Ada Apa di Balik Gencatan Senjata Iran-AS?Berita Internasional by Maman Soleman - April 12, 2026April 10, 20260 guhGencatan senjata Iran-AS resmi berlaku mulai 8 April 2026. Kesepakatan ini menghentikan sekitar 40 hari serangan yang melibatkan AS dan Israel ke wilayah Iran. Langkah ini mengejutkan banyak pihak. Dunia bertanya-tanya: apa sebenarnya yang mendorong kedua negara bersepakat? Gencatan senjata Iran-AS dimediasi oleh Pakistan setelah serangkaian serangan udara dan rudal. Ketegangan ini sebelumnya telah mengguncang jalur pelayaran global dan memicu lonjakan harga energi dunia. Situasinya sangat kritis. Kawasan Timur Tengah berada di ambang perang yang jauh lebih besar. Isi Kesepakatan dan Kepentingan di Baliknya Iran resmi menerima gencatan senjata selama dua minggu setelah mediasi intensif yang difasilitasi oleh Pakistan. Salah satu syarat utama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
AS Serang Iran: 3 Fasilitas Utama Nuklir Jadi SasarannyaBerita InternasionalPolitik by Maman Soleman - June 24, 20250 Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya ketika Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada 21-22 Juni 2025. Operasi militer besar-besaran ini menandai eskalasi dramatis dalam konflik regional yang telah memanas akibat ketegangan Iran-Israel. Akhirnya AS serang Iran dan tiga fasilitas utama nuklir negara tersebut jadi sasarannya. Target Serangan AS Tiga situs pengayaan nuklir Iran yang menjadi sasaran serangan adalah Natanz, Fordo, dan Isfahan. Ketiga fasilitas ini merupakan tulang punggung program nuklir Iran dan memiliki peran strategis dalam pengembangan teknologi nuklir negara tersebut. Fasilitas Natanz dikenal sebagai pusat pengayaan uranium terbesar Iran, sementara situs bawah tanah Fordo merupakan instalasi yang sangat terlindung dan dijaga ketat. Isfahan, sebagai kompleks nuklir ketiga, juga memainkan peran penting dalam program nuklir Iran. Detail Operasi
AS Tetap Musuh Korut Terbesar, Siapapun PresidennyaBerita InternasionalPolitik by Maman Soleman - January 11, 2021January 11, 20210 Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara menyatakan negaranya tidak akan mengubah sikapnya kepada Amerika Serikat (AS). Siapapun presiden AS yang akan dilantik nanti. AS tetap musuh Korut dan penghalang utama bagi revolusi rezim. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menganggap kebijakan permusuhan AS pada negaranya tak akan berubah. Terlepas siapa pun presiden yang akan menempati Gedung Putih tersebut. Oleh karena itu, dalam pidatonya Kim menyebut AS tetap musuh Korut terbesar. Hal ini diutarakan oleh Kim dalam Kongres Partai Buruh ke-8 di Pyongyang, seperti dikutip dari Arirang News, Sabtu (9/1/2021). Dalam rapat besar tersebut, Kim menyampaikan sejumlah pesan yang tampaknya ditujukan kepada Seoul dan Washington. AS Tetap Musuh Korut Terbesar Menurut Korea Central News Agency, Kim menyebutkan esensi dari kebijakan Korea Utara pada Washington tak akan
AS Tunggu Gebrakan Joe Biden, Ambisi Kalahkan ChinaBerita Internasional by Maman Soleman - December 7, 20200 Amerika Serikat (AS) dan China telah lama mengotot. Bagaimanakah tindakan Presiden terpilih AS Joe Biden nantinya masih jadi tanda tanya. Dalam forum Xiangshan yang mempertemukan ahli kebijakan militer dan internasional, mereka mempersoalkan susunan kontrol senjata yang disahkan pada akhir Perang Dingin antara Rusia dan AS. Buat dikenali, AS di bawah pemerintahan Trump telah lama cemas mengenai pengembangan nuklir yang dilakukan China. Politisi Republik tersebut sudah bersikukuh memohon China bersatu dalam Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis AS-Rusia (New START) 2010. Hubungan China - AS Setelah Joe Biden Terpilih China menampik bergabung dalam New START 2010. Dalihnya, persenjataan nuklirnya jauh lebih kecil. China pun memohon, baik AS dan Rusia kurangi persediaannya terlebih dulu. Beberapa akademisi dan penasihat militer menganjurkan China supaya memperbaiki dialog yang berhubungan dengan kepemilikan