Kasus guru Agus Saputra di Jambi dikeroyok siswa menjadi sorotan nasional. Video pengeroyokan tersebut viral di berbagai platform media sosial sejak Selasa, 13 Januari 2026. Agus Saputra merupakan guru Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur. Insiden ini memicu perdebatan tentang hubungan guru dan murid di lingkungan pendidikan. Peristiwa naas ini memperlihatkan permasalahan kompleks dalam dunia pendidikan. Guru yang seharusnya dihormati justru menjadi korban kekerasan fisik. Di sisi lain, siswa merasa tindakan mereka merupakan bentuk pembelaan. Kronologi lengkap kejadian menjadi penting untuk memahami akar masalah. Awal Mula Keributan Kejadian bermula saat Agus berjalan di depan kelas pada pagi hari. Seorang siswa meneriakkan kata-kata kasar yang dianggap tidak pantas. Agus mendengar ucapan tersebut dan langsung mendatangi kelas. Dia meminta siswa yang bersalah
Tag: Guru
Hari Guru Nasional 25 November: Menghargai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Setiap tanggal 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional, sebuah momentum penting untuk menghargai perjuangan para pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hari ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada mereka yang menjadi cahaya di setiap perjalanan belajar generasi muda. Guru bukan hanya pengajar—mereka adalah pembimbing, pengarah, bahkan inspirator yang memberikan kekuatan untuk bermimpi. Penetapan Hari Guru Nasional merujuk pada berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945, hanya beberapa bulan setelah kemerdekaan Indonesia. Sejak itu, peringatan Hari Guru menjadi pengingat bahwa pendidik memiliki peran besar dalam menciptakan masa depan bangsa. Di era modern saat ini, tantangan dunia pendidikan semakin besar, tetapi dedikasi para guru tidak pernah padam. Mereka terus beradaptasi, menggunakan teknologi,
Benarkah Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara?
Beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan oleh pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dikaitkan dengan isu guru sebagai “beban negara”. Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, hingga menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya tenaga pendidik. Namun, apakah benar Sri Mulyani menyebut guru beban negara? Klarifikasi Pernyataan Sri Mulyani Dalam berbagai kesempatan, Sri Mulyani menegaskan bahwa guru bukanlah beban negara. Yang ia sampaikan adalah mengenai besarnya anggaran pendidikan yang setiap tahunnya dialokasikan pemerintah, yaitu minimal 20% dari APBN, sebagaimana diamanatkan UUD 1945. Sebagian besar anggaran ini memang digunakan untuk gaji, tunjangan, serta kebutuhan kesejahteraan guru. Namun, maksud Sri Mulyani adalah menekankan pentingnya transparansi, efektivitas, serta hasil nyata dari alokasi anggaran tersebut. Dengan kata lain, bukan guru yang menjadi beban, melainkan pemerintah ingin
Info GTK : Meningkatkan Kualitas Guru dan Pendidikan Indonesia
Info GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) adalah sebuah platform digital yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengelola data guru dan tenaga kependidikan dengan lebih efektif dan efisien. Sebelum adanya Info Guru dan Tenaga Kependidikan, pengelolaan data guru di Indonesia sering kali tersebar di berbagai sistem yang berbeda dan kurang terintegrasi, yang menyebabkan masalah dalam validasi dan verifikasi data. Awal mula pembentukan Info Guru dan Tenaga Kependidikan dapat ditelusuri kembali ke kebutuhan mendesak untuk memperbaiki manajemen data pendidikan di Indonesia. Sistem yang ada sebelumnya tidak mampu memenuhi tuntutan administratif yang terus berkembang, terutama dalam hal validasi data untuk tunjangan guru, sertifikasi, dan pengelolaan tenaga kependidikan. Dengan demikian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil inisiatif untuk mengembangkan satu