Demokrat yang kini terbagi menjadi dua kubu yaitu Kubu Moeldoko serta AHY menjadikan partai demokrat turun elektabilitasnya di mata masyarakat. Hal ini dipicu juga dengan adanya pusaran politik kasus Hambalang beberapa tahun lalu. Dimana akhirnya saat ini kubu MDK melakukan tanggapan kepada KPK untuk ungkap masalah Hambalang pada publik. Tanggapan Jajaran KPK Atas Pusaran Kasus Politik Hambalang Atas dasar tanggapan Demokrat bagian DPP yaitu Moeldoko Cs, tanggapan KPK untuk segera mengusut kembali masalah Hambalang. Berdasarkan ungkapan dari juru bicara KPK, Fikri Ali menyatakan bahwa lembaga anti korupsi itu tak ada sangkut paut dengan politik tersebut, murni mengusut kasus Hambalang atas dasar tugas. Bukan pula karena pesanan dari pihak tertentu yang berujung pada pusaran politik antar dua kubu demokrat. Menurut Ali, memang permasalahan politik hal ini bukan barang baru. Dimana aka nada banyak pihak yang menarik KPK. Bahkan berusaha untuk mengaburkan atau mengambil kesempatan yang ada. Keberadaan kasus Hambalang sebenarnya bukan tentang desakan namun keberadaan alat bukti yang mencukupi atau tidak. Ungkapan ketua demokrat versi MDK, Max Sopacua mengungkapkan bahwa beberapa daftar yang terkena kasus korupsi. Bahkan hingga detik ini belum terkena hukum terutama mengenai kasus Hambalang. Kejadian ini yang berpeluang bagi Demokrat Kubu MDK untuk mengajukan aduan agar kasus ditangani kembali. Tertangkapnya RJ Rino Terkait Kasus Hambalang Sekali lagi KPK menggarisbawahi bahwa penangkapan RJ Rino bukan karena pusaran pada politik kasus Hambalang akibat desakan kubu MDK. Rino tertahan oleh KPK tanggal 26 Maret, apakah karena tradisi penangkapan Jumat? KPK sering melakukan penangkapan para tersangkanya di hari Jumat. Hingga akhirnya penangkapan KPK ini disebut dengan hari jumat keramat. Rino sudah menjadi tersangka terkait kasus Hambalang di tahun 2015 sejak bulan desember. Ini merupakan penantian panjang bagi RJ Rino yang mengaku senang akhirnya tertangkap. Bukan artinya senang jadi tahanan melainkan kejelasan status RJ Rino sejak tahun 2015 ini terungkap. RJ Rino yang merupakan salah satu orang terdekat mantan wakil presiden Yusuf Kalla ini. tak disangka menjadi salah satu orang yang terkait kasus Hambalang. Dimana pada tahun 2015 tersebut Rino tidak langsung ditangkap serta ditahan. Akibat proses hukum yang tertunda ini justru merugikan tersangka, tetap saja tidak bebas dan sangat mengikat statusnya itu selama 5 tahun ini. Lalu kenapa KPK baru menangkap Rino dan menahannya saat ini? setelah 2015 RJ Rino sudah jadi tersangka terkait kasus Hambalang. Apakah bukti sudah cukup? Apa yang sebenarnya dipersiapkan KPK pada kasus ini saat ini? Harapan DPP Partai Demokrat Atas masalah Hambalang yang disebut oleh Max dengan menyeret nama Eddie Baskoro Yudhoyono atau Ibas ini. Membuat demokrat semakin tampak buruk dimata masyarakat, maka Max berharap kasus Hambalang ini segera di proses secara totalitas. Guna mengembalikan nama partai demokrat di bawah pimpinan Moeldoko di 2024 guna mendulang suara kembali. Harapannya pula bahwa KPK mampu menyelidiki kasus Hambalang dengan kehadiran saksi yang terkait. Tentunya mendengarkan semua pernyataan saksi yang berkaitan dengan Hambalang. Juga tidak ingin penguasa dari demokrat adalah orang yang terlibat dengan kasus Hambalang. Demokrat kini sedang mengalami guncangan terutama Kubu AHY yang dianggap tersangkut dengan keberadaan Hambalang. Bahkan nama AHY belum tersentuh sama sekali terkait kasus ini, menurut Max, Ibas kan belum tersangkut sama sekali, segera hadirkan saksi. Keberadaan penangkapan RJ Rino yang digadang-gadang merupakan pusaran politik kasus Hambalang ini memicu harapan di Kubu Moeldoko. Berharap kasus Hambalang ini segera terungkap sesuai dengan prosedur hukum dan penyidikan dari KPK.