Kabar Rocky Gerung jadi Wantimpres mengejutkan banyak orang. Kabar itu langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai kanal. Presiden Prabowo Subianto melantiknya pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia masuk bersama 23 anggota lain Dewan Pertimbangan Presiden. Pengamat politik yang dikenal vokal ini kini berada di lingkar kekuasaan. Publik pun ramai berkomentar. Ada yang kaget, ada yang mencibir, ada pula yang menunggu hasil kerjanya. Selama ini sosoknya lekat dengan kritik tajam terhadap pemerintah. Artikel ini mengulas latar belakang, tanggapan, dan tantangan yang menanti. Latar Belakang Pelantikan Anggota Wantimpres Pelantikan ini menjadi bagian dari penyusunan Wantimpres periode baru. Susunan lembaga itu memuat tokoh dari beragam latar belakang. Wantimpres bertugas memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden. Karena itu, siapa pun yang duduk di sana selalu menarik perhatian. Susunan dan Dasar Hukum Pengangkatan anggota tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 107/P/2026. Pratikno ditunjuk sebagai ketua. Hatta Rajasa menjabat wakil ketua. Muhammad Qodari menjadi sekretaris. Presiden membacakan sumpah jabatan, lalu para anggota mengikutinya. Anggota lainnya berasal dari kalangan pejabat, politikus, pengusaha, tokoh agama, dan akademisi. Komposisi ini mencerminkan beragam unsur, mulai dari birokrasi hingga dunia kampus. Rekam Jejak Rocky Gerung Rocky Gerung lulusan filsafat Universitas Indonesia. Ia pernah mengajar di almamaternya hingga 2015. Namanya dikenal lewat diskusi politik dan program televisi. Ia juga aktif menyuarakan demokrasi dan hak asasi manusia. Dahulu ia mengampu mata kuliah seperti filsafat politik dan teori keadilan. Pandangannya sering menyoroti kebijakan publik dan kehidupan bernegara. Sikap Rocky Gerung dan Reaksi Publik Setelah dilantik, Rocky langsung menjelaskan posisinya. Reaksi masyarakat pun beragam dan ramai di media sosial. Pernyataannya usai pelantikan banyak dikutip media. Isinya menyangkut independensi dan fungsi lembaga barunya. Pandangan yang Diklaim Tetap Rocky menyatakan sikapnya tidak berubah. Ia hanya berpindah dari luar ke dalam pemerintahan. Menurutnya, Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Tugasnya menimbang dampak kebijakan agar selaras dengan visi presiden. Ia juga membedakan sikap kritis dari sekadar mengkritik. Ia mengaku menerima pesan serupa dari presiden soal peran dewan ini. Gelombang Tanggapan di Media Sosial Pelantikan ini memicu ejekan dan meme di media sosial. Seorang akademisi hukum tata negara menyebut Rocky sebagai sofis. Sebagian pihak menilai debatnya kurang mencari kebenaran. Namun ada pula yang mengakui kemampuannya bertanya dan membaca. Sejumlah pengamat menilai posisi di dalam pemerintahan bisa menumpulkan daya kritis. Pendukung lain justru berharap masukan keras tetap terdengar. Perdebatan ini menunjukkan tingginya perhatian publik pada figur Rocky. Tantangan Rocky Gerung di Wantimpres Peran baru ini menuntut penyesuaian besar. Rocky kini bekerja dalam lembaga kolektif, bukan di ruang debat. Ia harus bekerja dalam tim dan mengikuti prosedur lembaga. Rapat Perdana dan Sikap terhadap Media Rapat perdana digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam rapat itu baru membahas prosedur dan belum menyentuh substansi. Rocky menjawab pertanyaan wartawan dengan nada santai. Ia juga menegaskan Wantimpres tidak perlu banyak berbicara kepada media. Menurutnya, tidak semua anggota mungkin hadir dalam setiap rapat. Ia menyebut dirinya tetap boleh berbicara sebagai akademisi. Menjaga Independensi di Lingkar Kekuasaan Ujian terbesar adalah menjaga independensi. Keputusan akhir tetap berada di tangan presiden. Rocky harus menyampaikan pertimbangan tanpa kehilangan daya kritis. Publik akan menilai konsistensi itu lewat hasil nyata. Konsistensi akan terlihat dari isi nasihat yang ia berikan. Nasihat yang terlalu manis tidak membantu presiden. Sebaliknya, kritik tanpa solusi sulit ditindaklanjuti. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci. Rocky Gerung jadi Watimpres membuka babak baru bagi sosok yang lama menjadi pengkritik. Ia berjanji tetap kritis dan independen. Kini publik menunggu pembuktiannya. Nasihat yang jujur dan berani akan menjadi ukuran utama. Jika itu terwujud, pemerintah dan masyarakat sama-sama diuntungkan. Langkah ini juga menjadi ujian bagi Wantimpres sebagai ruang adu gagasan.