Dalam rangka menjaga moralitas dan keselamatan generasi muda, Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, memberlakukan penerapan jam malam bagi pelajar. Gagasan ini mencuat sebagai respon terhadap meningkatnya kasus kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Selain itu maraknya aksi tawuran yang melibatkan pelajar di sejumlah daerah di Jawa Barat. Wacana ini bukan semata-mata membatasi ruang gerak anak muda, melainkan sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap tumbuh kembang generasi muda dalam lingkungan yang sehat, aman, dan produktif. Kang Dedi menyampaikan bahwa pembatasan aktivitas pelajar di luar rumah pada malam hari. Khususnya setelah pukul 10 malam. Ini adalah langkah preventif untuk melindungi mereka dari berbagai pengaruh negatif yang kerap terjadi di malam hari. Malam Hari Idealnya Pelajar Berada di Rumah Menurut Kang Dedi, pelajar idealnya sudah berada
Tag: kang dedi mulyadi
Kang Dedi Mulyadi dan Upayanya Memberantas Ormas Bermasalah
Kang Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik setelah pernyataannya yang tegas mengenai keberadaan organisasi masyarakat (ormas) yang kerap meresahkan warga. Dalam berbagai kesempatan, tokoh kharismatik asal Jawa Barat ini menyuarakan pentingnya membersihkan ruang publik dari ormas-ormas yang menyalahgunakan kewenangan dan bertindak di luar batas hukum. Sebagai mantan Bupati Purwakarta dan anggota DPR RI yang dikenal lantang membela rakyat kecil, Kang Dedi menilai bahwa sebagian ormas sudah berubah arah dari fungsi idealnya. Seharusnya menjadi wadah pengabdian masyarakat, namun justru menjadi sumber keresahan dengan praktik intimidasi, pungutan liar, bahkan keterlibatan dalam konflik horizontal. Fenomena Ormas Gagal Fungsi Menurut Kang Dedi, keberadaan ormas sebetulnya merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Mereka berperan menyuarakan kepentingan warga, memberikan pelayanan sosial, hingga menjadi penyeimbang kekuasaan. Namun, banyak ormas yang