You are here

Semakin Memanas, Aung San Suu Kyi Dituduh Menerima Suap Dari Pengusaha

Aung San Suu Kyi
Bagikan Artikel Ini

Masalah kudeta yang terjadi di Myanmar, nampaknya semakin memanas. Pasalnya terdapat tuduhan baru, yang dituduhkan kepada Aung San Suu Kyi. Dirinya dituduh menerima suap, dari seorang pengusaha konstruksi. Dengan tuduhan baru ini, total sudah ada 4 tuduhan yang dijatuhkan kepada San Suu Kyi.

Terancam Dipenjara Selama 15 Tahun

Kabar terbaru menyebut, jika pihak kemiliteran menuduh Aung San Suu Kyi, mengenai perkara suap. Jika tuduhan itu benar adanya, maka San Suu Kyi harus siap dipenjara. Menurut UU Antikorupsi Myanmar, seseorang yang melakukan tindak korupsi, dapat dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Bayangan penjara 15 tahun, baru dari satu tuduhan. Jika ketiga tuduhan juga benar, maka Suu Kyi bisa mendekam sangat lama di tahanan. Tentu saja tuduhan suap ini, semakin membuat kudeta Myanmar membara.

Menerima Suap Dari Pengusaha Konstruksi

Tuduhan kasus suap Suu Kyi, pertama kali dibeberkan oleh seorang pengusaha konstruksi. Pengusaha konstruksi ini bisa tahu, karena dirinya lah yang memberi suap langsung. Maung Waik, selaku si pengusaha membeberkan, jika Suu Kyi pernah menerima suap darinya, hingga 7 miliar rupiah lebih.

Waik dengan yakin membeberkan hal ini, melalui stasiun televisi pemerintah Myanmar. Dirinya memberi suap kepada Suu Kyi, melalui beberapa tahapan. Jadi tidak langsung sekaligus, melainkan memberi beberapa kali, hingga mencapai 7 miliar rupiah lebih. Pengusaha yang pernah terlibat narkoba itu, mulai menyogok Suu Kyi dari tahun 2018.

Kasus penyogokan dan suap yang dilakukan keduanya, berlangsung hingga pertengahan tahun 2020. Waik mengatakan, setiap kali keduanya bertransaksi, tidak ada satupun saksi. Jadi sangat sulit untuk mengungkap kebenaran, dan membuat orang lain percaya. Namun Waik dengan tegas bersaksi, bahwa San Suu Kyi memang menerima suap darinya.

Advokat San Suu Kyi Menyangkal Gugatan Suap

Mendengar gugatan tersebut, Khim Maung Zaw selaku advokat San Suu Kyi, langsung menyangkalnya. Menurut Zaw, gugatan yang ditujukan kepada Aung San Suu Kyi tidak memiliki dasar. Zaw mengakui jika San Suu Kyi juga tidak sempurna, namun untuk tindak pidana korupsi, tidak akan dilakukannya.

Zaw menilai jika gugatan ini, hanya untuk menjatuhkan San Suu Kyi. Bahkan dirinya percaya, bahwa masyarakat Myanmar sependapat dengannya. Dirinya meminta agar masyarakat Myanmar, tidak tertipu dengan tuduhan ini.

Mendapatkan Banyak Tuduhan Kasus Kejahatan

Tidak hanya tuduhan suap, Aung San Suu Kyi juga dituduh melakukan kejahatan lain. Dirinya dituduh menerima suap, dalam bentuk emas batangan murni. Emas tersebut dikatakan, memiliki nilai sebesar 600 dollar AS. Lalu Suu Kyi bersama Presiden Myanmar, dituduh sebagai dalang kerusuhan.

Bahkan Suu Kyi dituduh memiliki walkie talkie, untuk menggerakkan kerusuhan. Dirinya dituduh menggerakkan kerusuhan, meski sedang ditahan pihak militer. Selanjutnya Suu Kyi juga dituduh, mengenai pelanggaran aturan pandemi Covid.

Pihak Militer Akan Menggulung Pemerintahan Myanmar

Sepertinya pihak militer, akan semakin menggencet pemerintahan sipil Myanmar. Duta Besar PBB dari Myanmar, ditahan karena dituduh sebagai pembelot. Sebelumnya dirinya membuat pernyataan kecaman, untuk aksi yang dilakukan pihak militer. Akibat pernyataan nya, militer menganggapnya sebagai pembelot, dan kemudian ditangkap.

Wakil Presiden juga ikut diamankan, karena dianggap sebagai pembelot. Selama kudeta, Wakil Presiden selalu bersembunyi. Namun tiba-tiba dirinya muncul, dan membuat sebuah pernyataan. Dirinya mengatakan jika gerakan Revolusi akan dilakukan, agar kudeta militer Myanmar dapat dihapuskan.

Hingga saat ini, kudeta Myanmar masih terus berlangsung, bahkan semakin memanas. Aung San Suu Kyi dan anggota pemerintahan sipil, akan di sidang oleh kemiliteran Myanmar. Belum diketahui, kapan sidang akan dilaksanakan.

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top