You are here

Kenali Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan pada Seseorang

Penyebab Depresi
Bagikan Artikel Ini

Depresi adalah kondisi kompleks yang dapat diderita oleh seseorang. Akibat depresi bisa meluas lantaran seseorang akan selalu merasa sedih dan kehilangan ketertarikan terhadap hal yang mereka gemari. Banyak pula yang mengalami perubahan pola pikir, perasaan sampai perilaku akibat menderita depresi. Di samping memengaruhi keadaan mental depresi pun kerapkali memengaruhi keadaan fisik seseorang. Sebenarnya apa sih penyebab depresi yang sering diabaikan?

Gejala Depresi

Banyak orang yang melalaikan kondisi depresi sebab tidak mengetahui gejala yang timbul. Saat episode depresi tengah berlangsung, seseorang dapat menderita gejala yang mencakup beberapa hal di bawah ini:

  • Muncul pikiran yang berulangkali mengenai kematian,
  • Timbul pikiran untuk bunuh diri atau percobaan bunuh diri
  • Sulit mengingat sesuatu, membuat keputusan, berpikir, dan berkonsentrasi
  • Perasaan bersalah atau tidak berharga,
  • Terpaku pada kegagalan masa lalunya
  • Lambat dalam hal berpikir, berbicara ataupun bergerak
  • Kegelisahan atau kecemasan
  • Nafsu makan meningkat dan bertambah berat badan
  • Nafsu makan berkurang dan berat badan menurun
  • Mengalami kelelahan dan kekurangan energi
  • Gangguan tidur, terlalu banyak tidur atau sebaliknya insomnia
  • Kehilangan minat atau ketertarikan dalam seluruh aktivitas normal
  • Mudah meledak-ledak atau marah dan mudah frustrasi

Penyebab Depresi

Depresi dapat dikarenakan oleh berbagai hal. Ini berbagai hal yang bisa menjadi penyebab depresi.

  • Ketidakstabilan otak: Ketidakstabilan kimiawi pada bagian otak yang mengelola perilaku, nafsu makan, tidur, pikiran, dan suasana hati pada orang yang menderita depresi.
  • Tingkat hormon: Terjadinya perubahan hormon pada tubuh perempuan, seperti hormon estrogen dan progesteron akibat menopause, perimenopause, periode postpartum atau siklus menstruasi, semua bisa menambah risiko seseorang untuk depresi.
  • Sejarah keluarga: Seseorang ada pada risiko yang lebih tinggi untuk terkena depresi bila mempunyai catatan keluarga depresi maupun gangguan mood yang lainnya.
  • Trauma masa kecil: Berbagai peristiwa di masa lampau dapat memengaruhi cara tubuh bereaksi pada ketakutan dan situasi stres.
  • Kondisi medis: Keadaan tertentu mungkin meletakkan pada risiko yang lebih tinggi, seperti kanker, serangan jantung, stroke, penyakit Parkinson, nyeri kronis, insomnia dan penyakit kronis.
  • Penggunaan zat tertentu: Riwayat penyalahgunaan alkohol atau zat tertentu bisa memengaruhi risiko.
  • Penyakit kronis: Kadang-kadang, kasus depresi dapat didorong oleh kondisi medis. Saat seseorang menderita sakit kronis dalam waktu lama, depresi pun bisa timbul.

Faktor Risiko

Kecuali penyebab depresi, perlu pula bagi Anda untuk mengenali faktor risiko yang menaikkan kondisi depresi. Di bawah ini beberapa di antaranya.

  • Status sosial ekonomi: Status sosial ekonomi bisa menambah risiko depresi seseorang. Termasuk persepsi status sosial yang rendah dan masalah keuangan.
  • Mengalami pelecehan: Tindakan pelecehan seksual atau emosional bisa menjadikan seseorang lebih rentan menderita depresi di kemudian harinya.
  • Jenis kelamin: Kelompok perempuan diketahui memiliki potensi 2 kali lipat lebih berisiko menderita depresi ketimbang laki-laki. Tak jelas penyebabnya apa, tetapi perubahan hormonal yang diderita perempuan pada waktu yang berlainan dalam hidup mereka barangkali menjadi salah satunya.
  • Kekurangan vitamin D: rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh bisa menyebabkan depresi.
  • Obat-obatan tertentu: Obat-obatan tertentu seperti beta-blocker, kortikosteroid, dan beberapa jenis kontrasepsi hormonal bisa meningkatkan risiko depresi.
  • Penyakit medis:. Orang berpenyakit jantung memiliki kira-kira dua kali lebih mungkin menderita depresi ketimbang orang yang tidak. Sedangkan 1 dari 4 orang yang menderita kanker pula bisa menderita depresi.

Kini Anda telah paham penyebab depresi pada seseorang, bukan? Kondisi depresi memang adalah hal yang mesti diatasi sebab bisa memperparah kondisi mental sampai fisik Anda. Depresi pun dapat mengganggu kegiatan setiap hari dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Top