You are here
Home > Berita Nasional >

Seminggu Sebelum Novel Baswedan Cs Dipecat KPK, Presiden Masih Diam

Seminggu Sebelum Novel Baswedan Cs Dipecat KPK
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Setelah munculnya hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menyatakan Novel Cs tidak lolos, akhirnya Indonesia tinggal menghitung mundur Novel Baswedan CS dipecat KPK. Hingga saat ini pula, presiden belum memberikan suara.

Novel Baswedan dan 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK akan diberhentikan pada tanggal 30 September 2021. Hal tersebut adalah keputusan dari pimpinan KPK Firli Bahuri. Keputusan ini dikatakan merupakan sebuah rekonstruksi KPK untuk menjadi lebih terstruktur. Meskipun di lain pihak, hal ini merupakan sebuah usaha pelemahan KPK agar pelaku tindak korupsi bisa lenggang di negeri ini.

Dipecat dengan Catatan ‘Merah’

Berhentinya Novel Baswedan dan teman-temannya tidak bisa dikatakan sebagai berhenti yang hormat. Mereka dicap sebagai eks. anggota KPK yang tidak bisa dibina lagi sehingga harus dikeluarkan dari KPK.

Malah dikatakan oleh beberapa pihak, para pegawai KPK non aktif sudah melakukan perlawanan hukum. Membawa polemik alih status melalui metode asesmen TWK ke Dewan Pengawasan KPK.

Meskipun demikian, laporan tersebut tidak dilanjutkan oleh dewan pengawas KPK. Sebab dikatakan melanggar kode etik dan pedoman perilaku pimpinan terkait TWK ke persidangan etik.

Mereka juga sudah menyerahkan rekomendasi tersebut kepada presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Namun hingga saat ini, tidak ada respon sama sekali dari keduanya.

Bisa dikatakan, suara dari Presiden untuk permasalahan ini sangat ditunggu. Sebab menentukan nasib Novel Baswedan Cs apakah akan dipecat atau tidak dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diduga Usaha Pelemahan KPK

Hingga saat ini, para pengamat menilai jika tindakan-tindakan tersebut dilakukan untuk memperlemah KPK. Orang-orang seperti Novel Baswedan CS bisa membahayakan eksistensi orang-orang tertentu jika dibiarkan di dalam KPK.

Pengadaan TWK diduga merupakan sebuah usaha dari oknum tertentu untuk melemahkan KPK. Sehingga orang-orang di dalam KPK tetap bisa dikontrol agar tidak sembarangan ketika melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang korupsi.

Novel Baswedan tetap kekeh dengan idealismenya, “Itu Kerja maling uang rakyat yang serang kami.”

Artinya, Novel disini memiliki dugaan jika ada oknum-oknum tertentu yang tidak suka dengan keberadaan Novel di KPK. Sehingga Ia harus dipecat dengan cara yang konstitusional, yaitu tes TWK.

Novel hingga saat ini terus ingin melawan. Ia merasa ada sebuah ketidakadilan dalam proses pemilihan pegawai KPK. Padahal, ia sudah bekerja di dalam KPK selama bertahun-tahun dan melakukan penangkapan terhadap banyak koruptor. Tiba-tiba dipecat begitu saja sebab tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Seminggu sebelum Novel Baswedan Cs dipecat, publik akan menilai. Apakah memang ada usaha-usaha pelemahan KPK oleh oknum-oknum tertentu. Terlebih lagi, hingga saat ini Presiden dan ketua DPR masih belum buka suara terhadap kasus tersebut.

Leave a Reply

Top