You are here

Netanyahu Bentuk Kabinet Israel 28 Hari, Mampukah?

Netanyahu Bentuk Kabinet Israel
Bagikan Artikel Ini

Benjamin Netanyahu bentuk kabinet Israel setelah dirinya ditunjuk oleh presiden Israel sebagai PM Israel yang baru. Sebelumnya Netanyahu sudah menjabat sebagai PM sejak tahun 2009. Sosok yang di mata masyarakat Israel ini sedang tersadung kasusu korupsi seharusnya tidak pantas menjadi PM terpilih selanjutnya.

Pemiliahan Netanyahu Sebagai PM Israel

Pemilu untuk memilih PM Israel sudah berlangsung dan dalam parlemen Netanyahu mendapatkan dukungan hingga 52 kursi dari 120 yang ada. Dimana beberapa pendukungnya, yaitu partai Likud miliknya hingga 30 kursi. Sementara Netanyahu ini mengalahkan rivalnya yang ada pada parlemen hingga akhirnya presiden Reuven Rivlin memilih kembali Netanyahu.

Bahkan sang presiden mengatakan, tidak ada yang lebih baik dari Netanyahu untuk posisi PM Israel ini. Terkait kasus yang sedang menjerat Netanyahu tentang kasus korupsi  mendapat respon tidak baik dari masyarakat. Bahkan menuai protes dan demo saat Netanyahu terpilih kembali jadi PM Israel.

Dalam menjalankan tugas juga mandat dari Presiden, Netanyahu bentuk kabinet Israel selama 28 hari untuk bisa menunjuk para kandidatnya. Menurut pengakuan Netanyahu, dirinya mampu mengemban tugas dan bisa melaksanakan dengan sebaiknya. Jadi dalam waktu kedepan Israel tetap memiliki Netanyahu sebagai Perdana Menterinya sejak 2009.

Tidak sampai disitu, saat kampanye juga Netanyahu pernah mengatakan akan menunjuk anggota kabinetnya yang beragama muslim. Dimana muslim di Israel mencapai 40% hingga saat ini, tentunya tetap ada peluang masuk ke kabinet baru. Ditengah PR Netanyahu menyangkut kabinet baru, ia juga mendapatkan hujatan dari banyak warga Israel terkait kasus yang sedang dialaminya.

Mengenal Profil Benyamin Netanyahu

Memulai karir di Israel pada tahun 2002 sebagai menteri luar negeri, kemudian di tahun 2003 menjadi menteri keuangan Israel. Kemudian sejak tahun 2009 hingga kini Netanyahu menjadi PM Israel  selama 12 tahun dan meneruskan tugasnya sesuai mandat. Dengan kemampuan serta pengalamanya, Netanyahu memang lebih mampu dibadingkan dengan yang lainnya.

Netanyahu ini didukung oleh partainya yang memenangkan suara lebih banyak dibandingkan partai lainnya. Telah lama menduduki kursi PM selama 12 tahun terakhir ini, tentu membuka peluang Netanyahu yang memiliki pengalaman. Bahkan pada rivalnya di partai lain belum ada yang mumpuni dengan kemampuan yang Netanyahu miliki tersebut.

Selanjutnya Netanyahu akan memulai hal baru dengan memikul beban tanggung jawab Israel saat ini. Terutama tentang hubungan internasional juga kerjasama serta masalah intern yang ada pada Israel. Hal ini membuat Netanyahu harus bekerja keras terkait tanggung jawabnya pada negara juga pribadinya.

Keputusan Rivin Menuai Protes

Rivin terkait dengan peraturan, dimana peraturan tersebut tentang konstitusi sebagai posisinya jadi Presiden. Untuk mengambil keputusan terkait siapa PM baru Israil, dengan melihat suara Netanyahu yang dominan pada parlemen ini. Maka secara jelas Rivin menunjuk Netanyahu kembali menduduki kursi perdana menteri.

Untuk memulai sebuah putusan ini tentu sangat sulit, namun sebagai presiden  harus memutuskan. Menurut Rivin, tidak ada yang lebih baik kredibilitasnya selain Netanyahu, meskipun terkait dugaan korupsi. Netanyahu masih memiliki kesempatan selama 28 hari untuk membentuk kabinet baru, jika tidak maka nantinya akan terjadi pemilu ulang.

Selama ini Israel sudah menggelar pemilu selama tiga kali dalam waktu satu tahun. Jika Netanyahu gagal dalam pembentukan kabinet baru. Maka akan terjadi pemilihan kembali yang artinya pemilihan akan terjadi empat kali jika tidak ada jalan keluar berikutnya. Namun, jika Netanyahu bentuk kabinet Israel sebelum 28 hari artinya Israil tak perlu lakukan pemilu.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top