You are here

Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi Resmi Dilantik, Ini Fokus Tugasnya!

Presiden Terpilih Iran
Bagikan Artikel Ini

Iran baru saja mendapatkan presiden baru. Ebrahim Raisi sebagai presiden terpilih Iran telah resmi dilantik pada tanggal 3 Agustus 2021 lalu. Pelantikan Ebrahim Raisi membawa harapan baru bagi masyarakat Iran. Sang presiden terpilih pun siap menjalankan tugas dan menyelesaikan berbagai konflik yang diderita negaranya.

Kemenangan Raisi

Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih setelah memenangkan pemungutan suara yang dijalankan pada 18 Juni 2021 lalu. Ia berhasil meraup 61,95% suara dan langsung dinyatakan menang. Sayangnya kemenangan Raisi ini mencatatkan sejarah yang cukup buruk. Jumlah pemilih yang berpartisipasi dalam pemungutan suara tersebut mencapai angka terendah dalam sejarah pilpres di Iran.

Total pemilih yang memberikan suara pada pilpres ini hanya mencapai angka 48,8% dari total 59 juta pemilih. Angka ini merupakan pencapaian terendah dalam sejarah pilpres Iran setelah revolusi. Selain itu ada poin lain yang juga menjadi sorotan di balik kemenangan Raisi. Pilpres tersebut tidak memiliki pengamat internasional yang bertugas memantau pemilihan suara.

Fakta mengenai catatan jumlah pemilih terendah ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Sebelum diselenggarakan pilpres, masyarakat terlebih dahulu telah menyerukan protes atas pencalonan Raisi. Berita pencalonan Raisi dalam pilpres ini menimbulkan munculnya sikap apatis di kalangan masyarakat.

Kontroversi Sang Hakim

Bukan tanpa alasan jika pencalonan Raisi menuai sikap apatis dari masyarakat. Ebrahim Raisi sebelumnya menjabat sebagai hakim dan telah mencatatkan banyak kontroversi. Sosok Rais dikenal masyarakat luas sebagai hakim yang paling sering menjatuhkan hukuman eksekusi mati. Bahkan dalam sejarah profesinya sebagai hakim, Raisi telah menjatuhkan hukuman eksekusi mati untuk 5000 orang.

Pada tahun 2019, Raisi diangkat menjadi hakim agung dan Amerika memberikan sanksi kepadanya. Sanksi tersebut dijatuhkan karena Raisi dianggap telah melanggar HAM akibat eksekusi mati yang ia jatuhkan kepada ribuan orang. Setelah Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran maka ia dinyatakan sebagai presiden Iran pertama yang diberi sanksi oleh Amerika sebelum menjabat.

Masalah Ekonomi dan Kesepakatan Nuklir

Terlepas dari sikap apatis masyarakat terhadap pencalonan Raisi, nyatanya kini sang presiden telah terpilih. Setelah resmi dilantik, presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi memiliki deretan tugas yang menanti untuk diselesaikan. Masalah utama yang harus dihadapi adalah kondisi ekonomi Iran yang semakin genting.

Iran merupakan salah satu negara dengan kondisi perekonomian yang buruk saat ini. Belum lagi ditambah sanksi Amerika yang membuat status tersebut semakin buruk lagi. Disebutkan bahwa tantangan utama yang harus dihadapi oleh Raisi adalah melakukan terobosan baru untuk memperbaiki situasi ekonomi yang semakin genting.

Tak hanya memperbaiki ekonomi negara, Raisi juga punya tugas dalam mempererat hubungan ekonomi dengan berbagai negara lainnya. Disebutkan pula bahwa tujuan utama dari Raisi setelah jadi presiden nanti adalah membangun model bisnis sebagai perlindungan terhadap perekonomian Iran. Tentu tugas ini tidaklah mudah mengingat berbagai faktor yang memperburuk kondisi tersebut.

Tantangan memperbaiki kondisi ekonomi Iran memang cukup berat bagi Raisi. Namun tak berhenti di sana, Raisi juga punya tugas berat membuat kesepakatan nuklir. Raisi memiliki misi penting dalam penanganan pembicaraan nuklir. Tujuan utamanya adalah untuk menghidupkan lagi kesepakatan yang sebelumnya ditarik sepihak oleh Amerika Serikat.

Sebagai presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi memiliki tanggung jawab besar saat ini. Beban masalah ekonomi dan kesepakatan nuklir hanya segelintir masalah yang harus diselesaikan. Belum lagi Raisi juga harus menanggung pandangan negatif dari masyarakat yang mungkin akan sulit dihilangkan.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top