You are here

Demonstrasi Myanmar Semakin Memanas Menelan Banyak Korban

Demonstrasi Myanmar Semakin Memanas dan Memburuk Menelan Banyak Korban
Bagikan Artikel Ini

Seperti yang diketahui, situasi di negara Myanmar sedang tidak baik. Masyarakat Myanmar sedang terlibat konflik, dengan militer negaranya sendiri. Bukannya semakin baik, situasi demonstrasi Myanmar justru semakin buruk. Seperti yang terjadi baru ini, salah satu demonstran ditembak mati. Kematian demonstran tersebut menarik perhatian dunia.

Demonstran yang tewas tersebut merupakan seorang remaja perempuan, dengan nama Ma Kyal Sin. Ma Kyal Sin diketahui berumur 19 tahun, dan merupakan salah satu demonstran paling pemberani. Banyak yang mengatakan jika penembakan Ma Kyal Sin, merupakan hal yang sangat kejam. Pasalnya remaja putri tersebut ditembak oleh polisi, tepat di kepala nya.

Mendiang Ma Kyal Sin diketahui menguasai ilmu beladiri Taekwondo. Dirinya dikenal sebagai salah satu wanita paling berani, dalam demonstrasi Myanmar. Ma Kyal Sin pernah menendang sebuah pipa air, agar para demonstran bisa mencuci muka, setelah terkena gas air mata. Selain itu dirinya juga pernah, melemparkan kembali gas air mata kearah polisi.

Dirinya memang dikenal sangat berani, dan telah dianggap sebagai pahlawan. Saat pemakaman Ma Kyal Sin, banyak demonstran dan orang terdekat yang hadir. Para demonstran dan orang terdekat, akan mengenang Ma Kyal Sin sebagai pahlawan yang berani.

Minta Agar Bagian Tubuhnya Didonorkan

Sebelum meninggal, Ma Kyal Sin pernah membuat surat pernyataan, yang terdengar seperti wasiat. Dirinya menuliskan, jika dirinya terluka dan tidak selamat, maka dirinya tidak ingin mendapatkan pertolongan. Ma Kyal Sin menginginkan agar bagian tubuhnya didonorkan, untuk orang lain yang butuh

Isi surat tulisan Ma Kyal Sin tersebut, membuat banyak orang takjub sekaligus merinding. Banyak yang berkata jika Ma Kyal Sin, merupakan sosok malaikat yang sebenarnya. Untuk mengenang jasa Ma Kyal Sin, banyak yang menuliskan kata Rest In Power di twitter. Kata tersebut pun menjadi trending, dan ditulis oleh banyak orang.

Disebut Sebagai Tragedi Berdarah Terburuk

Tidak hanya Ma Kyal Sin yang menjadi korban, namun banyak demonstran lain yang juga menjadi korban. Demonstrasi Myanmar lebih pantas disebut sebagai tragedi berdarah, dibandingkan aksi demo. Pada Rabu, 2 perempuan muda juga ditembak, dibagian kepala dan jantung. Tembakan tersebut berhasil membuat tumbang keduanya, hingga merenggut nyawa.

Di hari Rabu kemarin, tercatat sudah ada 54 korban yang tewas, ditembak oleh petugas militer dan polisi. Banyaknya korban yang berjatuhan, membuktikan jika militer Myanmar sangatlah kejam dan brutal. Yang paling sadis ialah 3 anak ditembak mati, dalam waktu sebulan ini. Pembunuhan kejam tersebut, membuat para pendukung HAM seluruh dunia murka.

Padahal militer dan polisi Myanmar, dilarang untuk menembak para demonstran dengan peluru. Para militer dan polisi Myanmar diijinkan untuk menembak bagian bawah tubuh demonstran, dalam bentuk perlindungan diri jika diserang. Namun kenyataannya, para militer dan polisi malah membunuh para demonstran seenaknya.

Pejabat Tinggi HAM PBB Mengecam Militer Myanmar

Pejabat tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet, mempertanyakan hal tersebut. Mengapa militer dan polisi Myanmar, bertindak sangat brutal terhadap para demonstran. Padahal para demonstran hanya melakukan sebuah demonstrasi damai, namun dibalas dengan kekerasan yang menjijikkan.

Bachelet meminta agar militer Myanmar, berhenti memenjarakan dan membunuh para demonstran. Menurutnya hal tersebut sangat tidak manusiawi, dan melanggar HAM seluruh demonstran. Tidak hanya Bachelet, namun seluruh penegak HAM di dunia juga merasakan kemarahan.

Para demonstran Myanmar menganggap, para petinggi militer dan bawahannya merupakan seorang pengecut. Petinggi militer hanya berlindung di tempatnya, tanpa memperdulikan demonstrasi Myanmar yang semakin buruk. Aksi keji yang dilakukan oleh para militer Myanmar, membuat masyarakat semakin memandang rendah kemiliteran Myanmar.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top