You are here

Gangguan Depresi Persisten, Penyebab Hingga Cara pengobatannya

Gangguan Depresi Persisten Penyebab Hingga Cara pengobatannya
Bagikan Artikel Ini

Gangguan depresi persisten biasa disebut juga dengan distimia. Gangguan yang satu ini bisa dibilang bersifat kronis yang dapat menyerang siapa saja.

Adapun beberapa ciri hingga gejala yang bisa dialami. Depresi menjadi salah satu gangguan yang bisa disadari oleh penderitanya. Bahkan masalah ini bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Gangguan yang satu ini memiliki banyak jenis dan bisa dialami siapa saja. Salah satu yang sering terjadi yaitu depresi presisten atau distimia.

Gangguan yang satu ini juga dikenal dengan istilah Persistent Depressive Disorder (PDD). Gangguan depresi jenis ini memang tergolong kronis bahkan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Semua orang bisa mengalaminya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, laki-laki, maupun perempuan. PDD menyebabkan penderita murung kronis dalam jangka panjang.

Namun, semua bisa dilihat dari tingkat keparahan yang dialami seseorang. Maka dari itu, ketika mengalami gangguan depresi presisten, sebaiknya segera berikan penanganan yang tepat.

Jika dibiarkan begitu saja, justru kondisi semakin parah bahkan bisa menimbulkan risiko penyakit fisik. Gangguan mood ini dapat semakin parah menjadi depresi yang akut. Bahkan bisa menimbulkan risiko percobaan bunuh diri.

Penyebab dan Cara Pengobatan Gangguan Depresi Presisten

Depresi adalah salah satu gangguan mental yang bisa menyerang siapa saja. Gangguan mental yang satu ini cukup berbahaya dan banyak terjadi.

Beragam jenis depresi ada yang mulai dari ringan hingga kondisinya cukup parah. Hingga risiko terberatnya mampu mengambil nyawa penderitanya.

Untuk bisa mengatasi hal tersebut, sebaiknya Anda tahu apa saja jenis dari depresi. Salah satu yang cukup sering terjadi yaitu depresi presisten atau PDD.

Adapun banyak hal yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari gangguan tersebut. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu mencoba mengetahui penyebabnya.

Dengan Anda tahu apa saja penyebab yang terjadi, maka pengobatan pun bisa dilakukan sejak awal. Sehingga risiko kejadian buruk pun bisa terhindari sejak awal.

Bagi Anda yang belum tahu tentang depresi presisten, berikut ini ada beberapa penyebab yang ditimbulkan, antara lain:

Faktor Genetika

Penyebab pertama yang bisa mengakibatkan gangguan depresi persisten yaitu faktor genetika atau keturunan. Jika salah satu anggota keluarga memiliki gangguan tersebut kemungkinan besar ada anggota lain yang bisa terserang.

Maka dari itu, bagi Anda yang memiliki anggota keluarga menderita gangguan tersebut tidak ada salahnya untuk lebih waspada. Sebab kemungkinan kecil kondisi tersebut bisa saja terjadi.

Efek Neurotransmitter

Ada penyebab lain yang bisa mengakibatkan munculnya gangguan depresi yaitu neurotransmitter. Neurotransmitter itu sendiri merupakan zat kimia di dalam otak yang muncul secara alami.

Zat itulah yang bisa menimbulkan gangguan depresi. Adanya hal tersebut membuat perubahan fungsinya menjadi peran terhadap keseimbangan suasana hati.

Sehingga bisa mempengaruhi penderita depresi. Ketika seseorang dalam kondisi normal di dalam otak terdapat 3 neurotransmitter yang memiliki peran penting.

Peran tersebut yaitu oksitosin, dopamin, dan serotonin. Ketika seseorang mengalami gangguan depresi, maka ketiganya akan memiliki jumlah yang menurun.

Gangguan Mental

Gangguan depresi persisten memang cukup kronis dibanding dengan jenis lainnya. Ketika seseorang mengalami gangguan tersebut, bisa dikarenakan pernah mengalami gangguan mental. Sehingga sebelum kondisi depresi terjadi penderita juga mengalami kecemasan atau gangguan bipolar.

Masalah Hidup

Sering sekali ditemui jika banyak hal yang membuat stres terjadi. Penyebab gangguan depresi persisten juga bisa karena masalah hidup.

Sehingga banyaknya masalah yang sering terjadi merusak gangguan mood seseorang. Gangguan mood yang cukup parah menimbulkan depresi persisten bisa Anda alami.

Pengobatan yang dilakukan secara teratur dipercaya mampu mengatasi depresi kronis yang satu ini. Dengan kombinasi obat antiderpresi dan psikoterapi kemungkinan besar gangguan bisa terobati.

Ada terapi yang bisa dilakukan mulai dari terapi fisik, perilaku, psikoterapi psikodinamik, atau terapi interpersonal (IPT). Hal ini dipercaya mampu mengobati secara efektif.

Traumatik

Penyebab penderita depresi cukup beragam. Seperti halnya depresi berat, seseorang yang mengalami peristiwa traumatik di masa lalu bisa jadi penyebabnya.

Beberapa peristiwa traumatik yang bisa menimbulkan terjadinya depresi antara lain masalah keuangan, konflik dengan pasangan atau keluarga, masalah percintaan, hingga menimbulkan rasa stres.

Hal inilah yang bisa menimbulkan depresi semakin parah. Karena sering mengalami stres maka mengakibatkan gangguan depresi lebih mudah menyerang.

Cara Pengobatan Gangguan Depresi Persisten

Penderita gangguan depresi memang tidak bisa dikatakan begitu saja. Untuk mendiagnosa penyakit tersebut, ada beberapa tes yang dilakukan.

Pada penderita anak-anak dan dewasa pun juga berbeda. Namun, ketika seseorang sudah didiagnosa mengidap depresi persisten atau distimia segera lakukan pengobatan.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk pengobatan depresi persisten yaitu:

Obat

Cara pengobatan pertama yang dilakukan dokter dan dianjurkan yaitu pemberian obat-obatan. Biasanya penderita akan diberikan obat antidepresi.

Seperti Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), Serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs) dan Tricyclic antidepressants (TCAs). S

Setiap ada perubahan tentu memiliki perubahan dosis yang tepat. Saat berkonsultasi dengan dokter, pastikan anjuran dosisnya tepat. Tunggu hingga dokter menyuruh Anda berhenti konsumsi obat.

Psikoterapi

Pengobatan pada penderita gangguan depresi persisten juga bisa dilakukan dengan psikoterapi. Penderita bisa menjalani terapi kognitif perilaku.

Cara yang satu ini memang dianggap cukup ampuh untuk mengatasi depresi. Biasanya pilihan pengobatan yang satu ini berfungsi untuk menggunakan emosi, perilaku dan pikiran.

Menjalani Pola Hidup Sehat

Selain dengan obat atau psikoterapi, Anda juga bisa melakukan pola hidup sehat. Melakukan hal ini dipercaya mampu membantu meredakan gejala dengan cepat. Adapun pola hidup yang bisa Anda lakukan yaitu:

  • Olahraga teratur
  • Hindari minuman beralkohol
  • Minum obat sesuai anjuran dokter
  • Waktu tidur yang cukup
  • Pola makan dan gizi seimbang
  • Berbicara pada orang yang bisa dipercaya

Salah satu jenis olahraga yang dianjurkan yaitu aerobik. Aerobik dipercaya mampu membantu mengatasi gangguan mood.

Cara ini cukup mudah dan mampu memberikan efek positif. Anda bisa lakukan olahraga yang satu ini kurang lebih 4-6 x dalam seminggu.

Dengan Anda tahu apa saja penyebab timbulnya depresi, pengobatan akan lebih cepat. Sebaiknya gunakan pengobatan yang tepat pada gangguan depresi persisten.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top