Pojokjakarta.com – Meski pemerintah berupaya untuk memberikan subsidi ada harga minyak goreng, kontroversi harga minyak goreng di Indonesia terus muncul. Bahkan ada Jumat (18/2/2022), ada oknum yang menimbun minyak goreng. Tentu hal tersebut dilakukan dalam rangka permainan harga untuk mendapatkan keuntungan. Hal tersebut juga sesuai apa yang dikatakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Dirinya mengungkap jika ditemukan 1,1 juta kilogram minyak goreng kemasan ditimbun di dalam satu gudang milk produsen di kabupaten Serdang. Atas penemuan tersebut, pihak kepolisian tentu akan dikerahkan untuk mengusut kasus tersebut. Setelah itu, produsen tersebut diminta segera mendistribusikan minyak goreng tersebut dengan harga eceran senilai Rp14.000. Subsidi Pemerintah Hingga 6 Bulan Setelah sempat mengalami kenaikan ekstrem, harga minyak goreng akhirnya turun berkat subsidi yang dilakukan oleh pemerintah. Beberapa triliun dana yang digelontorkan agar harga minyak turun. Sehingga, masyarakat bisa kembali memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka seperti sedia kala. Sebab, melonjaknya harga minyak tersebut membuat banyak masyarakat (khususnya menengah kebawah) merasa kesulitan dan tertekan. Jika kondisi ini terus menerus dibiarkan, maka kemungkinan besar masyarakat akan berdemo. Sebab minyak goreng adalah salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa dielakkan dalam kebutuhan rumah tangga. Bagaimanapun kondisinya, stabilitas harga minyak goreng sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah Indonesia melalui Menteri Perdagangan (Mendag) tidak tanggung dalam memberikan subsidi minyak agar masyarakat terbantu dengan harga minyak yang terjangkau. Maka dari itu, usaha pemerintah tersebut seharusnya didukung penuh oleh produsen sebagai pangkal ekonomi. Jika banyak produsen yang nakal, maka subsidi pemerintah tersebut akan sulit tiba di masyarakat kelas bawah. Sehingga mereka akan terus merasa harga minyak goreng mahal meskipun sudah disubsidi. Termasuk himbauan kepada seluruh distributor minyak goreng, agar mendistribusikan minyak goreng sesuai dengan harga jual yang telah disubsidi oleh pemerintah. Jangan sampai di negara dengan pohon sawit terbanyak di dunia, masyarakat Indonesia mengalami kondisi dimana minyak goreng sulit ditemukan dan harganya mahal. Pertegas Oknum Penyelundupan Pemerintah pada dasarnya harus mulai memperketat masalah produksi dan distribusi minyak goreng. Jika dana subsidi sudah diberikan, maka seharusnya masyarakat kelas bawah harus merasakan imbasnya. Jika tidak, maka ada yang salah di bagian distribusinya. Sehingga tidak heran jika terus terjadi kontroversi harga minyak goreng di Indonesia. Laju pertumbuhan ekonomi di satu negara tidak boleh rusak karena adanya oknum kecil yang berbuat curang. Maka dari itu, hukuman ataupun konsekuensi jelas harus diberlakukan ada oknum yang menimbun minyak goreng atau bahan kebutuhan ekonomi lain. Jangan sampai hal tindakan tersebut membuat masyarakat lain merasakan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah.