You are here
Home > Berita Nasional >

Mengenal Gambaran Uang Digital Bank Sentral

Uang Digital Bank Sentral
Bagikan Artikel Ini

Bank Indonesia berencana merilis mata uang digital yang diberi nama Central Bank Digital Currency (CBDC). Dirilisnya uang digital bank sentral ini menjadi salah satu bentuk upaya BI untuk mengikuti perubahan zaman dan memfasilitasi berbagai jenis transaksi digital. Sebelum resmi dirilis dan dapat dipergunakan secara umum, mari kenali dulu bagaimana seluk beluk mata uang digital ini.

Persiapan Matang

Pengumuman rencana BI meluncurkan uang digital menyita banyak perhatian publik. Disebutkan bahwa perilisan mata uang ini merupakan salah satu bentuk kewenangan BI yang menempati posisi sebagai bank sentral. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 dan telah dijabarkan kembali melalui UU mata uang dan UU Bank Indonesia.

Perry Warjiyo sebagai gubernur BI mengatakan bahwa BI berencana merilis CBDC rupiah. Disebutkan pula bahwa mata uang digital akan menjadi alat pembayaran yang sah di Indonesia. Di samping mata uang logam maupun kertas yang sudah diterbitkan oleh BI, CBDC juga akan memiliki fungsi dan kedudukan yang sama saat beredar nanti.

Itulah mengapa BI berusaha untuk mempersiapkan perilisan CBDC ini dengan sebaik-baiknya. CBDC rupiah akan dipersiapkan secara end-to-end mulai dari perancangan hingga peredarannya di masyarakat. Menurut Perry proses ini akan sama dengan yang dilakukan BI terhadap jenis mata uang kertas serta kartu debit dan kartu kredit.

Simbol Kedaulatan Negara

Mata uang digital ini akan dirilis sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus menjadi simbol dari kedaulatan negara Indonesia. Diketahui bahwa BI hanya menganggap rupiah sebagai alat pembayaran yang sah baik tunai maupun non-tunai. Hal ini sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku. Oleh karena itu hadirnya CBDC rupiah ini juga akan menjadi representasi dari kedaulatan RI.

Uang digital bank sentral ini akan menjadi sovereign currency yang dirilis oleh BI dan akan menjadi salah satu bagian kewajiban moneternya. Selain dirilis oleh BI, peredaran mata uang ini juga akan dikendalikan oleh pihak BI. Penambahan dan pengurangan pasokan CBDC rupiah akan ditentukan oleh bank sentral. Setiap tindakan tersebut akan mempertimbangkan kondisi perekonomian di Indonesia.

Salah satu pertimbangan hadirnya CBDC rupiah ini adalah untuk melaksanakan kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran di tanah air. Proses peredaran dan penggunaan CBDC rupiah tidak akan berbeda jauh dari bentuk rupiah lain yang beredar di Indonesia. Kestabilan perekonomian di Indonesia juga menjadi tujuan utama dari beredarnya mata uang digital ini.

Pertimbangan Teknologi

Pemakaian mata uang digital ini tentu tak boleh lepas dari teknologi. Peredaran CBDC digital harus menggunakan platform dan jenis teknologi yang tepat. BI kabarnya akan mempertimbangkan dengan baik teknologi mana yang akan digunakan. Mengingat saat ini begitu banyak jenis teknologi berkembang dan beragam platform memungkinkan untuk dipakai.

Menurut Perry, BI akan melihat kembali teknologi dan platform seperti apa yang digunakan oleh negara lain yang juga mengedarkan mata uang digital. Hal ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk menentukan platform yang tepat bagi CBDC rupiah. Diharapkan pilihan teknologi dan platform nanti dapat benar-benar memfasilitasi peredaran mata uang digital ini secara aman dan terkontrol.

Jika mata uang digital bank sentral ini telah resmi dirilis maka akan ada banyak kemudahan menanti. Proses transaksi tentu saja diharapkan jauh lebih praktis dan menguntungkan berbagai pihak. Diharapkan pula CBDC digital dapat menjadi pilihan alat pembayaran yang aman dan dapat digunakan untuk berbagai jenis keperluan.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top