You are here

Ini 4 Negara yang Konflik Politik hingga Sepak Bola

Konflik Jersey Ukraina
Bagikan Artikel Ini

Politik dan olahraga memang menjadi dua hal berbeda yang selalu penuh keterkaitan. Konflik negara di bidang politik pun tak jarang meluas ke dunia sepak bola. Negara yang konflik politik hingga sepak bola seringkali sulit untuk mencari titik tengah. Berikut adalah negara-negara yang menyeret konflik politik mereka hingga ke laga sepak bola:

1. Konflik Jersey Ukraina

Tim Ukraina terlihat mengenakan jersey kuning yang desainnya memancing kontroversi. Pada jersey tersebut terdapat slogan Glory to the Heroes yang artinya adalah Jayalah para Pahlawan. Slogan ini mungkin terlihat memiliki makna yang bagus bagi masyarakat awam, namun tidak bagi UEFA.

UEFA memandang bahwa slogan tersebut mengandung muatan politik. Timnas Ukraina pun dituntut untuk mengubah slogan tersebut. Selain masalah slogan, jersey tersebut juga memancing protes dari Rusia akibat adanya peta Ukraina di sana. Peta tersebut menampilkan wilayah Krimea yang pernah dianeksasi atau diambil paksa oleh Rusia tahun 2014 silam.

2. Konflik Jersey Deportivo Palestino

Masalah jersey ternyata tidak hanya menimpa Ukraina. Pada tahun 2014, club Deportivo Palestino juga diprotes akibat desain jersey yang mereka gunakan. Klub ini diketahui meletakkan peta Palestina sebelum memasang peta Israel di jersey tersebut. Tindakan ini memicu amarah dari komunitas Yahudi yang ada di Chile, asal klub sepak bola tersebut.

Namun Deportivo Palestino memiliki alasan kuat dalam pembuatan desain jersey tersebut. Diketahui bahwa klub ini telah lama bermain di wilayah Santiago yang merupakan ibu kota Chile. Tempat ini merupakan titik lokasi komunitas Palestina terbesar yang ada di luar wilayah Timur Tengah. Sayangnya, Deportivo Palestino kemudian harus menerima sanksi denda sebesar US$ 1.300.

3. Drone Bendera Armenia

Kasus negara yang konflik politik hingga sepak bola selanjutnya adalah Armenia dan Azerbaijan. Pada pertandingan Liga Europa tahun 2019 yang bertempat di Luksemburg, ada sebuah drone yang melayangkan bendera Armenia.

Laga saat itu mempertemukan klub lokal Dudelange dengan Qarabag yang berasal dari Azerbaijan. Drone tersebut terbang dari wilayah separatis Nagorno-Karabakh dan melaju ke tengah lapangan hijau.

Hadirnya drone ini sontak membuat para pemain dan penonton terkejut. Diketahui bahwa Armenia dan Azerbaijan menjadi dua negara yang sempat berkonflik hingga melewati dua kali perang. Spontan saja para pemain Qarabag langsung berusaha menjatuhkan drone dengan bola. Sayang usaha mereka tak membuahkan hasil, namun mereka bisa memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-0.

4. Konflik Albania dan Serbia

Hampir mirip dengan kejadian sebelumnya, konflik Albania dan Serbia juga dibawa ke tengah lapangan melalui sebuah drone. Sebelumnya dua negara ini memang dikenal memiliki sejarah pertikaian yang cukup pelik. Pada saat Serbia dan Albania bertanding dalam laga kualifikasi Euro 2016 lalu, terdapat sebuah drone yang melintas tengah lapangan. Drone tersebut membawa bendera dengan peta Albania Raya.

Terbangnya drone di tengah lapangan membuat suporter Serbia melakukan aksi nekat dengan masuk menerobos lapangan. Pertandingan pun dihentikan sementara karena suporter tersebut menyerang pemain dari Albania. Setelah kejadian ini, konflik diplomatik pun terjadi semakin panas antara Albania dan Serbia.

Itulah kisah 4 negara yang konflik politik hingga sepak bola. Pertikaian politik yang dibawa ke lapangan hijau seolah bukan hal yang aneh lagi. Namun diharapkan masalah ini bisa mendapatkan solusi yang tepat sehingga konflik politik tak lagi mengganggu para atlet untuk melaju. Dengan begitu dunia olahraga akan tetap berjalan dengan sportif.

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top