You are here
Home > Ekonomi >

Euforia Saham Bukalapak Melesat dan Berlanjut Hingga Pekan Depan

Euforia Saham Bukalapak
Bagikan Artikel Ini

Euforia Saham Bukalapak kini sedang melesat. Hal ini tak luput dari pandangan Direktur Center of Economic and law Studies atau CELIOS yakni Bhima Yudhistira. Namun ia melihat ada euforia yang cukup berlebihan dengan melesatnya saham tersebut.

Hal ini tentu mengingat dari saham yang masuk dalam emiten beresiko tinggi. Terutama bagi para investor fundamental. Selain itu, investor retail melihat bahwa Bukalapak sendiri merupakan salah satu unicorn yang memiliki valuasi besar. Meskipun dilihat dari profit memang belum menghasilkan.

Euforia Saham Bukalapak di IHSG Tembus 6.200

Memang mengejutkan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG saat dibuka di awal perdagangan adalah 0,30% menuju ke level 6.223,83 namun hal tersebut berubah dalam waktu 15 menit.

Kemudian kembali menghijau 0,39% yakni ke level 6.231,27 pada perdagangan (6/8/21). Hal ini menjelang rilis data cadangan devisa Indonesia.

Selain Itu, terlihat nilai transaksi hingga Rp 2 triliun. Bahkan terpantau oleh investor asing menjual bersih Rp 128 miliar terutama di pasar Reguler. Saham PT Bank MNC Internasional Tbk telah Asing beli sebesar Rp. 14 Miliar. Sedangkan PT Astra International Tbk Rp. 5 Miliar.

Para investor sebenarnya tidak mengharapkan pada dividen, namun lebih ke kecepatan pertumbuhan sahamnya. Namun pada sisi lain untuk kelas menengah ke atas lebih mencari aset untuk keuntungan jangka pendek lebih tinggi. Terutama saat PPKM level 4 ini.

Saham PT Bukalapak.com terkena auto reject atas yakni setelah melejit 210 poin. Hal tersebut dari penawaran awal Rp 850 per saham yang menjadi sebesar Rp 1060 per sahamnya.

Sedangkan transaksi untuk saham tersebut sebanyak 4.293 kali yang bernilai transaksi sebesar Rp 555,59 miliar yakni dari 524 juta lembar. Euforia para investor terhadap IPO Bukalapak kemungkinan akan berlanjut hingga pekan depan.

Pelaksanaan IPO Bukalapak

Bahkan ada kemungkinan saham buka akan kembali terkena ARA. Perusahaan teknologi dengan basis platform ecommerce Bukalapak menjadi emisi yang ke 28. Hal ini tercatat di BEI pada Tahun ini.

Inarno Djajadi selaku Direktur Utama BEI menyebutkan bahwa ada sebanyak 96.000 investor ingin mengikuti pelaksanaan IPO Bukalapak.

Tentu pencatatan saham ini menjadi sejarah bahwa Bukalapak melantai di Bursa Efek Indonesia serta Bursa Kawasan Asia Tenggara.

Hal ini tentu menjadi inspirasi para pemilik perusahaan termasuk unicorn untuk selanjutnya tetap berkarya memberikan yang terbaik.

Tentu saja menjadikan Bursa Efek Indonesia sebagai house of Growth untuk perkembangan bisnis.

Namun disisi lain fenomena psikologis pasar ini hampir serupa dengan krisis Asia yang terjadi pada 1998 silam. Terkait masalah investasi saham yang spekulatif merupakan myopic syndrome yang melihat sentimen jangka pendek saja dengan untung.

Namun investor tidak menganalisisnya secara mendalam padahal hal ini penting. Euforia Saham Bukalapak harusnya tidak berlebihan dan lebih melihat prospek jangka panjang.

 

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top