Segelas air es terasa menyegarkan saat cuaca panas. Namun, dampak negatif sering minum air es perlu diketahui sejak dini. Kebiasaan ini tampak sepele. Padahal, tubuh bisa memberi reaksi yang kurang nyaman. Banyak orang minum air es setiap hari tanpa berpikir panjang. Tak sedikit yang mengira kebiasaan ini sepenuhnya aman. Di warung, kantor, hingga rumah, minuman dingin selalu tersedia. Artikel ini membahas keluhan yang mungkin muncul. Penjelasannya juga meluruskan beberapa mitos yang beredar di masyarakat. Gangguan pada Tenggorokan dan Saluran Napas Tenggorokan adalah bagian pertama yang bersentuhan dengan air es. Reaksi tubuh di area ini sering paling cepat terasa. Tenggorokan Terasa Tidak Nyaman Suhu yang sangat dingin dapat membuat otot tenggorokan menegang. Akibatnya, tenggorokan terasa kering, gatal, atau sakit. Kondisi ini lebih terasa saat udara kering atau berdebu. Keluhan ini biasanya muncul pada orang yang memang sensitif. Gejalanya umumnya ringan dan hilang sendiri. Mitos Batuk dan Pilek Banyak orang percaya air es menyebabkan batuk dan pilek. Faktanya, penyebab utamanya adalah virus. Bukti ilmiah soal air es sebagai pemicu langsung masih terbatas. Namun, air dingin bisa memperburuk iritasi yang sudah ada. Jadi, orang yang sedang radang sebaiknya menghindarinya. Gangguan pada Sistem Pencernaan Setelah ditelan, air es masuk ke saluran pencernaan. Suhu dingin dapat memengaruhi kenyamanan perut sebagian orang. Kenyamanan itu sering berbeda pada setiap orang. Perut Kram dan Tidak Nyaman Air es dapat memicu kontraksi otot lambung pada orang tertentu. Hasilnya berupa kram, perut begah, atau rasa mulas. Risikonya lebih besar jika diminum saat perut kosong. Minum cepat dalam jumlah banyak juga memperparah keluhan. Anggapan bahwa air es membuat lemak mengeras belum terbukti kuat. Risiko bagi Penderita Kondisi Tertentu Sebagian orang memiliki gangguan pencernaan yang peka terhadap suhu. Penderita akalasia, misalnya, bisa mengalami gejala lebih berat setelah minum air dingin. Penderita sakit maag juga kerap merasa tidak nyaman. Jika mengalami hal ini, konsultasikan ke dokter. Keluhan pada Kepala dan Gigi Air es juga dapat memicu reaksi di area kepala dan mulut. Reaksi ini biasanya singkat tetapi cukup mengganggu. Sakit Kepala Mendadak Minuman sangat dingin dapat memicu nyeri kepala singkat atau brain freeze. Pembuluh darah di sekitar langit-langit mulut menyempit lalu melebar. Perubahan ini merangsang saraf dan menimbulkan nyeri tajam. Rasa sakitnya biasanya hilang dalam hitungan menit. Penderita migrain bahkan lebih rentan mengalaminya. Gigi Terasa Ngilu Gigi sensitif mudah bereaksi terhadap suhu ekstrem. Email gigi yang menipis membuat saraf lebih mudah terpapar. Akibatnya, gigi terasa ngilu saat terkena air es. Mengunyah es batu juga berisiko merusak gigi. Periksakan gigi bila ngilu terus berulang. Tips Aman Menikmati Minuman Dingin Anda tidak perlu menghindari air es sepenuhnya. Beberapa kebiasaan sederhana bisa mengurangi risikonya. Atur Jumlah dan Cara Minum Minumlah perlahan, jangan sekaligus. Batasi porsi air es dalam sehari. Utamakan air putih bersuhu ruang untuk kebutuhan harian. Hindari air es saat perut kosong atau tenggorokan sedang sakit. Pilih Alternatif yang Lebih Ramah Air hangat atau suhu ruang lebih mudah diterima tubuh. Anda bisa menambahkan irisan lemon atau mentimun. Cara ini tetap terasa segar tanpa suhu ekstrem. Kenali Sinyal Tubuh Setiap orang punya toleransi berbeda. Perhatikan reaksi tubuh setelah minum air es. Jika keluhan sering muncul, kurangi frekuensinya. Segera ke dokter jika gejala berat atau berlangsung lama. Air es memang menyegarkan, tetapi tidak selalu ramah bagi semua orang. Keluhan seperti nyeri tenggorokan, kram perut, dan gigi ngilu bisa muncul. Sebagian anggapan populer juga belum terbukti secara ilmiah. Karena itu, bersikaplah bijak dalam memilih suhu minuman. Pilihlah minuman yang nyaman, bukan sekadar yang paling dingin. Dengarkan tubuh Anda dan sesuaikan kebiasaan minum setiap hari.