You are here
Home > Berita Nasional >

Penyebab Agoraphobia dan Gejalanya yang Penting Diketahui

Penyebab Agoraphobia dan Gejalanya yang Penting Diketahui
Bagikan Artikel Ini

Pernahkah Anda suatu kali waktu mendengar istilah agoraphobia? Keadaan ini merupakan salah sebuah gangguan terhadap kesehatan mental seseorang. Secara umum, penderitanya akan mengalami cemas berlebih pada sebuah situasi ataupun tempat yang menyebabkan dirinya terperangkap, tak berdaya, malu serta panik. Hal ini berhubungan dengan fobia khusus yang dimiliki seseorang. Lalu apa saja penyebab agoraphobia dan gejalanya yang timbul? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Penyebab Agoraphobia

Seperti yang telah disebutikan di atas, pengidap akan mengalami cemas atau takut berlebih pada suatu situasi atau tempat. Misalnya tempat umum, ruang tertutup, keramaian, bahkan umumnya mereka perlu ditemani bila ada di tempat umum itu.

Gejala penyakit ini umumnya timbul lantaran pernah ada atau pengidapnya pernah merasakan berulangnya serangan panik terhadap situasi ataupun tempat tertentu. Kejadiannya lebih dari satu kali sehingga mereka condong menjauhi atau tidak ingin ada di sana.

Untuk penyebab timbulnya secara pasti memang sampai sekarang belum diketahui. Tetapi hal ini dapat dialami sejak seseorang masih kecil atau masih berusia muda. Namun lebih kerap berlangsung pada perempuan berumur dewasa muda atau berusia remaja, usianya kurang dari 35 tahun.

Faktor Risiko Agoraphobia

Ada hal-hal atau kondisi yang bisa mengakibatkan meningkatnya risiko timbulnya agoraphobia, di antaranya:

  • Perasaan takut berlebihan. Misalnya perasaan takut berlebihan kalau dia akan menjadi korban tertular penyakit tertentu, korban kecelakaan, atau  tindakan kriminal.
  • Trauma pada kejadian di masa lalu yang sempat dialami.
  • Pernah menderita gangguan mental yang lainnya.
  • Timbul gangguan di bagian otak yang mengendalikan rasa takut.
  • Mempunyai fobia lainnya.
  • Sifat gampang gugup dan cemas.
  • Adanya catatan anggota keluarga yang mengidap agoraphobia.
  • Mempunyai hubungan yang tak bahagia dengan pasangan.

Gejala Agoraphobia

Penderita agoraphobia mengalami gejala utama berupa rasa takut dan cemas setiap kali mereka merasakan, memikirkan, maupun ada pada tempat atau kondisi tertentu, diantaranya:

  • Pada ruang terbuka, seperti mal, taman, atau tempat parkir.
  • Di luar rumah sendirian.
  • Pada ruang tertutup, seperti lift atau bioskop.
  • Saat ada di dalam transportasi umum.
  • Pada waktu antre atau ada di dalam suatu kerumunan.

Gejala itu akan menghilang bersamaan dengan pengidapnya keluar dari tempat itu atau tidak kembali memikirkannya. Disamping takut dan cemas, keduanya juga akan mengakibatkan gejala lain pada fisik, kognitif serta perilaku, antara lain:

1. Gejala Fisik

Sejumlah gejala fisik yang kelak akan dialami oleh pengidap agoraphobia diantaranya yakni:

  • Merasa tidak sehat, malahn ingin pingsan.
  • Tersedak atau kesulitan ketika menelan.
  • Diare atau sakit perut.
  • Gemetaran, mati rasa, atau kesemutan.
  • Telinga berdenging.
  • Tubuh terasa panas juga berkeringat.
  • Nyeri dada.
  • Napas cepat.
  • Jantung yang terasa berdebar-debar.

2. Gejala Kognitif

Pengidap agoraphobia umumnya pun akan menderita gejala kognitif di mana mereka:

  • Nampak bodoh.
  • Merasa malu.
  • Tak bisa berpikir dengan jernih.

3. Gejala Perilaku

Keadaan ini pun mengakibatkan gejala perilaku, berbentuk:

  • Memerlukan teman saat pergi ke luar rumah.
  • Merasa cemas atau takut saat keluar rumah.
  • Cenderung menjauhi situasi yang mudah menimbulkan serangan panik.

Itulah  informasi tentang penyebab agoraphobia, gejala dan berbagai hal yang menaikkan risiko timbulnya kondisi ini serta apa saja gejala yang muncul terhadap penderitanya. Bila Anda atau kerabat menderita gejala seperti di atas, sebaiknya secepatnya menghubungi dokter atau dalam hal ini psikolog atapun psikiater guna memperoleh penanganan yang tepat kelak. Dengan demikian, kondisi agoraphobia ini dapat sembuh selaras saran medis.

Leave a Reply

Top