Pojokjakarta.com – Akhir-akhir ini, ramai dan viral seorang public figure yang terjerat kasus skandal pornografi. Dea Onlyfans adalah artis yang pernah diundang di Podcast Deddy Corbuzier karena konten panas yang sering dia buat. Setelah beberapa waktu dari podcast tersebut, polisi menciduk Dea Onlyfans karena jeratan pornografi. Tentu hal tersebut membuat publik semakin penasaran siapa dan apa hal yang sudah dilakukan oleh Dea. Banyak sekali yang bergurau bagi link dan sebagainya di Twitter. Berita tersebut terus menjadi topik viral dan trending beberapa hari. Namun, ada beberapa akun yang mengatakan jika Dea adalah sebuah pengalihan isu. Pembebasan Pelaku Korupsi 27 Miliar Akun @evianafs pada Jumat (27/03) mengunggah sebuah postingan berita yang berisi tentang pembebasan terdakwa korupsi benih Jagung senilai 27 miliar. Dalam tweet tersebut, dirinya mengatakan, “Doa Only fans ternyata hanya pengalihan isu. Lu bayangin korupsi 27 M tapi lepas dari tuntutan hukum,” Memang sih, tweet tersebut kemungkinan besar ditulis dalam konteks sedikit bercanda. Namun, karena masyarakat di negeri ini sudah sensitif terhadap berbagai hal yang tiba-tiba viral, sehingga asumsi ini kemungkinan ada benarnya. Hal tersebut terbukti jika tren Dea jauh lebih viral daripada berita pembebasan pelaku korupsi. Padahal, korupsi itu jauh lebih kejam dan besar dampaknya bagi negeri ini ketimbang kasus pornografi oleh public figure yang kemungkinan besar hal tersebut sudah bukan hal yang aneh terjadi. Terlebih lagi, kasus yang dialami Dea ini tentu tidak hanya dilakukan oleh dirinya. Ada banyak orang yang seperti Dea, hanya saja tidak terekspos secara jelas. Asumsi netizen kenapa tren tersebut begitu kebetulan dengan pembebasan terdakwa korupsi di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, netizen juga mengkritik kepolisian yang terlalu menyorot hal-hal yang pada dasarnya tidak jauh lebih penting dari kasus kejahatan lain. Namun, mereka memberikan pengibaratan “Polisi Wakanda” untuk menutupinya. Namun, pengendalian kasus pornografi memang harus dilakukan. Hal tersebut semata-mata agar generasi bangsa ini terselamatkan dari konten-konten negatif yang merusak. Tindakan polisi sudah benar, namun tren yang disorot harusnya hal yang jauh lebih penting. Netizen: Ada Kasus yang Jauh Lebih Penting Asumsi lain yang memberikan penguatan jika Dea hanyalah pengalihan isu adalah banyaknya kasus yang lebih penting. Mulai dari koruptor mafia minyak goreng, bandar, dan banyak pelaku tindak kejahatan yang menyengsarakan rakyat. Masyarakat ingin polisi menindak dan memviralkan hal-hal semacam itu. Sehingga, publik teredukasi dengan hal-hal yang baik. Sebab memviralkan kasus pornografi, artinya membuka peluang percakapan pornografi juga. Terlepas dari itu semua, asumsi-asumsi dari netizen mungkin saja benar mungkin saja salah. Hal yang perlu ditegaskan adalah prioritas kasus yang perlu ditindak dan diviralkan. Sehingga, masyarakat puas dengan langkah gerak kepolisian.