Turki terseret konflik Somalia seiring makin dalamnya peran Ankara di negara Tanduk Afrika itu. Sejak 2011, hubungan kedua negara terus menguat. Kini Turki menjadi salah satu mitra keamanan terpenting bagi Mogadishu. Namun kedekatan itu membawa risiko politik yang tidak kecil. Memasuki 2026, situasi Somalia kian memanas. Perdebatan konstitusi, protes oposisi, dan ancaman militan datang bersamaan. Ankara harus menjaga posisinya dengan sangat hati-hati. Artikel ini mengulas akar keterlibatan Turki, tekanan politiknya, dan risiko yang mengintai. Setiap langkah Ankara kini diawasi banyak pihak. Akar Keterlibatan Turki di Somalia Keterlibatan Turki bermula dari krisis pangan di Somalia. Seiring waktu, bantuan itu berkembang menjadi kebijakan yang jauh lebih luas. Kini Ankara hadir di bidang keamanan, ekonomi, dan diplomasi. Dari Bantuan Kemanusiaan ke Kekuatan Militer Bantuan kemanusiaan pada 2011 menjadi pintu masuk Ankara. Setelah itu, Turki menambah peran politik dan sosial. Pada Januari 2026, Turki mengirim jet tempur F-16 ke Mogadishu. Prajurit Turki juga untuk pertama kalinya bertempur bersama pasukan Somalia. Mereka melawan militan Al-Shabaab di wilayah Warshiiq. Somalia pun menunjuk panglima angkatan darat lulusan akademi militer Turki. Pangkalan TURKSOM dan Kerja Sama Energi Somalia menjadi lokasi pangkalan militer terbesar Turki di luar negeri. Di sana, tentara Somalia dilatih dan diintegrasikan ke angkatan darat. Parlemen Turki juga memperpanjang misi militer itu hingga Juli 2028. Perusahaan Turki mengelola bandara dan pelabuhan Mogadishu, sumber pendapatan penting pemerintah. Selain pertahanan, Ankara mengincar sektor energi. Kapal bor Cagri Bey sudah beroperasi di lepas pantai Somalia. Tekanan Politik yang Membayangi Ankara Kedekatan dengan pemerintah membuat Turki ikut terseret polemik politik dalam negeri Somalia. Posisi netral pun semakin sulit dipertahankan. Tudingan keberpihakan muncul di tengah suasana yang panas. Amendemen Konstitusi dan Protes Oposisi Parlemen Somalia menyetujui amendemen konstitusi pada Maret 2026. Masa jabatan presiden dan parlemen naik dari empat menjadi lima tahun. Pemilu pun mundur dari Mei 2026 ke 2027. Pada 10 Mei, warga turun ke jalan di Mogadishu. Oposisi menuding pemerintah bergerak menuju kekuasaan tunggal. Bantahan dan Upaya Mediasi Turki menepis tudingan campur tangan politik. Ankara menyebut pasukannya tidak terlibat urusan pemilu Somalia. Pemerintah Turki juga menyebut tuduhan itu sebagai propaganda hitam. Bentrokan di Mogadishu memicu kekhawatiran mitra internasional. Pada Juni, delegasi Turki tiba di Mogadishu. Rombongan dipimpin wakil kepala dinas intelijen Turki. Mereka menemui pemerintah dan oposisi secara terpisah. Risiko Keamanan dan Geopolitik Selain politik, ada ancaman keamanan dan persaingan antarnegara di kawasan. Keduanya bisa menarik Turki semakin jauh ke dalam konflik. Ancaman Al-Shabaab Al-Shabaab masih menjadi musuh utama pemerintah Somalia. Kelompok itu telah lama bertahan meski terus diburu pasukan Somalia dan sekutunya. Turki membantu lewat pelatihan, drone, dan helikopter serang. Drone Bayraktar TB2 dari Turki sempat diandalkan dalam ofensif besar. Semakin besar dukungan, semakin besar pula risiko bagi pasukan Turki. Korban di lapangan dapat memicu tekanan politik di Ankara. Karena itu, operasi bersama harus dihitung secara cermat. Persaingan Kawasan: Somaliland dan Ethiopia Erdoğan menyebut keutuhan wilayah Somalia sebagai prioritas utama. Pernyataan itu muncul setelah Israel mengakui Somaliland. Turki juga mendukung penyelesaian sengketa Somalia dan Ethiopia. Ankara menyatakan akan terus mendukung kedaulatan Somalia dalam situasi apa pun. Sikap tersebut menempatkan Ankara di tengah rivalitas kawasan. Menimbang Arah Hubungan Turki dan Somalia Turki terseret konflik Somalia karena investasi militernya sangat besar. Kehadiran Ankara membantu menjaga stabilitas Mogadishu. Namun kehadiran itu juga memunculkan tudingan keberpihakan. Pemerintah Turki menegaskan dukungannya demi stabilitas dan kedaulatan Somalia. Ke depan, Ankara perlu menjaga jarak dari polemik domestik. Dialog pemerintah dan oposisi akan menentukan arah situasi. Kestabilan Somalia juga penting bagi kepentingan jangka panjang Turki di Tanduk Afrika. Hubungan kedua negara akan memasuki usia 60 tahun pada 2026. Ujian sesungguhnya adalah menjaga kemitraan tanpa memperdalam konflik.