You are here
Home > Berita Nasional >

Penyebab Gangguan Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Gangguan Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Bagikan Artikel Ini

Gangguan ginjal pada anak kini semakin sering ditemukan. Orang tua perlu memahami penyebabnya sejak dini. Ginjal berperan penting menyaring racun dalam tubuh. Jika fungsinya terganggu, kesehatan anak bisa terancam. Ada berbagai penyebab gangguan ginjal pada anak yang perlu diwaspadai.

Banyak faktor dapat memicu gangguan ginjal pada anak. Mulai dari faktor bawaan hingga kebiasaan sehari-hari. Beberapa penyebab bahkan jarang disadari orang tua. Mengetahui penyebabnya membantu mencegah risiko lebih besar. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Faktor Bawaan Lahir

Sebagian gangguan ginjal pada anak berasal dari faktor genetik. Kelainan ini biasanya sudah ada sejak dalam kandungan. Orang tua perlu mewaspadai gejala sejak bayi lahir.

Kelainan Struktur Ginjal

Beberapa anak lahir dengan struktur ginjal tidak normal. Kondisi ini disebut anomali kongenital ginjal. Ginjal bisa berukuran terlalu kecil atau tidak berkembang sempurna. Kelainan ini sering baru terdeteksi lewat pemeriksaan USG.

Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ini membuat kista tumbuh di jaringan ginjal. Kista tersebut dapat mengganggu fungsi penyaringan darah. Kondisi ini biasanya diturunkan dari orang tua ke anak.

Infeksi yang Menyerang Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih menjadi pemicu umum gangguan ginjal pada anak. Dan infeksi yang tidak ditangani bisa menyebar hingga ke ginjal. Anak perempuan cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini.

Infeksi yang Sering Kambuh

Infeksi saluran kemih yang berulang berisiko merusak jaringan ginjal. Kerusakan ini bisa terjadi secara perlahan. Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter bila muncul gejala.

Dehidrasi dan Pola Minum yang Buruk

Kurangnya asupan cairan turut memengaruhi kesehatan ginjal anak. Dehidrasi membuat ginjal bekerja lebih berat. Kebiasaan ini sering dianggap sepele oleh orang tua.

Kebiasaan Menahan Buang Air Kecil

Anak yang sering menahan kencing berisiko mengalami gangguan saluran kemih. Kebiasaan ini juga dapat memicu infeksi berulang. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi ginjal.

Penggunaan Obat-obatan Sembarangan

Konsumsi obat tanpa anjuran dokter berisiko merusak ginjal anak. Beberapa obat memiliki efek samping terhadap fungsi ginjal. Orang tua sebaiknya selalu berkonsultasi sebelum memberikan obat.

Efek Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri tertentu dapat membebani kerja ginjal. Penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Sebaiknya obat ini digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.

Pola Makan Tinggi Garam dan Gula

Kebiasaan makan tidak sehat juga berdampak pada ginjal anak. Konsumsi garam berlebih membuat ginjal bekerja ekstra keras. Makanan olahan tinggi gula juga meningkatkan risiko ini.

Konsumsi Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji umumnya mengandung garam dan lemak tinggi. Kebiasaan ini jika terus berlanjut dapat merusak ginjal. Orang tua perlu membatasi konsumsi makanan jenis ini pada anak.

Gangguan ginjal pada anak sebenarnya dapat dicegah sejak dini. Kuncinya adalah mengenali penyebab gangguan ginjal pada anak dan gejala lebih awal. Pola hidup sehat sangat membantu menjaga fungsi ginjal. Orang tua juga perlu rutin memeriksakan kesehatan anak. Dengan begitu, risiko gangguan ginjal pada anak bisa diminimalkan sejak sekarang

 

Leave a Reply

Top