Kasus orang tenggelam masih sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan, banjir, atau aktivitas wisata air. Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan korban. Banyak insiden fatal terjadi bukan karena ketiadaan pertolongan, tetapi karena tindakan yang keliru di lapangan. Petugas SAR dan tenaga medis menegaskan bahwa masyarakat harus memahami dasar pertolongan pertama pada orang tenggelam, terutama karena detik-detik pertama sangat menentukan aliran oksigen ke otak. Kerusakan permanen dapat terjadi hanya dalam waktu 4–6 menit tanpa oksigen. Berikut panduan lengkap yang bisa dilakukan siapa pun sebelum bantuan profesional tiba. 1. Pastikan Keselamatan Penolong Jangan langsung menerjang air tanpa perhitungan. Penolong harus memastikan area aman dan tidak berisiko ikut terseret arus. Gunakan alat bantu seperti tongkat, ban, tali, atau papan sebelum turun ke air. 2. Angkat Korban ke Tempat Aman Jika memungkinkan, tarik korban ke tepi menggunakan alat bantu. Jika harus berenang, dekati dari belakang untuk menghindari korban yang panik mencengkeram penolong. 3. Periksa Kesadaran dan Nafas Setibanya di daratan: Panggil korban dengan suara keras Cek napas dan denyut nadi Jika tidak bernapas, segera lakukan tindakan lanjutan Victim assessment harus dilakukan cepat karena setiap detik berarti peluang hidup. 4. Bersihkan Jalan Napas Longgarkan pakaian di sekitar leher, bersihkan mulut dari pasir, lumpur, atau benda asing. Posisi tubuh korban dimiringkan untuk membantu air keluar dari saluran napas atas. 5. Lakukan CPR (Jika Korban Tidak Bernapas) Tindakan CPR sangat krusial: Letakkan korban di tempat datar Tekan dada 30 kali (kedalaman ±5 cm) Beri 2 kali napas bantuan Ulangi hingga korban bernapas atau bantuan medis tiba Penolong disarankan mengikuti teknik 30:2 sesuai standar internasional. 6. Jika Korban Bernapas, Hangatkan Tubuhnya Korban tenggelam rentan hipotermia. Selimuti tubuh, ganti pakaian basah jika memungkinkan, dan posisikan korban berbaring miring untuk mencegah muntah masuk ke saluran napas. 7. Hubungi Layanan Darurat Segera hubungi: 112 (darurat nasional) SAR / PMI Atau rumah sakit terdekat Walau korban tampak sadar, pemeriksaan lanjutan tetap wajib karena air bisa masuk paru-paru tanpa gejala awal (secondary drowning). 8. Jangan Lakukan Mitos Berbahaya Beberapa tindakan keliru perlu dihindari:❌ Membalik korban berulang kali❌ Menggantungkan korban terbalik❌ Memberi minum saat korban belum stabil❌ Pijatan berlebihan pada perut Semua ini justru menghambat pernapasan dan memperburuk kondisi korban.