You are here
Home > Berita Nasional >

Cara Memahami Emosi Anak Berdasarkan Rentang Usia Menurut Psikolog

Cara Memahami Emosi Anak Berdasarkan Rentang Usia Menurut Psikolog
Bagikan Artikel Ini

Emosi merupakan aspek penting dalam perkembangan anak, karena emosi memainkan peran sentral dalam interaksi sosial, belajar, dan kesejahteraan mental mereka. Sebagai orang tua atau pengasuh, memahami bagaimana anak mengalami dan bereaksi terhadap emosi di setiap tahap perkembangannya dapat membantu kita memberikan dukungan yang tepat dan memfasilitasi kesehatan emosional mereka. Bagaimanakah cara memahami emosi anak berdasarkan rentang usia?

Psikolog telah mengidentifikasi rentang usia kunci yang mempengaruhi perkembangan emosi anak. Berikut adalah panduan cara memahami emosi anak berdasarkan rentang usia.

Bayi (0-12 bulan)

Pada tahap awal ini, bayi belum memiliki kemampuan verbal untuk mengungkapkan perasaan mereka, tetapi mereka mengekspresikan emosi melalui bahasa tubuh dan respons mereka terhadap rangsangan. Misalnya, bayi akan menangis untuk menyatakan kebutuhan atau ketidaknyamanan. Sebagai orang tua, penting untuk merespons secara positif dan sensitif terhadap isyarat-isyarat emosional ini, karena ini membantu membangun dasar kepercayaan dan kenyamanan pada bayi.

Balita (1-3 tahun)

Pada usia ini, anak mulai menunjukkan perasaan dasar seperti senang, sedih, marah, dan takut. Mereka juga mulai mengembangkan pemahaman awal tentang perasaan orang lain. Balita seringkali merasa frustrasi karena keterbatasan bahasa mereka untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Mereka mungkin bereaksi dengan tantrum atau keengganan. Orang tua harus memberikan dukungan emosional dan membantu anak mengartikulasikan perasaan mereka dengan mengajukan pertanyaan sederhana atau menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai.

Anak Usia Pra-sekolah (3-6 tahun)

Perkembangan bahasa dan kognisi yang lebih maju memungkinkan anak untuk lebih berbicara tentang perasaan mereka. Namun, mereka masih cenderung mengekspresikan emosi secara fisik. Pada tahap ini, anak mungkin mengalami perasaan cemburu, takut kehilangan orang yang dicintai, dan ketakutan terhadap hal-hal tertentu. Orang tua harus memberikan lingkungan yang aman dan mendukung serta membantu anak mengenali dan mengelola emosi mereka melalui kata-kata dan pemodelan perilaku yang sesuai.

Anak Usia Sekolah (6-12 tahun)

Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan pemahaman yang lebih kompleks tentang emosi mereka dan emosi orang lain. Mereka mungkin lebih peka terhadap perbedaan antara perasaan senang dan sedih, dan dapat menunjukkan empati terhadap orang lain. Namun, anak-anak usia sekolah juga dapat mengalami perasaan tertekan, cemas, atau kurang percaya diri karena tekanan akademik atau sosial. Penting bagi orang tua untuk terbuka dalam berkomunikasi dengan anak-anak mereka dan menyediakan ruang yang aman bagi mereka untuk berbicara tentang perasaan mereka.

Remaja (13-18 tahun)

Pada masa remaja, perubahan fisik dan hormon dapat mengakibatkan fluktuasi emosi yang intens. Remaja dapat menjadi lebih mudah terluka atau marah, dan mungkin lebih cenderung mencari identitas mereka sendiri melalui hubungan dan aktivitas sosial. Orang tua harus sabar dan memahami perubahan emosional ini, serta memberikan dukungan untuk membantu mereka mengatasi tekanan dan stres yang muncul.

Itulah 5 cara memahami emosi anak berdasarkan rentang usia menurut psikolog. Memahami emosi anak berdasarkan rentang usia mereka merupakan langkah penting dalam mendukung perkembangan emosi dan kesehatan mental mereka. Orang tua harus mendekati anak dengan empati, kesabaran, dan pengertian, serta membantu mereka dalam mengenali dan mengelola perasaan mereka. Dengan memberikan dukungan yang tepat, kita dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih seimbang secara emosional dan sosial.

Leave a Reply

Top