You are here
Home > Berita Nasional >

Dampak Unicorn GoTo Pada Sektor Ekonomi dan Pandangan Ahli

dampak unicorn goto
Bagikan Artikel Ini

Belakangan tersiar kabar bahwasanya terdapat sejumlah dampak unicorn goto yang dirasakan oleh beberapa pihak. Sebelumnya diketahui bahwa kedua unicorn besar yakni Gojek dan juga Tokopedia digabungkan menjadi satu lini. Hingga keduanya membuat sebuah perusahaan baru yang diberi nama Group GoTo. 

Paling tidak perusahaan terbesar dalam bidang teknologi di Indonesia ini mampu menghadirkan setidaknya 100 pengguna bulanan yang bersifat aktif. Perlu diketahui juga bahwa beberapa perusahaan memang mengadakan kerja sama atau mempunyai investasi pada Gojek. Salah satu diantaranya adalah PT Astra International Tbk. Berikut informasi dampak yang dihadirkan oleh unicorn GoTo:

Dampak Ke Saham ASII 

Dalam kurun waktu beberapa hari terakhir pemberitaan memang diisi oleh merger antara perusahaan besar Gojek dan Tokopedia. Akan tetapi pada kenyataan yang didapati memperlihatkan bahwasanya saham milik ASII mempunyai pergerakan yang agak melemah atau bisa dibilang kurang bergairah. Yakni dengan kisaran pelemahan 0,48% yang menuju pada level nominal Rp 5.150 per satu saham. 

Sebenarnya kisaran estimasi pelemahan yang ditetapkan oleh perusahaan ASII setiap sahamnya senilai Rp 5000 dan juga pada level Rp 4.700. Di sisi lain kejadian ini bisa dijadikan sebagai kesempatan bagi pelaku pasar untuk mengambil langkah strategi buy on weakness. Kedua perusahaan yang tergabung ini dinilai saling melengkapi satu sama lain untuk beragam layanan yang akan dihadirkan. 

Dampak Ke Saham LTKM 

Tidak hanya perusahaan ASII saja yang ternyata memperoleh dampak unicorn GoTo beberapa waktu lalu. Hal ini berakibat pada koreksi saham yang dimiliki oleh perusahaan ini sekitar 0,31% yang melaju ke tingkat Rp 3.180 di setiap satu sahamnya. Untuk estimasi dalam hal pelemahan yang ditentukan sebenarnya berada di posisi Rp 3.140 dan juga Rp 3.000 per satu saham. 

Penilaian William Hartanto

Diketahui bahwasanya tokoh ini merupakan seorang analis dalam bidang Panin Sekuritas. Turut memberikan penilaian terhadap kejadian ini berupa dalam waktu yang berjangka pendek memang dampak tidak dirasakan oleh saham milik ASII ataupun LTKM. Mengingat dari peristiwa penjualan mobil yang naik saja tidak membuat saham milik ASII lebih meningkat. 

Hal tersebut diutarakan oleh saudara William pada hari Selasa tanggal 18 bulan Mei kemarin. Selain itu, William juga memperlihatkan bahwa dua saham yang dimiliki oleh blue chips tersebut memang tengah mengalami penurunan. Oleh karena itu menurut penilaian William, para investor yang berasal dari asing tengah memanfaatkan waktu ini untuk mengambil peluang. 

Sementara untuk dalam waktu jangka panjang menurut William penyertaan akan investasi yang dilakukan oleh perusahaan ASII maupun LTKM pada Gojek. Dinilai oleh pasar sebagai sesuatu yang bersifat positif. Hal ini dikarenakan merger GoTo akan dijadikan sebagai unicorn paling besar yang ada di Asia bagian Tenggara dengan cara valuasi. 

Pandangan Nailul Huda Tentang Kolaborasi Go-To

Adapun pandangan yang dijelaskan oleh seorang peneliti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Gojek dan juga Tokopedia memang perlu dilakukan. Salah satu alasannya adalah persaingan dalam dunia ekonomi digital semakin mengerucut. Menuju ke arah pemain pasar, terutama yang terjadi di negara Indonesia. 

Itu tadi pembahasan terkait dampak unicorn GoTo yang dialami oleh sejumlah pihak. Beberapa tokoh pun turut memberikan penilaian serta pandangannya perihal kejadian tersebut. Seperti contohnya seorang analis bernama William yang menilai dampak dari hal ini tergolong positif. Sementara tokoh lainnya bernama Huda berpandangan bahwa perpaduan dua perusahaan tersebut memang perlu dilakukan.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top