You are here
Home > Berita Nasional >

Kenali Beberapa Fakta Mengenai Seasonal Affective Disorder

Mengenal Fakta fakta Tentang Seasonal Affective Disorder
Bagikan Artikel Ini

Rasa sedih merupakan hal yang biasa dialami tiap-tiap orang. Kesedihan umumnya timbul karena terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan atau tidak sebagaimana mestinya. Hal inilah yang barangkali menyebabkan seseorang lantas menjadi putus harapan dan tak berdaya. Rasa sedih ini pun ternyata bisa datang di saat-saat tertentu seperti yang terjadi pada Seasonal Affective Disorder atau yang lazim disebut SAD.

Ada hal-hal yang umumnya mengundang kesedihan untuk seseorang, seperti sebuah konflik, kegagalan, atau kehilangan. Dalam sejumlah kasus, perubahan mood ini menjadi lebih serius sehingga memengaruhi cara hidup dan pola pikir seseorang.

Definisi Seasonal Affective Disorder (SAD)

SAD merupakan gangguan emosional atau gangguan bipolar yang diderita seseorang setiap kali masuk ke musim khusus. Dalam sebagian besar kasus, gejala SAD diawali pada awal musim dingin atau akhir musim gugur. Kemudian akan menghilang selama musim panas dan musim semi. Inilah yang dikenal sebagai SAD pola musim dingin atau depresi musim dingin.

Gangguan ini dikenali selaku jenis depresi Major Depressive Disorder berpola musiman. Ada juga seseorang yang menderita depresi ketika musim semi dan musim panas. Tetapi keadaan ini tidak sering terjadi.

Gejala SAD

SAD umumnya timbul pertama kali pada mereka yang berumur 18 hingga 30 tahun. Walau demikian, tidak menutup kemungkinan gejala SAD dapat muncul di usia berapa saja. Gejala yang timbul pun bisa beragam mulai dari ringan sampai berat.

Tanda-tanda SAD bisa terjadi kira-kira 4-5 bulan setiap tahun. Ada gejala umum yang diderita seseorang dengan SAD, antara lain:

  • Kerap berpikiran untuk melakukan bunuh diri.
  • Merasa putus harapan dan rendah diri.
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi.
  • Nyaris selalu merasakan gelisah.
  • Merasa tak berenergi untuk melakukan suatu aktivitas.
  • Mengalami depresi seharian.
  • Kehilangan minat pada aktivitas atau sesuatu yang umumnya amat disukai.
  • Mengalami perubahan selera makan dan berat badan.

Penyebab SAD

Penyebab yang pasti mengapa seseorang dapat mengalami SAD sebetulnya tidak diketahui. Tetapi SAD diduga timbul lantaran kurangnya paparan cahaya matahari di beberapa musim tertentu. Teori penting yang barangkali dapat menjelaskan timbulnya SAD pada seseorang ialah lantaran minimnya paparan sinar matahari bisa menghentikan bagian otak yang dinamakan hipotalamus bekerja secara optimal.

Apabila bagian otak ini berhenti bekerja maka berlangsung proses produksi melatonin. Melatonin merupakan hormon yang menyebabkan seseorang mengantuk. Umumnya hormon melatonin akan diproduksi lebih tinggi daripada serotonin pada orang yang memiliki gejala SAD. Adapun serotonin merupakan hormon yang memengaruhi tidur, nafsu makan, dan suasana hati. Minimnya paparan cahaya matahari dapat membuat produksi serotonin lebih rendah.

Perawatan untuk Pengidap SAD

SAD dapat dipulihkan dengan cara menjalankan berbagai terapi, seperti terapi bicara, mengkonsumsi obat antidepresan, dan terapi cahaya. Penderita pun dapat menjalankan terapi gabungan antara ketiga macam terapi tersebut. Tetapi gejala umum SAD dapat berangsur-angsur hilang dan membaik ketika perubahan musim.

Untuk kebanyakan orang, terapi cahaya matahari lumayan ampuh untuk mengurangi gejala SAD. Contohnya dengan menghabiskan waktu di luar kantor atau rumah sehingga bisa terpapar cahaya matahari dari pagi sampai siang hari.

Sementara itu untuk mereka yang diam di negara yang jarang terkena sinar matahari dapat menjalani terapi cahaya. Yaitu dengan cara duduk-duduk di depan kotak terapi cahaya yang memancarkan cahaya yang amat terang. Tetapi mesti dipastikan terbebas dari sinar ultraviolet (UV). Waktu yang diperlukan ialah sekitar 20 menit atau lebih setiap hari. Lakukanlah di pagi hari selama berbulan-bulan ketika musim dingin.

Akn tetapi bila gejala depresi yang dirasakan bertambah parah dan tidak kunjung membaik, sebaiknya lekas mencari tenaga profesional guna meminta bantuan. Karena sama halnya dengan bentuk depresi yang lainnya, mesti dipastikan tak ada kondisi medis lainnya yang menyebablkan gejala sehingga evaluasi yang tepat merupakan kuncinya.

Leave a Reply

Top