Indonesia.

2. Mendorong Calon Pemimpin Terbaik Maju Ke Konstitusi

Regenerasi yang diharapkan bangsa Indonesia saat ini memberikan peluang terbaik untuk bangsa Indonesia. Dimana para pemuda bangsa mulai muncul sebagai tokoh yang disegani dan memberikan peluang regenerasi politik yang ada di Indonesia. Diharapkan pula dengan adanya peran dari generasi muda Indonesia, bangsa ini semakin maju dan bersih dari korupsi.

3. Membatasi Kekuasaan Kepemimpinan

Kekuasaan kepemimpinan sebaiknya memang harus dibatasi agar menghindari kekuasaan absolute. Dimana presiden menjadi pimpinan negara selamanya, hal ini tentu tidak sesuai dengan Indonesia sebagai negara demokrasi. Pemimpin negara di Indonesia telah dibatasi waktunya yaitu hanya boleh menjabat dua periode saja. selanjutnya berganti kepemimpinan dengan cara pemilu yang mana melibatkan partai politik serta peran masyarakat untuk memilih pemimpin yang baru.

Pada pemilu 2024 mendatang diharapkan regenerasi kepemimpinan politik bisa dilakukan dengan maksimal. Namun, pada kenyataannya regenerasi ini masih saja didominasi oleh generasi tua yang dianggap memiliki pengalaman lebih luas. Sementara itu generasi muda disoroti untuk belajar dan menjadi pengikut.

Ini yang akan menjadikan sebauh regenerasi dalam poliltik tidak akan berkembang, misalnya saja kepemimpinan PDIP yang sampai saat ini di pegang oleh Megawati. Sedangkan pada partai Demokrat kepemimpinan diberikan keada generasi penurus SBY yaitu AHY.

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top