You are here

Galang Dana Online untuk Demonstran Kudeta Myanmar

Galang Dana Online untuk Demonstran Kudeta Myanmar
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Kudeta Myanmar masih belum usai. Parahnya, sudah ada kurang lebih 570 orang yang tertembak mati oleh pasukan militer Myanmar. Hal tersebut tentu sebuah kejadian luar biasa yang tercatat dalam sejarah dunia. Maka tidak heran jika ada galang dana online untuk demonstran kudeta Myanmar.

Di negara tersebut, sekarang bagi penduduk yang keluar ke jalan adalah sebuah tindakan bodoh. Karena memang, situasinya sudah sangat sulit untuk dikendalikan. Kecaman dari berbagai pihak eksternal, rasanya belum bisa menggugah kesadaran dari pengkudeta pemerintah Myanmar ini.

Kudeta Sudah Sangat Parah

Karena korban yang meninggal dunia sudah sangat banyak, maka kudeta ini dinilai sudah sangat parah. Korban yang tidak main-main tersebut, tentu saja membuat kudeta Myanmar ini sebagai salah satu kudeta bersejarah yang memakan korban sangat banyak.

Jika keluar ke jalan sudah menjadi tindakan yang dinilai boleh, maka militer Myanmar berarti sudah benar-benar sangat tidak kolaboratif. Nyawa manusia lama-lama akan menjadi sebuah main-main saja. Sehingga, dalam hal ini Militer Myanmar harus segera tahu diri.

Namun hal tersebut akan sulit terjadi. Karena memang, militer Myanmar tidak lekas menyudahi kudeta yang mereka lakukan. Malah dari hari ke hari semakin menjadi-jadi, sehingga tidak heran jika banyak korban berjatuhan.

Krisis Kemanusiaan Dunia

Warga dunia harusnya sedih melihat apa yang terjadi di Myanmar. Keluar dari permasalahan politis, tindakan dari Militer Myanmar ini sudah di luar batas. Apalagi jika dilihat dari penembakan yang telah dilakukan.

Dimana, korban-korban yang berjatuhan tersebut merupakan satu indikasi jika kepemimpinan Myanmar yang sekarang tidak bisa menjaga Hak Asasi Manusia. Sehingga tidak heran jika dikatakan kejadian di Myanmar ini adalah sebuah bentuk Krisis Kemanusiaan.

Pada dasarnya, ada cara yang lebih baik untuk melaksanakan sebuah kepemimpinan, ketimbang dengan cara kediktatoran yang seringkali malah menimbulkan penderitaan pada warganya. Mungkin pemerintahan akan lebih baik, tapi jika banyak korban yang timbul, apa artinya?

Penjualan Barang Bekas secara Virtual

Banyak orang menunjukkan aksi pembangkanan terhadap kudeta Militer Myanmar tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan penjualan barang bekas virtual. Hasilnya akan diserahkan ke pemerintah bayangan gerakan protes dan tujuan politis lainnya.

Maka tidaklah salah, jika kudeta ini sudah sangat parah. Karena sudah banyak sekali pihak yang ikut campur untuk menyelesaikannya. Akan tetapi, tidak menuaikan hasil yang memuaskan. Semua hanya bisa dilakukan secara implisit.

Bahkan beberapa pihak mulai menjual semua hal. Mulai dari pakaian, mainan hingga pelajaran musik. Semua diobral untuk menyelesaikan kasus dan permasalahan demonstran di Myanmar tersebut. Sebuah kudeta yang sangat parah sekali.

Masyarakat Asing Didorong Menyumbang

Hingga saat ini, masyarakat asing didorong untuk menyumbang. Hal tersebut adalah sebuah tindakan untuk menyadarkan kepada masyarakat akan politik Myanmar yang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Penggalangan dana tersebut pada hakikatnya berfungsi untuk menantang penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi. Hal tersebut tentu saja menarik banyak partisipasi masyarakat dunia. Apalagi bagi negara-negara tetangga Myanmar.

Platform Facebook dijadikan sebagai media sosial untuk menjual harta benda. Sumbanragn dan semua dana yang terkumpul akan ditunakan untuk mendanai komite yang mewakili Pyidaungsu Hluttaw. Dimana, ia dibentuk oleh anggota parlemen yang diblokir dari mengambil kursi mereka oleh sebuah kudeta.

Militer Myanmar Semakin Berkuasa

Semakin masyarakat melakukan demonstrasi, militer Myanmar tidak malah sadar untuk melepas jabatan, akan tetapi malah semakin berkuasa. Militer malah menyebut jika mereka adalah satu-satunya pemerintah yang sah di negara tersebut.

Mereka malah menolak junta yang berkuasa karena tidak memiliki kekuatan hukum. Sehingga, boleh dikatakan, secara diplomatis dan administratif, militer Myanmar adalah pemerintah yang memiliki kuasa penuh dan tidak bisa dianulir.

Kekuasaan dari militer Myanmar ini semakin hari semakin mutlak. Sehingga, demonstran semakin hari semakin tertekan. Maka tidak heran, jika korban semakin berjatuhan dari hari ke hari.

Kecaman Pihak Eksternal Belum Juga Mempan

Setelah dikecam oleh banyak pihak, militer Myanmar tetap belum bisa melepas jabatan mereka. Padahal, pemerintah luar negeri, mulai dari USA hingga PBB sudah mengecam tindakan kudeta Myanmar tersebut.

Namun, tanda-tanda akan menyudahi kudeta ini tidaklah muncul sama sekali. Malah Militer Myanmar semakin menjadi-jadi dengan berbagai keputusan yang membuat masyarakat Myanmar semakin tertekan.

Tanpa intervensi dari pihak luar, konflik ini akan sangat sulit diselesaikan. Karena yang saling bermusuhan adalah antara internal dan internal. Ketika militer yang seharusnya melindungi rakyat malah menjadi musuh rakyat, maka penyelesaiannya akan sangat sulit dilakukan.

Perlu banyak konsolidasi, lobbying, dan tentunya audiensi. Karena bila hal itu tidak dilakukan, bisa jadi demonstrasi ini tidak akan selesai-selesai dan terus menimbulkan korban. Hal itu sangatlah berbahaya.

Butuh Bantuan Semua Pihak

Pihak internal dan pemerintahan saja tidaklah cukup. Konflik ini membutuhkan kolaborasi aktif dari berbagai pihak. Sehingga masalah bisa segera terselesaikan. Jangan sampai gencaran militer dilakukan karena konflik semakin hari semakin parah.

Masyarakat dunia juga harus membuka mata jika konflik ini tidak hanya menjadi permasalahan Myanmar saja, akan tetapi juga masalah dunia. Karena sudah menyangkut kemanusiaan dan hak asasi manusia yang seharusnya dijunjung di semua negara.

Semoga galang dana online untuk demonstran Kudeta Myanmar ini bisa membuka mata masyarakat dunia. Sehingga, konflik di Myanmar ini segera selesai dan tidak lagi menimbulkan korban semakin banyak.

 

Leave a Reply

Top