Jika Selat Hormuz Ditutup Akibat Perang Iran, Apa Dampaknya bagi Indonesia?Berita InternasionalBerita Nasional by Algi Zaki - March 6, 2026March 9, 20260 Selat Hormuz, Jalur Energi Paling Penting di Dunia Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur energi global. Salah satu titik paling strategis dalam konflik ini adalah Selat Hormuz, jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia. Diperkirakan sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati jalur ini setiap hari. Karena itu, setiap ancaman terhadap Selat Hormuz dapat berdampak besar pada stabilitas energi dunia. Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting? Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak bagi negara-negara penghasil energi di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak. Jika jalur ini terganggu akibat konflik militer, maka distribusi
7 Dampak Perang Iran terhadap Indonesia yang Mulai TerlihatBerita Nasional by Algi Zaki - March 5, 2026March 9, 20260 Ketegangan Timur Tengah Mulai Berimbas ke Indonesia Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutu Barat kembali meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perang yang terjadi tidak hanya berdampak pada negara-negara di kawasan tersebut, tetapi juga mulai mempengaruhi ekonomi global, termasuk Indonesia. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi dan terhubung erat dengan pasar global, Indonesia berpotensi merasakan berbagai dampak jika konflik ini terus berlanjut. Berikut beberapa dampak yang mulai menjadi perhatian para analis ekonomi dan energi. 1. Harga Minyak Dunia Melonjak Salah satu dampak paling langsung dari perang di Timur Tengah adalah kenaikan harga minyak dunia. Ketegangan di kawasan penghasil energi utama dapat mengganggu pasokan minyak global. Jika harga minyak terus naik, Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyaknya akan menghadapi tekanan pada sektor
Indonesia Terancam Darurat Energi Saat Perang Iran Memanas, Harga Minyak Dunia MelonjakBerita InternasionalBerita Nasional by Algi Zaki - March 4, 2026March 9, 20260 Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Energi Indonesia Konflik yang memanas di Timur Tengah akibat perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai menimbulkan dampak serius terhadap pasar energi global. Salah satu efek paling terasa adalah lonjakan harga minyak dunia yang melampaui 100 dolar AS per barel, level tertinggi sejak beberapa tahun terakhir. Kenaikan tajam ini langsung menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagai negara yang masih mengimpor sebagian besar kebutuhan energi, lonjakan harga minyak global berpotensi memberikan tekanan besar pada anggaran negara dan stabilitas harga bahan bakar dalam negeri. Para analis energi menilai bahwa jika konflik di Timur Tengah berlangsung lebih lama, maka krisis energi global bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan risiko nyata yang harus dihadapi banyak negara. Indonesia Masih Bergantung pada
Kejutan! Harga BBM Pertamina Melejit NaikBerita Nasional by Andrea - November 26, 20240 Kenaikan harga BBM mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam menggunakan energi dan mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dijual di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia. Penyesuaian harga ini mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak dunia (ICP) dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Perubahan harga Bahan Bakar Minyak Pertamina ini menjadi topik hangat yang menarik perhatian banyak pihak. Harga BBM Pertamina: Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Dalam penyesuaian terbaru, harga Pertamax Turbo dan Dexlite mengalami kenaikan. Sementara itu, harga Pertamax tetap tidak berubah. Penyesuaian harga ini dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula