You are here
Home > Berita Nasional >

Via Vallen Alami Janin Tidak Berkembang, Apa Penyebabnya?

Via Vallen Alami Janin Tidak Berkembang Apa Penyebabnya
Bagikan Artikel Ini

Beberapa waktu lalu Via Vallen membagikan kabar buruk mengenai kehamilannya. Lewat akun Instagramnya, ia bercerita bila janin yang ada di dalam kandungannya itu tidak berkembang. Padahal, usia kandungannya telah menginjak usia 12 minggu lho. Tetapi lantaran janin tidak berkembang, menurut hasil USG janin masih berusia 8 minggu. Hal ini tentu saja membuat Via Vallen menjadi bingung.

Ditambah lagi, beberapa hari yang lalu, istri dari Cherva Yolandi ini pernah mengalami ngilu di bagian perut dan nyeri punggung sampai mengeluarkan flek berwarna cokelat. Walau janin tak berkembang, jantung telah tak lagi berdetak, dan tak ada darah yang mengalir di dalam tubuh janin, Via Vallen memilih untuk tetap mempertahankan kehamilannya dan masih tetap menunggu keajaiban.

Lantas, apa penyebab janin yang tidak berkembang meski usia kehamilan kian bertambah? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Apa Penyebab Janin Tidak Berkembang?

Penyebab janin yang tidak berkembang tidak dapat diabaikan demikian saja. Kita perlu mengetahui apa yang telah menjadi faktor penyebabnya. Sehingga kita bisa memahami hal hal apa saja yang perlu dijauhi. Minimal ada dua faktor yang dapat menjadi penyebab janin tak berkembang, di antaranya:

Plasenta Tak Memberikan Nutrisi

Penyebab yang pertama dikarenakan plasenta yang tak memberikan nutrisi dan oksigen yang memadai. Sehingga amat berdampak pada bertumbuhan janin.

Kondisi dan Gaya Hidup Ibu

Faktor penyebab yang kedua ialah timbulnya aliran darah di tali pusat yang menyambungkan bayi ke plasenta. Hal ini umumnya pula dipengaruhi oleh gaya hidup ibu yang buruk, seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Infeksi kehamilan
  • Hipertensi
  • Penggunaan obat-obatan
  • Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak
  • Merokok

Supaya janin bisa berkembang dengan baik, dianjurkan ibu mau mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dan menjauhi berbagai hal seperti yang sudah disebutkan di atas. Dalam kehamilan bayi kembar keadaan ini pun dapat mengenai janin. Kerap kali perkembangan janin tak berlangsung normal sebagaimana harusnya.

Kehamilan janin kembar juga 2 kali lebih besar risikonya menderita kondisi ini. Sehingga perlu sekali untuk menjalani konsultasi ke dokter kandungan secara teratur saat mengetahui hamil janin kembar.

Ciri-ciri Janin Tidak Berkembang

Ciri apa bahwa janin itu berkembang ataukah tidak bisa dilihat dari ukurannya. Apakah janin mempunyai ukuran yang lebih kecil dari yang seharusnya atau normal. Seperti yang telah kita ketahui, dalam tiap-tiap check up, umumnya dokter akan melakukan pengukuran tinggi janin.

Setelah menginjak usia kandungan 20 minggu, tinggi uterus dalam sentimenter umumnya akan sama dengan jumlah minggu masa kehamilannya. Jika ukuran janin terlampau kecil, maka dokter akan menjalankan tes tambahan untuk menentukan diagnosis tentang janin bayi yang tak berkembang.

Guna diketahui oleh para calon ibu bahwa bayi yang lahir dengan ukuran yang kecil, tak selalu mempunyai kondisi ini. Tetapi dalam sejumlah kasus dapat mengakibatkan janin meninggal. Adapun tanda-tanda janin yang tidak berkembang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tali pusarnya tipis dan kerap diwarnai dengan mekonium.
  • Bayinya berukuran kecil, kurus, pucat, serta kulitnya terlihat kering.
  • Janin memiliki ukuran kecil dan tampak malnutrisi.

Demikian informasi tentang janin bayi yang tak berkembang seperti yang diderita oleh Via Vallen. Oleh sebab itu sejak sekarang mulailah terapkan pola hidup sehat supaya janin bisa berkembang dengan baik.

Leave a Reply

Top